Featured

10/recent

Filsafat Bangun Tidur

Kamis, Oktober 12, 2017
Anyway,

Gw semacam pengen berbagi curhatan aja sih. Tentang manusia dan sifat-sifatnya. Ya, sebelum gw memutuskan untuk menyepi dan menjauh dari segala ingar-bingar ini. 


Ternyata masih banyak orang yang gak one dimensional, grudge holder, obviously spoiled emotion, treachery, inconsistent, suka banget telat, perfeksionis, bossy, nafsuan, terlalu kanan, terlalu kiri, delusional dan whatsoever. Kadang bingung aja gimana gw kudu menyikapi mereka-mereka ini. Intinya gak bisa dong disamain antara satu orang ama satu yang lain.

Bukannya bermaksud menyombongkan diri, tapi emang biasanya memang orang itu kaga bisa menilai apa sih kelemahan diri sendiri itu, so do I. Kalau ada pertanyaan wawancara pasti akan gw bilang kalau gw itu pemalas en impulsif. Perpaduan tipikal golongan darah O dan B.

Balik lagi ke sifat-sifat orang lain, memang setiap orang mempunyai jalan hidupnya masing-masing. Juga mereka berhak memutuskan pilihan-pilihan apa yang bakal dipilih. Ambisi-ambisi apa. Bahkan yang paling deket dengan kehidupan gw sekarang, cari jodoh. Orang pada sibuk nyari jodoh, pake tinder kek, ta'aruf kek, modal dengkul nekat kek atau apa. Gw kaga tertarik. Seenggaknya sampai detik ini gw tidak berpandangan bahwa menikah itu membutuhkan cinta. Dan cinta diwujudkan dengan cara menikah, dengan produknya bernama bayi. So, love ia merely a legal way to procreate, isnt it? Pusing kadang gw mikirin. But, it's my life right?

I wanna be myself, bukan seorang yang diatur-atur, bukan jalan kebahagian, bukan gw yang harus ikut lingkungan yang say A so then A.

Gw cukup tahu aja ketika ada orang-orang yang demikian. Life is funny pada ruas-ruasnya yang tepat. Serahkan aja kepada semesta. Gak usah muluk-muluk deh hidup tuh. Bahagia itu bukan punya duit banyak trus bisa beli ini itu, bukan ketika punya bayi, bukan karena bisa haji, bukan karena bisa nginep di hotel bintang lima, en lainnya. Bahagia itu diciptakan, bukan ditunggu. Bahagia itu sesimpel menghirup udara pagi, menyesap aroma kopi, ngelihat tanaman en hewan peliharaan bisa sehat, bikin orang lain tertawa, bantuin orang lain dan menjadi manfaat bagi orang lain apapun kendalanya. Sistem semesta akan menggantinya kok. Ikhlas yang sejati.

Mungkin orang berkata, gw terlalu baik, gw terlalu nurut, gw terlalu "manis" dalam hal sifat. Ya, monggo whatever, that's my choice setidaknya untuk the rest of my life. Hidup itu sistem give and take yang konsisten. Apa yang terjadi pada kita bisa diibaratkan menjadi sebuah peringatan.

Ya, in the end of the day, gw harus deal with those orang-orang dengan sejuta kepribadian. Harus mengikuti permainan satu dengan yang lain. Yang jelas aku mencintai semua orang. Semua makhluk. Baik yang seburuk-buruk sifat mereka. Ini hanyalah sebuah filsafat bangun tidur gw.

Namaste,

Sang Pemijat

Selasa, September 19, 2017
***

Ada seorang pemijat yang masyhur. Ia diisukan seorang indigo yang lahir pada hari kamis pahing. Entah apa hubungan hari dan pasaran jawa itu dengan bakatnya sebagai pemijat. Ia lelaki, mungkin dalam hidupnya ia harus memilih dan mengikhlaskan harga dirinya sebagai lelaki yang di desanya lebih banyak bekerja bertani atau sebagai buruh bangunan. Bukan perkara mudah memutuskan untuk menjadi seorang pemijat.

Ia bukan Abraham namun ia bermimpi diharuskan melakukan sesuatu dengan tangannya. Ia bukan Yoseph namun ia bermimpi bahwa akan datang jaman yang dimana ia diharuskan membuka pintu rumahnya 12 jam dalam sehari. Namun ia merasa tugas itu lebih mulia daripada mempertanyakan eksistensi ia sendiri. Sebagian besar akan menganggap remeh mimpi yang terjadi padanya. Namun, ia tidak. Ia taklid dengan mimpinya.

Ia adalah pribadi yang tidak pernah marah, walaupun rumahnya tetap dikerumuni orang di atas jam 8 malam, namun justru orang-orang itu yang merasa tidak bisa marah. Ia mengobati setiap pasian (walaupun dia tidak pernah menganggap tamunya itu pasien) dengan sabar. Ia berorientasi pada prinsip karma.

Ia bukan lulusan akademi kedokteran yang mumpuni. Bahkan ia tidak hafal sistem osteologi. Ia tak tahu apa itu dislokasi femur, tibia, ulna dan sebagainya. Ia hanya sesederhana: memegang titik yahg dirasa sakit dan nyeri. Voila, sembuh.

"Kira-kira apa pak penyakit saya? Apa karena posisi tidur saya salah? Atau pola makan?" tanya seorang pasien.

"Sepertinya Anda banyak melakukan korupsi kecil-kecilan. Misal mengambil sesuatu yang bukan milik Anda," tukas sang pemijat.

Tertegun si pasien dengan diagnosisnya yang sangat tidak berbau medis sama sekali. Atas dasar apa ia mengetahui bahwa ada korupsi yang dilakukan. Bahkan tak ada sepatah kata pun terlontar dari mulut pasien.

Pasien merasa ditelanjangi, seperti ia bertemu dengan para apostle yang mempunyai mukjizat yang terpampang nyata. Mungkin sang pemijit akan sangat kaya raya karena bisa melakukan kongkalikong atau persekongkolan makar dengan pasiennya. Namun, nyatanya biasa. Rumahnya tetap biasa. Tidak ada wallpaper atau cat dan ornamen yang berlebihan. Kecuali tuntutan harus buka 12 jam tadi.

Sejenak para pasien menimbang-nimbang apa yang terjadi. Pasien yang otaknya sama dengan otak orang kebanyakan pasti akan berkata, "Dia ini titisan dewa." Pasien yang tidak peduli akan menjadi lebih tidak peduli, yang penting penyakitnya membaik. Pasien yang kritis dan pernah membaca buku-buku filsafat atau rohaniwan pasti akan menyimpulkan lain.

Apakah sakit itu adalah karma yang dipercepat atau disegerakan?

Mungkin pernah dengar ada cerita seorang pesakitan yang bisa sembuh hanya karena ia meminta maaf kepada orang-orang yang sudah disakitinya. Hanya karena ia memperlakukan orang lain bak binatang. Hanya karena tidak mengindahkan peringatan-peringatan orangtua. Akhirnya dengan membasuh kedua kaki orangtua (yang penuh bakteri dan berbagai zat kimia berbahaya lain), si pesakit bisa sembuh. Apa pasal?

Dewasa ini, orang lebih terpesona dengan obat-obatan yang memesona. Paracetamol, Zoldifam, Ibuprofen, dan lain sebagainya. Entah obat yang bagaimana sejarahnya, semahal apapun itu, orang nampak tak akan pernah peduli dan memedulikan.

Beberapa pengunjung terdengar berbisik-bisik, berkonspirasi.

"Gini deh Bu, kemarin-kemarin saya selalu dikasih resep yang ini itu hasilnya tau-tau sampai sejuta aja. Heran deh saya, Bu," tukas salah satu dari mereka.

"Iya, Bu, di sini saya malah bingung ini. Kok nggak dikasih apa-apa, cuman disuruh jangan gini, jangan begitu. Apa yang kita yang terlalu bodoh atau bagaimana. Tapi ya balik lagi sih, selama keluarga kita sehat mah, oke-oke aja. Lagian nyumbang di sini mah juga seikhlasnya," ibu yang suaminya didera penyakit yang ajaib sampai-sampai ditengarai sebagai perbuatan santet.

Begitulah Sang Pemijit memberi pelajaran darma kepada semua pengunjung dan pasien. Mencari uang di muka bumi ini sih boleh-boleh saja dengan cara apapun. Mencari kebahagiaan di dunia ini sih sah-sah saja. Namun, alangkah baiknya jika kita memerhatikan segala tingkah laku sebelum melakukannya. Entah itu merugikan orang lain, entah itu menyakiti orang lain, entah itu zalim kepada diri sendiri, apa pun itu.

Sang Pemijit itu berkata, "Nah, jika sekarang kamu merasa sakit, dosa mana yang sedang dilimpahkan azabnya padamu? Sakitmu adalah bukti nyata cinta Ilahi. Sakitmu adalah pembenahan entropi oleh bifurkasi semesta. Sakitmu adalah domino terbalikmu. Kamu tahu rasanya tapi bisa saja kamu tak pernah tahu sebab asal mulanya bagaimana dan menyalah-nyalahkan segala hal atas nama bakteri, virus, dan gaya hidup."

"Wake up!" ujarnya.

Ayam Pakai Saos Jogja

Kamis, Agustus 24, 2017

Halo semuanya, jumpa lagi dengan gw di sini, di blog ini en sekarang gw pengen ngebahas sedikit tentang tren masakan yang berkembang di Jogja akhir-akhir ini. Setelah jaman macaroni goreng berbumbu-bumbu en jaman es cokelat yang mantap jaya bercabang-cabang di Jogja itu plus tren es krim high-end yang diramu sepaket sama bangunannya yang instagramable, sekarang tren selanjutnya adalah ngikutin budaya Korea.

Yeah, I know, postingan sebelum ini gw ngebahas tentang gw dan korea, khususnya budaya korea. Tapi bukan emang gw niatkan begitu. Hehe. Ok, you know lah, orang korea itu suka banget sama ayam goreng (baca: Chikin), cuman bedanya di sana ayam itu sama sekali TIDAK disajikan sama nasi. So, menghidangkan ayam dan nasi (kayak Olive of KFC di Indonesia) itu sangat geje sekali. Mungkin orang korea yang main ke Indonesia bakal menenui shock culture ini. Begitu juga ketika ada orang Indonesia pergi ke korea en pesen ayam di KFC korea, nggak bakal dikasih nasi.

Ne, ayam di korea itu dijadikan makanan cemilan en biasanya sangat klop over soju (baca: bir bintang-nya korea) atau yang paling sering dikonsumsi itu Cola. Gw nyoba kombinasi ini di Olive, berasa aneh banget coz biasanya kan kita makan ama es teh en nasi. Begitulah, tiap negara punya keunikannya sendiri-sendiri.

Nah, budaya ayam cemilan bersaus ini awalnya udah lama ada di Jogja back to 2015, di awali oleh Jank-Jank Chicken yang restonya ada di pelosok Nusa Indah, utara UPN sana. Lama-lama semakin banyaklah brand beginian dengan citarasanya masing-masing. So, let’s check it out!

***

Jank-Jank Chicken Wings
Cabang 1: Jalan Super Raya, sebelum Candi Gebang, Utara UPN
Cabang 2: Terban (belum tahu dimana)
Instagram: @jankjankwings

Kalau bisa bilang, ini adalah ayam sesaosan yang pertama kali gw coba. Walau agak jauh dari rumah gw tapi jalur ini adalah jalur biasa gw pulang dari jalan-jalan random gw atau pulang dari masa gw ngajar di SMP di Maguwo jaman dulu. Ya, jaman gw masih menggeluti instagram makanan-makanan kekinian dulu. Tempatnya sangat kecil pada awalnya. Kayak cuman cukup buat empat meja kecil-kecil gitu. Untuk ukuran sayap ayam doang, harga awalnya 7000 dapet dua sayap itu ya nggak terlalu mahal en nggak terlalu murah sih. Saos yang ditawarkan macem-macem gw nggak hapal apalagi sekarang udah kaga pernah mampir lagi ke sana. Terahir mungkin ya tahun 2016.

Soal rasa sih ya tergantung lidah ya, ada yang enak menurut gw kayak ayam saos blackpepper, tapi ada juga yang rasanya geje, kayak ayam saus keju. Well, gw belum pernah nemu saus keju yang beneran decent di Jogja ini selain di Pastagio, even rasa fondue-nya Pizza Hut atau KFC keju jaman dulu itu rasanya unacceptable banget di lidah gw. Nggak tau ya kalau Richeese, soalnya belum pernah.

So, kuy yang belum pernah nyicipin Jank-Jank, bisa kok nyicipin.


Kyochon
Cabang 1: Jogja City Mall (Main Floor)
Cabang 2: Transmart Foodcourt (lantai paling atas)

Nah, kalau ini mah brand asli dari Korea nih. Kalau mau nyari otentisitas dari rasa ya di sini. Favorit gw adalah ayam-ayam yang maknyuss itu pake bap (nasi) yang pulen en panas dipadu sama kimchi seger yang nggak overly-fermented. Pertama kali beli disini gw minta dibungkus soalnya pas lagi sendirian en lagi nggak mood buat makan sendirian. Kebetulan pas lagi opening, jadi pengunjungnya gila-gila-an.

Satu kata aja sih. Enak. Tapi mahal standar harga asli korea kali ya, walaupun udah dimurahin ama Kyochon cabang Indonesia. Hahaha. Bayangin aja, gw dulu cuman makan  ayam potongan entah sayap entah pada bawah gitu aja abisnya hampir 50 rebu.. Tekor deh.. Tapi emang enak sih.. heuheu.. Well, kalau di korea itu dijualnya sepaket yang banyak banget gitu.. Harganya sepaket yang isinya bisa lebih dari 9 biji itu bisa sampai 300.000 (alias 15000 Won). Insane. Tapi ya gitu, coba aja.



Solchic
Cabang 1: Jl. Selokan Mataram seberang Happy Puppy Seturan
Cabang 2: Jl. Kaliurang Km 5,2 (sebelah Luxury atau Parsley)
Cabang 3: Jl. Demangan Baru (pertigaan Mr. Burger)
Cabang 4: Jln. Godean km.1, No.98, Ngestiharjo, Bantul, Yogyakarta
Instagram: @thesolchic

Oke, here we go, tren ayam bersaus di tahun 2017 dimulai dengan adanya beberapa yang beginian. Solchic gw tahu gegara dikasih tau si Uli, temen kerja gw yang emang hobinya makan en prefer ngehabisin duitnya buat nyobain makanan baru. Awalnya mau nyobain bareng tapi sibuk orangnya, maka pas tau kalau Solchic buka di Jakal, langsung aja gw cobain.

Waktu itu masih dalam rangka liburan lebaran, en Solchic merupakan beberapa toko yang buka di Jakal, so, why not gw nyobain ini. Back to my tastebud, rasanya ya  gitu deh. Menurut gw sih oke kalau lo pilih rasa yang tepat. Selalu blackpepper jadi penyelamat karena biasanya rasa ini yang paling bisa dimaklumi.
Bedanya dengan yang lain, ayam di sini sungguh crispy udah mirip Olive. Bahkan lebih crispy lagi. Lebih crispy daripada KFC Crispy.



Kandang Ayam
Jl. Pakuningratan no. 19 Yogyakarta
Instagram: @kandangayamku

Ini adalah cabang ayam bersaos baru yang dulu pernah gw coba bareng Uly en Erlin, iya, temen kerja gw. Out of the blue kita menuju ke tempat makan ala kadarnya ini pas lagi diskon buy 1 get 1 atau apa waktu itu gw lupa.

Well, yang menyenangkan di tempat ini adalah penyajiannya yang tidak “cantik”. Literally, kandang ayam. Coba bayangin kalau kamu adalah ayam di kandang yang lagi diberi makan. Ya, gitu deh. Jadi ayamnya nanti cuman dituangka dalam plastik lebar semacam replica dari ide “terpal” sebagai pengganti piring. Nggak tahu ya nanti plastiknya bakal dipake lagi atau enggak sama mereka, so better if you tear the plactic to make sure it never happen. Haha..

So, tempat ini cocoknya buat makan rame-rame sama temen gitu so kita semacam “rayahan” dan menyampur DNA masing-masing.. hahaha... Orang yang merasa dirinya higienis nggak mungkin mau makan di tempat ini I think.

Mengenai rasa, ya pedes-pedes standar sih. Senengnya lu bisa bambah es teh sendiri di sini en nasi juga kayaknya bisa nambah lagi gitu.. Syurganya penikmat unlimited rice.. Hehehehe..


Ini mashed potato-nya juarak

King Wing
Jl. Kaliurang KM 5,2 (seberang Tempo Gelato Jakal)
Twitter: @KingWingID

Ini adalah ayam sesaosan terakhir dalam bahasan kita hari ini. Seenggaknya yang nggak masuk list gw ini berarti belum gw coba begitu.

KingWing ini gerainya nggak ada. Tempat jualannya cuman kecil. Model kaki lima. Mostly, pengunjung bungkus ayamnya. En, KingWing juga sering banget ngikutin acara pameran-pameran makanan dimana bisa sekalian ngiklanin dirinya. Udah gitu, kalau lu lihat di Jakal, biasanya ini tempat jualannya bisa dipenuhi banyaaaak banget pembeli yang kebanyakan adalah abang-abang Gojek. Menurut gw, KingWing perlu mbikin gerai Drivethru semacam McD gitu kali ya.. SS aja udah mulai bikin SS khusus bungkus kayak Olive.

Yang lebih mengesankan lagi adalah: Rasanya. Bukan lagi di fusion sama cita rasa korea, KingWing mencoba untuk mengombinasikan dengan cita rasa barat. Western Eastern fusion. Out of nowhere, mereka menyajikan mashed potatoes, which is so French based. Plus, pilihan rasanya juga cuman sedikit, en gw pilih BBQ.

Yang mengejutkan adalah cita rasanya emezing sekali. Paling berpengaruh adalah saosnya yang mantap BBQ banget en diramu dengan mashed potato-nya itu yang nggak sembarangan kentang di-mashed gitu aja. As, an authentic French mashed potatoes, mereka juga kayaknya pake sedikit keju untuk ngasih “rasa” savory di kentang-nya. Entah emang beneran ada atau mungkin lidah gw yang mulai mencari-cari rasa yang seharusnya nggak ada en jadi diada-adakan. Coba deh.

***

So, gitu deh lima penjelajahan gw tentang ayam-ayam bersaos. Semoga berkenan. Akhir-akhir ini kaga hobi nyari-nyari makanan baru sih memang. So, hanya karena beberapa resto emang ada di sekitar Jakal, why not?

Salam,

10 Years I'm Into KPOP

Selasa, Agustus 08, 2017


Halo gaes...

Klise memang kalau gw terus-terusan minta maaf karena memang jarang posting sesuatu yang bermanfaat di blog gw yang semakin usang ini. Ingat, menulis itu kudu produktif en itu bisa dibiasakan dengan nulis postingan blog kayak begini lag salah satunya, biar kaga terjadi writer block.

Tapi sejatinya, gw kaga akan membahas yang aneh-aneh atau yang terlalu berat-berat dulu deh di come back gw ini (ceileh). Oke, sesuai dengan judul di postingan ini, gw akan cerita-cerita sederhana aja tentang sebuah momen yang begitu bersejarahnya. Momen apa itu? Iya, SNSD comeback!

SNSD Holiday MV
Baru kali ini yah gw lihat video musik dari sebuah grup korea atau apa aja sih, yang bikin hanyut dan jadi keinget bagaimana cupunya gw dulu pas pertama kali terjerumus dalam lembah yang syurgawi bernama KPOP.

Kalau sekarang mungkin banyak banget bertebaran video di yutub tentang first time listening to KPOP, react to KPOP, Irish react, American react, Rapper react, Classical students react to KPOP, whatsoever. Gw dengan rilisnya MV All Night sama Holiday-nya SNSD menandakan bahwa gw sudah menempuh jalan KPOP selama 10 tahun. Gila.

Buat gw, menyukai KPOP bukan karena gw suka ngikutin gossip orang korea atau gimana, gw dulu menggunakan lagu-lagu KPOP untuk mempelajari korea pada umumnya, gimana unggah-ungguh dan budayanya. Sama halnya di tahun 2000-2007 gw gunakan untuk mempelajari Bahasa Inggris juga dai lagu-lagu inggris di jamannya. Masih inget aja gw lagu Inggris pertama gw yang gw pake buat belajar Bahasa Inggris adalah Die Another Day-nya Madonna, sampai ke lagu-lagu yang banyak slang-nya kayak lagu Ja Rule, Eminem, en Jay-Z. So, proses belajar bahasa gw adalah dengan menyukai kosakata dalam sebuah lagu plus niat untuk belajar.

Bahasa
Lagu yang pertama dipelajari
Tahun Mulai Belajar
Inggris
Madonna – Die Another Day
1999
Jepang
Remioromen – Konayuki
2005
Korea
SNSD – Into The New World
2007
Perancis
Carla Bruni – Qul’quun Ma Dit
2007
Rusia
Tatu – Nas Ne Dagonyat

Cina
Jay Chou – Tui Hou

Swedia
Jag Kommer
2014

Pokoknya gitu deh, intinya karena postingan ini tentang perkelindanan gw dengan dunia kekoreaan, maka gw akan cuman ngebahas dunia ini aja.


2007

Gw awalnya nggak sengaja banget nemu sebuah klip MV Into The New World punyanya SNSD di warnet Hasil sebelah rumah gw jaman dulu. Beberapa temen gw pasti tau lah kalau dulu warnet Hasil memang diandalkan banget karena memang nggak banyak warnet di daerah gw. Gw sempet bingung juga ini nyanyian pake bahasa apaan. Gw akhirnya dapet juga yang live version-nya. Dulu download video itu susahnya bukan main. Jaman masih pake keepvid kalau gak salah. Dan, saat itu juga gw suka lagunya walau gw gak tau artinya apaan. Mana tulisan romaji-nya ada masih notasi lama yang ada –uh –uh nya gitu. Susah pokoknya. Yang gw inget adalah gw sampai nge-CD-in lagu-lagu SNSD ini sama lagunya Carla Bruni jadi satu CD trus gw puter di CD player gitu.. So, jaman dulu banget..

2008

Sibuk masuk kuliah dan belajar kalkulus, kaga kepikiran tentang korea sama sekali.

2009

Sindrom korea menjangkit anak geofisika 2007, terutama Kris en Firsan temen gw satu angkatan di geofisika. Arie en banyak temen lain juga sampai download versi HD-nya which is di jaman itu udah keren banget. Gee, rilis tahun ini, lanjut ke lagu Himnae, yang sampai gw bikin video mash-up-nya sama Radit juga di rumah Kris jaman dulu (sayang videonya hilang).

2010

Oh! Dan gw en temen-temen mulai beli banyak pernah-pernik, termasuk album en dateng beberapa acara kekoreaan. Di sini gw memutuskan untuk cari lagu-lagu lain dari grup lain, maka kenal-lah gw dengan Suju, Kara, f(x), SHINee, Big Bang, 2PM, en 2NE1. Semakin banyaklah koleksi MV gw.

2011

Penggemar korea di angkatan gw sudah berkurang, kecuali kalau diputer lagu Sistar 19 atau apa aja yang seksi-seksi. Mulai berkembang fatwa-fatwa bahwa nonton korea itu haram, banyak yang tobat ala-ala. Run Devil Run!

2012

Tahun terakhir gw di tempat kuliah gw, gw jadi beneran fans Running Man banget di tahun ini. Sampai gw download sendiri juga tiap episode-nya. Well, idol generasi satu udah geser ke generasi dua di tahun ini.

2013
I Got A Boy! Well.. Ini jaman luntang-luntung kaga ada kerjaan, isinya cuman ngasisteni anak-anak angkatan bawah, kerja di kampus sampai wisata-wisata ke beberapa negara di Asia. Well, even di Thailand, gw nggak sengaja nginep di dorm yang khusus buat orang korea. Untungnya gw bisa baca hangul jadi pemilik dorn antusias gitu sama gw. Plus ada temen bawah bed gw (secara dorm itu sekamar campur cowo cewek 8 orang), kita diskusi tentang Lee Kwangsoo sampai macem-macem deh dulu.

2014
Mr. Mr! Ini jaman gw merantau ke Kalimantan setahunan hampir sih.Walaupun jauh dari internet, gw tetep bisa donlot khusus band-band yang memang gw tunggu comeback-nya aja, trus gw simpen di HP (yang dulu gw pake Samsung Galaxy S5), jadi bisa gw puter-puter ulang sebelum tidur.

2015
Kerja di tempat nulis artikel ketemu Indra – penggemar Sistar en Hesti – penggemar B2ST. Well, walaupun udah kaga ada angkatan sendiri, tapi frekuensi karaoke masih sering sama anak-anak 2010 khusus kekoreaan. Miss that moment. Party en sebelumnya pengumuman yang membuat hati segala SONE terbelah, yakni keluarnya Jessica.

2016
Band-band generasi pertama banyak banget yang tumbang.

2017
Akhirnya 10 tahun SNSD en 10 tahun perjalanan gw dengan segala yang berbau korea. Ada perasaan gimana gitu kalau lihat trend disband beberapa band di awal tahun ini. Pertanyaannya adalah: Apakah ini adalah rilis terakhir dari SNSD?


***

Nah, 10 tahun gw juga merasa melewatkan waktu dengan biasa saja. 10 Tahun juga menandakan kebersamaan gw dengan angkatan gw, angkatan 2007. What's the odd?

Then, 

Warna

Rabu, Juli 12, 2017


Aku rela mendekam dalam kegelapan sel khusus yang dibuat khusus oleh penjara ini. Aku benci dengan perilaku-ku sendiri. Orang lain menyebutnya agitasi terhadap sebuah objek. Orang yang lain juga bilang bahwa aku mengidap kelainan psikis berupa trauma yang dosisnya tak terkendali. Mirip seperti multiple personality, namun ini disebabkan oleh sensor optikal.
Aku tak bisa melihat sesuatu dengan warna tertentu. Warna adalah musuh terbesarku. Paling tidak beginilah rekap laporan psikiaterku:
Merah : Agitasi seksual berujung pada 8 kasus pemerkosaan.
Biru : Agitasi motorik berujung pada 19 kasus kekerasan dan 4 kasus pembunuhan.
Kuning/Emas : Agitasi suicidal, 30 kali attempted suicide.
Hijau/Olive : Agitasi otak kiri berujung pada 19 kasus cyber attack dan 3 kasus pembobolan bank.
Jingga/Oranye : Agitasi child memory. Tidak ada laporan kasus. Hanya meresahkan
Abu-abu/Silver : Agitasi vocal berujung pada 39 laporan kegaduhan.
Pink/Fuschia/Violet/Ungu : Agitasi otak kanan berujung pada 4 kasus pemalsuan uang dan 2 kasus pemalsuan lukisan seniman terkenal.
Coklat : Agitasi possessiveness, beberapa kasus pencurian. Efek ini tidak banyak terdokumentasi.
Hitam : Tidak ada reaksi.
*
Iya, resmi aku menjadi kelinci percobaan. Aku empati terhadap banteng di arena collesseum yang kepadanya diberi stimulasi kain berwarna merah. Konyol memang, tapi benar-benar terjadi.
Semua kasus yang aku perbuat itu menjadi pertanyaan para penuntut umum. Sebagian dari aku adalah normal di kala malam dan kegelapan. Namun, sebagian yang lain adalah gila dan tidak normal di dunia nyata.
Delapan tahun mendekam di sel ini, bahkan aku tak tahu barang apa yang kumakan. Zoldipam, diazepam, macam-macam obat anti-depresan yang kukonsumsi. Selalu aku berkeinginan untuk menggigit nadiku sendiri, mengakhiri segalanya. Menemukan sebuah hitam yang absolut. Hitam yang nyaman.
Tapi, kuurungkan niat itu karena ternyata dalam gelap ini aku menemukan cerahku. Dalam buta ini aku terbimbing dengan nyata. Obor lentera hati yang membuatku tenang dalam damai. Dari hal yang demikian aku dapat menyimpulkan:
Karena di setiap takdir, terdapat hikmah dan jalan bagi mereka yang selalu percaya. Ada berlimpah jalan bagi mereka yang tidak mempunyai ekspektasi. Ada kelegaan yang absolut bagi mereka yang mengikuti permainan hidup ini.


Faz, 18 Mei 2017
Diberdayakan oleh Blogger.