International Cuisine in Yogyakarta

Buat kamu -kamu yang suka makan-makan makanan yang baru... travelling Jogja untuk sekedar menccipi makanan=makanan yang unik dengan citarasa yang lain daipada yang lain, silakan baca artikel ini... Dari Jepang hingga Prancis semua ada di Jogja!

Trip to Japan

Off to Sakura's Country!

Jobhunt : British Petroleum

Hmmm... sekedar membagi perasaan saja...

Personifikology Section

Nohan comeback!

Wisata Kuliner #5

Hayo-hayo, yang blum pernah kesini, mampir mampir....

Kamis, Agustus 06, 2015

Puncak Becici, Jogja dan Senja



Menilik sebuah lanskap yang ala-ala hutan di pedalaman Inggris atau hamparan sequoia di Amerika, hutan pinus di Imogiri, Yogyakarta mempunyai keunikan tersendiri. Kilau-kilauan cahaya yang berpadu masuk di celah-celah dedaunan dan dahan-dahan tiap pohonnya membuat efek yang mampu membius siapa pun yang sedang mencari asa di bawahnya. Sukses menjadi destinasi  fotografi nomor wahid di Yogyakarta, tempat ini tak ayal menjadi lokasi idaman bagi pasangan muda-mudi belia yang ingin melangsungkan pernikahan dengan cara mengambil sebuah foto prewed dengan latar belakang rerimbunan pohon-pohon di lokasi ini. Sungguh menawan. 

Terletak cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta sekitar 22 kilometer sebelum melangkah masuk ke area perbukitan, lanskap kota Imogiri memang membuat perasaan kembali ke masa lalu dengan faktor tradisionalnya yang kental. Didukung dengan sajiannya yang memanjakan lidah seperti Soto Sawah atau Sate Klathak Imogiri yang cukup terkenal dengan ruji sepedanya sebagai pengganti tusuk satenya, semua itu lengkap jika disandingkan dengan kehidupan local yang kaya akan nilai-nilai budaya yang tinggi karena pengaruh aspek kejawen yang kuat dari lingkup makan raja-raja mataram di Inogiri tersebut. 

Meninggalkan area berkhazanah budaya yang tinggi, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang selalu indah dan menakjubkan didukung dengan jalanan aspal yang berkelak-kelok cukup panjang. Banyak juga spot-spot foto yang dapat ditemui di sepanjang jalan sampai di kota Dlingo dimana ada pertigaan yang menjadi penanda utama jalan ke area hutan lindung ini. Kontur yang lebih rapat menghiasi percabangan ini dan kekuatan kendaraan akan menjadi taruhannya. Sampai di sebuah dataran nanti, hamparan pohon-pohon pinus nan tingi-tinggi sudah memanggil-manggil seraya udara dingin yang menjadi tipikal dataran tinggi sudah mulai membelenggu. 

Hutan pinus Imogiri ini cukup luas sehingga walaupun banyak pengunjung, ia tidak akan penuh dan masih menyisakan ruang-ruang fotografi pribadi yang menawan. Banyak juga di sini para fotografer yang sedang mencoba-coba belajar dan mengasah ketrampilannya di sini. Jika lelah, pelataran di tengah hutan ini juga sudah disiapkan. Bagi yang ingin mencoba menginap di tempat ini, tidak ada salahnya. Rasakan pengalaman unik seperti camping di alam hutan di luar negeri padahal jelas-jelas pemandangan indah ini bisa didapatkan hanya di Imogiri. Bagi yang tidak membawa tenda, beberapa hammock dapat disusun vertikal di dua pohon yang berdekatan dan itu mengesankan.

Menyaksikan keindahan lanskap Yogyakarta dari ketinggian memang menjadi sebuah metode kontemplasi yang paling akurat. Sejenak mata memandang dan udara yang dingin mulai menggerayangi badan, sejenak itu pula lah stress akan hilang untuk sementara waktu. proses healing adalah efek domino yang dicari para wisatawan yang berasal dari perkotaan yang jenuh dengan rutinitasnya dan ingin melupakannya sejenak. Lebih-lebih lagi, di sekitar hutan pinus ini ada sebuah tempat yang dapat mendukung hal itu dengan mengikuti jalan aspal lebih ke timur mengikuti tanda-tanda yang dibuat oleh masyarakat setempat sampai di sebuah daerah yang bernama Puncak Becici.

Puncak Becici meawarkan sebuah gardu pandang yang hampir sama dengan gardu pandang yang ada di Kalibiru, Kulonprogo namun di sini tidak ada pengawasan yang signifikan. Pengunjung harus ekstra hati-hati jika menjejakkan kaki ke atas gardu pandang karena memang kawasan puncak ini tidak ada pengelolaan sampai saat ini. Implikasinya, tidak ada biaya masuk dan tidak ada banyak orang, karena lokasi ini belum banyak orang tahu selain orang yang mengunjungi hutan pinus Imogiri. Bagi yang ingin merasakan terpaan angin yang bertiup dan lanskap alur sungai Opak, gardu pandang di Kebuh Buah Mangunan bisa jadi alternatif lain setelah mengunjungi huna pinus dan Puncak Becici ini karena lokasinya yang amat berdekatan.
Kalo bagus dapetnya kayak gini nih... *envy* (Sumber: Sini)

Begitulah Yogyakarta, daerah dimana sajian tradisional dan alam yang memukau dapat berkolaborasi membentuk sebuah simbiosis mutualisme yang berefek pada wisatawan dan juga penghuni lokal. Jika bosan dengan wisata pantai dan wisata dalam kota, cobalah wisata perbukitan karena Yogyakarta ini adalah taman geomorfologi yang lengkap di dunia dan hutan pinus serta Puncak Becici menjadi sebuah jamrud yang mampu menghiasi kaledioskop ikon wisata di propinsi ini

* Sebenernya ini artikel buat seleksi karyawan Yogyes.com, sayangnya gak jelas en lama kaga ada info lagi, ya sudah, publish saja.. Wwkwk... Makanya bahasanya mungkin terlalu bahasa majalah..

* Update: Puncak Becici ternyata sudah dikelola semenjak delapan bulan ini oleh masyarakat/pemuda setempat. Kemarin kesini sama Yudha, temen se-angkatan, en so far emang the best time to visit kalo gak pagi banget ya sore banget, soalnya kalo siang biasanya awan rendahnya menghalangi pemandangan yang seharusnya indah di sini. 

* Berikut  Peta perjalanan: ( bisa juga via Mangunan kalau mau mampir ke Taman Buah Mangunan ama Hutan PInus Imogiri terlebih dahulu.

7 Variety Korea Favorit Ane

Mungkin semua sudah tahu dan mahfum kalo mulai dari tahun 2007, yeah semenjak lepas dari bangku SMA, gw udah jarang banget yang namanya nonton TV – berarti udah 8 tahun yak, sewindu. Entah kenapa, ya lo tau kan kalo pasalnya semenjak tahun tersebut gak ada lagi acaranya yang bener-bener bagus. Lagian TV udah lebih sering dikuasai ama orang rumah, en kaga ada satu jengkal pun kuasa gw kalo udah primetime berjenis sinetron. Selama UAN SMA aja gw disibukkan dengan ndegerin skrip sinetron yang bukannya dimatiin, eh malah digedein, jadilah gw ngikutin Cinta Fitri sebatas suaranya aja.

Terus apa yang gw lakuin dalam masa-masa itu.. Yang gw lakuin adalah cari pelem, dulu flesdis masih berapa Gb sih ya.. belum bisa ngopi pelem atau sejenisnya.. Dulu gawean gw adalah pergi ke warnet, download dsb. Hasil net depan rumah gw adalah warnet paling baik menurut gw jaman dulu karena cuman lima langkah dari rumah, persis lagunya Ayu Ting Ting.

Sebelum punya leptop di semester lima, gw cuman punya HD 512 GB yang lumayan banget secara gw jadi langganan ngenet di Dewa net deket kos-nya Cocho waktu itu. Gegara momentum kpop di Yogya ini meletus di tahun 2009 jadilah gw isi hardis gw ama MV artis korea en juga variety shownya. Sampai akhirnya gw punya leptop en beli HD baru yang lebih gede kapasitasnya en bisa memuat banyak hal. HD gw, gw pisah jadi dua warna, merah buat kompartemen Asia (memuat Jepang dan Cina juga, Korea basically 95%), dan HD warna hitam buat kompartemen Barat yang basically memuat acara variety US en UK, begitu juga dengan Film Box Office dan documenter. Dewasa ini karena Dewa net jauh di ujung sana, jadlah Luxury jadi tempat kulakan gw.

Nah, untuk variety/reality/series Barat gw bahas di postingan lain, yang sekarang gw bahas cukup yang variety korea dulu. Kenapa gw suka variety korea? Selain karena mungkin gw bisa baca hangul en ngerti dikit banyak tentang mereka, jadilah program mereka berasa klik banget sama rekayasa imajinasi gw. Selain itu, variety di Korea tidak membedakan umur, selalu ada perwakilan dari golongan tua dan muda, dan juga dari profesi yang bermacam-macam. Even kalo lo programmer atau atlit aja dihargai dan mereka kenal. Gak kayak di Indonesia dimana atlit yang terkenal ya cuman atlit badminton sama bola yang gak pernah menang. Menurut gw inilah tujuh besarnya, dari posisi ketujuh.

(7) Family Outing Season 1 - SBS
Fav Star: Yoo Jaesuk, Kim Jongkook, Lee Hyori, Park Yejin, Daesung (Bigbang)



Family outing intinya sih berkemah di daerah terpencil en ngelakuin apa yang dilakuin di desa itu. Seneng aja liat suasana desa di Korea yang masih bersih dan indah, then cast harus masak en main game bareng sama guest yang hadir tiap episodenya. Paling bego adalah ketika Jaesuk ama Jongshin udah dapet giliran bikin makanan, jadilan bubuk MSG sebagai senjata andalan biar masakan jadi enak. Dari show ini dilahirkan konsep Dumb and Dumber antara Jaesuk ama Daesung (Bigbang), lucu sih soalnya mereka beneran konyol en gak jelas. Morning chores yang bikin ngakak dampai Jongkook yang takut sama Hyori.

(6) Roomate Season 2 - SBS
Fav Star: Jackson, Youngji (KARA), Nana (Afterschool)

Nana... hahahaha...

Hampir mirip sama Family Outing, tapi yang ini lebih ke sharing kontrakan/rumah selama berbulan-bulan. Walopun berprofesi macem-macem, tapi kalau udah selesei mereka balik ke rumah roommate. Season 1 berakhir gak jelas gegara Park Bom kena kasus tahun lalu. Sampai sekarang sih masih belum ada kabar. Trus banyak cast kayak Chanyeol ama Mama Shin yang keluar en gak ikut lagi di season 2. Tapi jebulnya tensi di season 2 lebih oke. Humornya Lee Gukju bikin suasana heboh tiap hari. Sayangnya Lee Minwoo ana Seo Kangjun gak banyak screen time nya. Dominasi di season ini adalah tingkah childishnya Jackson en youngji. Masih inget aja ketika Jackson minta dibeliin Donkey. LOL. Impulsif banget jadi orang. Trus pas edisi Natal, ah itu menyentuh sekali. Gw juga lebih belajar bahasa korea di season ini karena ada dua orang yang koreanya hancur. Pokoknya lucu lah liat mereka bertingkah. Mungkin mirip kayak Big Brother minus tidak ada eliminasi di Roomate.

(5) Weekly Idol - MBC
Fav Star: Doni and Cony
Doni & Cony with IU... (^______________^)

with Girl's Day

with AOA

Kalo lo suka en tahu Idol korea (biasanya mereka jadi guest di variety lain), weekly Idol biasanya menghadirkan mereka dalam satu grup lengkap. Di sini adalah ajang promosi si Idol tersebut agar lebih dikenal oleh khalayak ramai. Formatnya simpel banget. Bahkan tempat shootingnya cuman di basement lantai tiga. Background putih semua. Super duper simpel. Paling nista en gak banget adalah RANDOM Dance Play. Ini beneran ngetes kekompakan si Idol en sama ingatan mereka. Kalao bodoh banget kayak Sungkyu atau Jimin, bisa-bisa aja diejekin di Doni & Cony njuk di tonyo pake palu plastik.. Lucu aja.. Sayangnya acara ini jarang ngundang rookie, padahal bagusnya mereka ngundang rookie adalah biar public lebih mengenal mereka.

(4) Running Man - SBS
Fav Star: Gary, Jihyo, Jaesuk, Kwangsoo, Jongkook, Haha, Sukjin


Edidi Alien.. Gary-Sswi! Ha ha ha...

Running Man in Vietnam.

Well, ini reality show paling gw koleksi semenjak tahun 2011. Pertama kali dikenalin gegara episode 35, trus thanks to Dewa net, mereka punya stok dari episode 1. Amazing to watch. Konsep yang ditawarkan hampir jarang banget ada di dunia ini. Makin kebelakang sih konsepnya gak jelas jadi nyampur sama Amazing Race atau Survivor gitu. Well, gw suka pemilihan pemainnya di sini. Trus gamenya jarang ada yang sama selain Name tag game sama Thief game di awal-awal 40 episode pertama. Personally sih gw lebih suka konsep dimana mereka dikurung di sebuah landmark lengkap dengan punishment yang sekarang nggak pernah ada lagi. Then, karena mereka sering shooting di luar negeri (Thailand, Hongkong, Macau, Vietnam, China, Australia) jadilah fans variety ini banyak banget bahkan VJ sampai FD nya aja banyak fansnya. Duh, dah lama kaga liat Dongwan FD, ngapain dia ya? Karena gw ada koleksinya dari episode 1, jadilah kalau bosen ama kerjaan, gw randomly pilih episode mana yang pengen gw tonton. So far episode favorit gw ya Episode 1, Athletic race, Ep 93, Sherlock Holmes edition, Special 8090 Idol, dan masih banyak lagi lainnya.

(3) Crime Scene Season 1 & 2 – JTBC
Fav Star: Hong Jinho, Park Jiyoon, NS Yoonji, Hani (EXID), Jang Dongmin, Jangjin.

Gak ada yang bisa nggantiin ini.. HANII!!!!!

Better than season 1

Gw emang penggemar cerita misteri. I mean, cerita detektif, makanya gw suka baca komik detektif mulai dari Conan sampai DDS en Kindaichi. Semacam gw udah mahfum ama cara membunuh yang keji dan mungkar sekaligus tanpa bekas dan alibi. May be. Yang bikin gw kepincut sama variety ini adalah bagaimana bisa menampilkan set sebesar itu lengkap dengan furniture dan lain sebagainya. Amazing lah. Penjiwaan karakter masing-masing artis bagus banget. Deduction stupid, Hyunmoo emang paling cetar di season 1 gegara emang karakternya yang geje. Di season 2, segalanya lebih keren gegara setnya lebih besar en twsitnya lebih banyak. Di samping itu, waktu inspeksi lapangannya lebih lama, maka petunjuk yang merka dapatkan lebih banyak. Nonton ini gw juga nebak-nebak bah manggis tentang siapa yang bakal jadi tersangka, sampai gw catet semua alibi mereka di timeline. Kadang bener, kadang gagal sih, but interesting enough.

(2) Infinity Challenge - MBC
Fav Star:Yoo Jaesuk, Haha, Jung Hyungdon, Jung Junha, Park Myeongsu, Hwang Kwanghee

Aku gak tau ini projek apa, kayaknya foto member gitu, emang Jaesuk paling dihormati di sini..

Parody SNSD - Gee long time ago.. itu yang celana Pink si Junjin member SHINHwa yang pernah jadi member IC beberapa saat

IC nyobain lomba balap mobil, tapi cuman tiga di kiri yang lolos sertifikasi, sayang gak ada yang menang en semuanya nabrak tembok.. Seru banget liatnya...

IC Cheerleading Squad.. Betapa susahnya mereka latian di episode ini..

Tiap member harus menjalani pemotretan buat kalender dan ini 12 posenya Jaesuk, masing-masing bulan ada temanya sendiri-sendiri

Kenapa gw menempatkan IC di atas RM?? Karena pada dasarnya setiap momentnya IC biking gw ketawa. Memang, semua member di sini adalah member tua karena IC sudah Berjaya lebih dari 10 tahun, tayang perdana di 2005. Tapi konsepnya masih selalu update dari hari ke hari. Basically, IC itu konsepnya adalah project. Dia bukan satu episode run out kayak Running man, namun biasanya untuk prject besar dia gabungan beberapa episode. Selain momen-momen menyenangkan, momen emosional juga sering terlontar ketika perayaan ulang tahun kemudian flashback memori kenangan IC mereka. Project mereka tidak gampang, mereka harus belajar sesuatu yang baru seperti Cheerleader, WWF, balap mobil, dayung, paduan suara, en masih banyak momen lainnya. Setahun sekali mereka juga harus mencari partner musik untuk Summer Song, rekaman, dan bikin album. Well, amazingly, lineup artis tahun 2015 ini bener-bener amazing mulai dari IU sampai GD, en mulai dari Hyukoh sampai Zion T. Daebak! Plus, ditunggu banget project akhir tahun nanti, dimana mereka akan ikut misi ke luar angkasa.. Well, variety mana yang menyuguhkan pertualangan ke luar angkasa????

(1) The Genius Game Season 1 – 4 – TvN
Fav Star: Hong Jinho, Lee Sangmin, Jang Dongmin, Lee Kyungran

Poster Promosi The Genius Game Grand Final (Season 4)

Season 3 winner, Ini orang pinter banget menganalisa keadaan plus trik-triknya yang agak licik, cuman trust-nya oke..

Season 1 winner, Super cerdas but agak bloon juga kadang-kadang,

Season 2 winner, pinter banget + licik..

Kayak gak tau aja kalo game itu adalah aliran darah gw. My life is a riddle adalah motto gw jaman punya situs teka-teki dua season yang gagal secara pendanaan sih sebenernya. Ha ha ha. I love mentally being challenged en gw pikir memberdayakan otak adalah sebuah olahraga. Ha ha ha. Hal ini mencakup juga aspek psikologis. Belajar dari game ini gw juga belajar manajemen lying. Bagaimana menjaga mikro-expression ketika lying. Ha ha ha. Emang sih, kita harus hidup jujur, jujur lah walopun itu sulit, namun memahami bagaimana orang berbohong juga sebuah game. Game ini sebenenernya baru gw temukan sekitar dua mingguan yang lalu and it’s amazing. Gegara searching Hong Jinho di crime scene sebelumnya, gw jadi tertarik cari tahu lebih dalam. Eh, ternyata luxury menyediakan dua season secara lengkap. Sayangnya season 3 dan 4 blum ada.. Hu hu.. Slogannya itu, ugly victory or beautiful defeat.. cukup merepresentasikan bahwa issue utama di game ini adalah trust.. Game Open, Pass di season 1 is really mind blowing bagaimana cerdasnya Hong Jinho en gw jadi fans sekarang.

Lagi-lagi pilihan itu berdasar pada preferensi kita, yah mungkin karena gw lebih suka sesuatu yang lebih meguras otak dan berpikir, maka mungkin variety kayak Superman Return, Invincible Youth, WGM, Hello Counselor, Star King, Happy Together, sampai Gag Concert mungkin banyak juga yang suka. Sekali lagi emang berdasar pada hobi dan kesukaan sih. 

Btw, mungkin kalo ada channel Net.TV di jogja mungkin gw udah nonton tuh, soalnya menurut gw cuman itu statsiun yang kaga alay dan prgramnya juga bermutu, HD lagi, jadi kalo di donlot itu gak malu-malu-in kayak pas RCTI nyiarin Super Shownya Suju... Jelek banget gambarnya...

Kamis, Juli 02, 2015

[PERS #32] Nike Sri Sovia



Kalo disuruh ngomongin tentang Nike, well... Well, sebelumnya mungkin ini edisi yang pake acara hiatus setelah edisi yang lalu gw bahas tentang Nohan di site Delta Mahakam yang lalu.. Then, gegara shit happens, jadilah baru gw pengen ngerampungin edisi ini..

Di momen begini kalo ngomongin tentang anak 2007 pasti yang ada hanyalah kenangan, karena kita udah lulus hampir tiga tahun sampe empat tahun lalu officially. So, kadang sambil liat-liat foto anak-anak ini gw merasa kangen sekaligus merasa bukan apa-apa tidak lain dan tidak bukan hanyalah sosok penulis yang mencoba menggurat histori antar penulis dan objeknya..

Jaman buber 2007 yang paling beda di seharah geofisika.. hahaha... Seksi konsumsi ayeah!

Penyakit nih orang adalah minjem HP gw buat selfie.. errrr....

Once upon a time, gw kenal Nike mungkin udah lama banget sejak semester satu, sejak banyak tugas, dan sejak kosnya paling deket dari rumah gw secara vicinity. Yah, sekitar 200 meteran dari rumah gw sampe dulu pernah gw dimarahi Nike gegara cuman deket gitu doang pake acara motoran.. Hahaha.. Dus, dulu gw sering main gitu sekedar apalah, pinjem catetan lah, sampe dia minjem buku novel en komik gw, en tuker pelem lah, running man lah, dan juga kos Nike emang sering dipake buat kumpulnya cewe-cewe angkatan gw. Mungkin mereka pada ada acara gossip bersama atau masak-masak gw kaga tau but thanks juga dulu kalo ada masakan yang dibawa dari rumahnya di Padang sono biasanya ni anak pasti ngasih rendangnya walopun cuman dapet talasnya doang.. Nice..

Sejatinya ini anak orangnya emang menyenangkan dan suka menolong, yeah mungkin impek dari kegiatannya pas semester awal-awal sebagai anggota UKESMA UGM, kadang emosional dan kadang juga frigid kalo disuruh nonton pelem horror atau yang menyayat hati.. but seengaknya yang masih gw inget adalah pas kita bikin klub bahasa inggris ama cocho gitu sambil menghabiskan malam-malam lapuk. Big thanks lagi adalah ketika dia mau aja jadi bendahara angkatan pengganti Maika yang emang harusnya jadi bendahara. Gw emang lemah di bagian tagih-menagih maka dari itu gw minta bantuan Nike buat bagian itu. Dan, oke kok...

 
Sesi foto jaman klaster masih di tempat yang sekarang S2/S3..

Sok Bergaya di ruang karoke pas jaman karokean ama semua cewe + anang

with Danas yang masih dalam tahap transformasi

Ini bukan ayam den lapeh kan ya? hahaha
Paling inget ketika karoke pasti awalnya yang dinyanyiin apa coba? Lagu daerah Sumatra Barat dan ada juga di mesin karoke.. Hahaha.. Lumayanlah mengisi warna dan spektrum dari kita-kita dan menjadikannya lebih kaya dengan suara yang sebelas duabelas ama Siwi.. mungkin mereka saudara.. haha..

Masih inget ketika doski curnhat pas jaman nyari kerjaan pasca lulus dari geofis.. Doski lolos seleksi Wardah trus pas di interview doski disuruh ngajar anak-anak aja saking pas en klop nya mungkin postur en pembawaannya Nike... Well gw sih setuju aja, tapi mungkin sakit kali ya digituin ama interviewer.. But, akhirnya setelah pencarian yang gak lama, BUMA akhirnya jadi jalan hidupnya sampai sekarang.. 

Memang hobi ekting bego..

Nike and the gang.. Coba perhatikan IWAN sebelum phobia kamera foto..

Jaman sesi foto SIG di depan Auditoriumnya Geografi

All in purple... Wew...

Geohasrat...
Sepertinya gak perlu bahas kejadian cintanya ama salah seorang anak angkatan gw juga kali ye... Secara mungkin udah tau kalao semua itu sudah berakhir... Cuman kadang bikin awkward ketika gw ama Coco berkunjung trus ada Yudis dateng apel gitu, hahaha.. langsung ngacir ndak jadi gengges, mood berubah.. Hahaha.. lucu aja masa-masa itu.. Well, balik lagi ke Nike, seenggaknya pas udah sukses dia masih inget ama gw dan itu terbukti pas dia balik Jogja untuk pertama dan mungkin terakhir kalinya.. Hahaha.. heboh semuanya.. gw jadi super sibuk nganterin ini itu... Tapi berasa sih suksesnya.. haha.. Maren dia berwacana mau ke Jogja bareng Prina, tapi kaga jadi, untungnya masih suka ngobrol ngalor ngidul di BBM atau Whatsapp, since FBnya udah di-deaktivasi sebelum kepergiannya ke Kalimantan.. Oke deh, semoga ketemu lagi kapan-kapan..

Foto-foto terakhir sebelum meninggalkan Jogja menuju Kalimantan (taken by Prina)

Makan-makan courtesy by Nike pas pulang ke Jogja tahun 2013... Well udah dua tahun ya.. hampir tiga malah... Kapan lagi nih ke Jogja, ditunggu...

Minggu, Juni 07, 2015

Kalibiru dan Pantai Goa Cemara

Tidak ada yang lebih menarik dari bepergian mengunjungi tempat wisata di hari-hari yang lowong di bulan bulan Desember lalu.. Pada saat itu gw emang lagi asyik temasiknya ngikutin kompetisi nyari spot-spot wisata en fotografi via kamera hape buat dijadiin imaji instagram.. Coba aja buka instagramnya travellingjogja atau explorejogja, yeah itu dua dari banyak akun instagram yang mencoba menelusuri jogja en nyari objek-objek menarik di sekitarnya. Dan, kali ini gw pengen mencoba menelusuri Kulonprogo.

Kalo ditanya tentang objek wisata apa yang lagi ngehits di kulonprogo pasti jawabannya adalah Kalibiru. Yeah, emang sih, buat lo yang penasaran, kalibiru bukan sebuah kali dengan warna biru yang cantik tapi ini adalah nama tempat yang asyik sekali en romantic since it’s dingin en berkabut kalo hujan. Yang pasti adalah tempat ini adalah tempat yang tinggi di bukit sebelah timur waduk Sermo, kulonprogo.

Gw rely on GPS only nih di bagian ini, soalnya kalo googling peta bisa-bisa elo nyasar sendiri ntar. Rute resmi sih via waduk sermonya langsung, tapi itu terlalu jauh. Jadilah pake GPS tadi kita bisa ambil jalan-jalan rahasia yang penuh tantangannya sendiri. Intinya, gw ke kalibiru dari arah timur, langung dari jalan wates abis kaliprogo, masuk desa-desa gitu ntar lewat morfologi yang gak begitu terjal sampai hampir terjal kalo udah sampai atas bukit. Sampai sini mulailah cerita yang menguras tenaga motor gw.

Di atas bukit di sebelah deretan rumah-rumah ada sebuah pertigaan yang satu turunan, yang satu naikan. Kalo di GPS emang kita disuruh lewat yang turunan which is lebih cepet sampai ke Kalibiru. Nah, di hari yang hujan gloomy en becyek ituh, jebul pas gw emang udah lewat turunan ternyata ada angkot yang terjerembab hampir nyeblung jurang gitu karena tanah yang becek dan berair. Didukung dengan mobil yang stuck juga dari arah yang berlawanan membuat jalan itu praktis mati sementara menunggu gotong royong warga untuk sekedar ngangkat itu angkot. Karena gw mah orangnya kaga mau nunggu yang gak pasti pasti gitu ya, akhirnya berbekal GPS ala ala, gw ambil jalan naikkan di pertigaan tadi. En, voila, ini emang 100% naikkan. Gw kaga berjalan di atas awan. Itu awalnya emang menyenangkan kanan kiri pohon temohon, sampe akhirnya makin naik en naik lagi en disadari kiri kanan gw udah jurang tak berdasar. Gw cuman bisa berdoa biar motor gw kaga macet coz sama sekali kaga ada jalanan datar sampai bener-bener di pucuk bukit. Secara GPS sih gw kayak muterin itu bukitnya Kalibiru di bagian timurnya padahal si Kalibiru ada di bagian barat daya dari si bukit.

Lelah motor gw, gw coba nanya penduduk setempat soalnya gw udah kaga percaya GPS lagi, ternyata emang udah deket tapi emang cuman muterin doang. Abis ketemu SD apa gitu di utara bukit, akhirnya nerusin lagi muter sampai akhirnya nemu jalan turunan then ketemu pintu masuk si Kalibiru. Nyasar Nyasar men!

Badnews is ketika dalam suasana hujan, pihak Kaliburu tidak membenarkan adanya fitur zipline yang berujung pada gardu pandang di atas pohon yang emang jadi ikon unik Kalibiru ini sendiri. Lo tau seberapa pengennya gw naik itu pohon? Sebesar itu jualah penyesalan gw ketika hujan datang silih berganti. Ada beberapa orang juga yang dongkol juga sih, cuman ya gitu deh, mau apa lagi. Cuman bisa lihat pemandangan indah waduk sermo dari ketinggian itu tanpa halang. Menakjubkan.

Gegara kaga bisa duduk termenung di tempat yang semestinya, jadilah harus begini ajah..

Loncat dengan latar belakang Waduk Sermo
Akibat hujan turun lagi membuat lafar, akhirnya gw memutuskan untuk sekedar makan mie rebus pake telor ama temen gw itu. Eniwei gw kaga sendiri ya kalo lo berasumsi demikian. Sembari makan gitu gw bingung sebenernya mau kemana lagi abis ini karena dari Kalibiru udah kayak duhur lewat gitu. Then, setelah menimbang dan berpikir berulang ulang secara impulsif gw memutuskan untuk pergi ke Pantai Goa Cemara, which is so insane. Jarak dari kalibiru ke Pantai ini sungguh bukan buatan jauhnya, puluhan kilo. Lagian pantai ini ada di Kabupaten Bantul, bukan lagi di Kulonprogo. Itulah the magic of impulsif.

En perjalanan yang demikian itu bener-bener melelahkan.. pantat gw jebol.. tau sendiri motor gw kayak gimana.. Gilak Gilak... Perjalanan yang 100% berdasar GPS google map aja... Itu baru pertama kali gw lewat Wates kota setelah berbelok ke arah selatan dari jalan berangkat tadi. Baru pertama kali lewat semua areal sawah-sawah itu.. ndeso sekali.. asik sekali.. udaranya masih fresh en segeer banget... Sampe ada jalan lurus vertikal ke selatan yang tau-tau ngehubungin ke Jalanan lintas pantai jalur selatan, pas banget ama plank pantai Bugel kalo lo tau.. Searching bentar apa itu pantai Bugel, dus gak ada yang special di sini. akhirnya lanjut lagi ke Pantai Goa Cemara.

Hal yang nyebai dari jalan yang lurus plus panasnya terik en iklim pantai yang membakar membuat halusinasi akut. Gw berasa kayak di hipnotis gitu.. limbung-limbung, jauh banget soalnya itu jalan lurus.. Fyuh, sampe akhirnya masuk ke perempatan en ada cegatan.. Fuck.. Untung gw bawa surat-surat lengkap, plus sampai juga di perbatasan Kulonprogo ama Bantul di Jembatan Srandakan. Dus, dari gang setelah jembatan ini tinggal ke selatan terus beberapa kilo sampai masuk ke plank bertuliskan pantai Goa Cemara. Sebenernya di deretan ini banyak banget pantai temantai, pilih aja yang lo suka. Yang gw takjub itu di sebelum pantai itu ada jalanan aspal bagus banget.. Gw penasaran, apakah itu akses ke Bandara yang baru?

Well.. apa yang menarik di Pantai ini? Goa dan Cemara itu jawabannya. Mungkin tempat ini dipenuhi orang pacaran. Yaiyalah, nama juga tempat sepik dan romantic.. Semoga gak jadi semak-semak tempat eksekusi aja sih.. Kalo dibilang fasilitas sih di sini sepi banget.. Cuman ada beberapa tempat parker ama warung kopi gitu ama kamar mandi de el el.. Trus sebenernya pantainya kotor coz gak ada perawatan yang signifikan, dibiarkan gitu aja, tapi asiknya pantai sepi adalah tenang en cocok buat kontemplasi. Bayangin ama pantai Parangtritis, mo ngapain lo kalo kuda kuda hilir mudik ama ATV ATV.. Sayang garis pantainya sempit coz kudu berbagi sama Patehan en sebelahnya yang gw lupa nama pantainya apa.. Kwaru kah?

Hammock Free

Bekgron yang gini ini jadi tempat wedding capture

Pantainya kotor tapi sepi sih...
Bagusnya ini kayak di pelem pelem gitu.. Hutan hutan gitu terus tau-tau pantai.. Cocok banget ama lo lo yang pengen banget foto-foto atau even wedding capture moment. Sampai sini gw ngehabisin sampai hampir magrib coba.. Bayangin seharian berkutat di atas motor sakitnya pantat gw.. Nice..

Kamis, Juni 04, 2015

Pantai Timang dan Wediombo sebuah Memoir

Dimulai dari rencana impulsif gw ama Bey, ditambah lagi dengan si Bey punya pinjeman motor. Masa itu gw masih lumayan kaya, sehingga gw janjiin buat bayarin bensin nanti. Tujuan gw adalah Pantai Timang. Dan, biasa toh, janjian ama Bey pasti gak jelas. Jadi ato enggak. Kampret sekali. Sampai akhirnya deal. En yaudah, motor gw titipin ke dia. Mangkat.

Pikiran gw sebenernya biasa aja, cuman trip ke Gunungkidul harusnya cuman 2 jam perjalanan, paling malem udah pulang, jadi gw kaga banyak bawa barang, cuman selempang tas jaman sekarang yang cuman memuat HP en alat elektronik lainnya lengkap dengan tongsis. Even gw kaga bawa topi.

Perjalanan pun biasa aja, sampai kita makan siang dulu, secara jam 12 baru berangkat kita, demi apa coba. Makan siang di Jalan Piyungan, trus lanjut naik Patuk, istirahat di Pom bensin dulu, baru lanjut lagi dengan bantuan GPS gw. Biasa ke pantai pake mobil, ketika pae motor berasa jauh banget tuh kota Wonosari. Kalo menurut GPS sih kita disaranin polin dulu sampai Rongkop baru belok kanan, tapi itu jauh banget, ya udah, ketika software udah ngaco, saatnya bainware yang bekerja gaes! Gw putuskan untuk lewat Tepus. Jauh banget. Eh, sampai pertigaan yang misahin Tepus ama pantai Krakal, kita belok kanan, en terjadilah peristiwa nyebai itu.

Tepat di tempat antah berantah dimana batugamping terumbu menghunus tajam tajam berada disekitar kita, gw diturunkan, disuruh nunggu sembari Bey coba cari tambal ban deket situ, dugaan awal sih gembos aja, so gw duduk di batu di pinggir jalan, sendiri, di tempat yang maha sepi itu. Lima belas menitan lebih nunggu akhirnya Bey dateng lagi, perjalanan dilanjutkan dengan was-was, I mean sambil cari tempat tambal ban yang mungkin ada. En, voila, gak nyampe sekilo dari titik gw ditelantarkan tadi, gw kembali ditelantarkan, gembos lagi, kali ini yakin bukan gembos, tapi bocor. Yowis, gw nunggu di tebangan kayu mahoni yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan, waktu itu ada yang berniat beli kayu itu.

Sembari nungguin, gw ngobrol-ngobrol gak jelas ama bapak-bapak itu, sejam berlalu. Banyak juga bis-bis yang lalu lalang, sampai hamper dua jam, ada preman setempat yang lalu lalang, awalnya beli bensin, trus ngapain lagi kaga tau deh, akhirnya nanyain, “nunggu opo?”, gw jawab aja mode preman juga, “nunggu koncoku” ketus. Dia paham, trus balik lagi ke arah lain. Gw semakin bosen, mau tiduran juga gimana gitu. Mau mampir ke warung sebelah, gw kaga ada duit sepeser pun, abis buat bensin ama makan tadi. Setengah empat lebih gitu, si preman balik lagi ke warung trus nyanperin gw. “Kae koncoku le nambal ban kae dudu, lemu to awake?” (Itu temenmu yang nambal ban itu to?). Iya jawab gw. “Yowes, ayo munggah, aku mesakke je ndadak nunggu neng kene ket mau.” (Yaudah, ayo naik aja, aku kasian soalnya daritadi nunggu di sini). Wew.

Gw merasa ada di FTV deh, preman bertampang sangar, berambut pirang, bertato, berbau aneh, eh berhati Prince Charming. Sambil dianter gw nanya-nanya tentang Pantai Timang, bla bla bla akhirnya sampai ke tempat Bey nambal, langsung takjub, sangar, temennya preman. Ternyata keknya rumahnya si preman di deket tempat tambal ban itu.

Sebenernya pas gw sampai, tambalan udah selesei, eh tapi katanya kurang kuat, takutnya bocor lagi gitu, akhirnya nunggu lagi setengah jam. Sebenernya si Bey pengen ke Wediombo, trus gw pengen ke Timang. Dan waktu menunjuk jam 4 lebih. Motor Bey rampung jam setengah lima, yawdah Bey ngalah kita ke Timang. Sampai ke desa sebelum Pantai Timang, ternyata jalanan berubah menjadi bebatuan karang. Dan, gak jauh-jauh, Bey gak mau motornya bocor lagi, gw disuruh jalan kaki. Hari semakin malam. sampai di suatu tempat, kita berpikir gimana, mau langsung ke Wediombo aja, atau nginep di desa tadi. Gw pilih nginep aja deh lebih enak kayaknya. Tapi di sisi lain, gw kaga bawa apa-apa. Yawdah deh, apa boleh buat. Bey bilang, yawdah besok pagi-pagi banget aja kita jalan dari desa ke pantai. Dalam hati gw, oh no!

Karena bingung jadilah kami sholat magrib dulu. Eh, ternyata ketemu takmirnya, minta ijin apa boleh tidur di masjid itu. Boleh boleh aja sih. Tapi kemudian dia menyarankan untuk tidur di tempat mbahnya, sekitar 4 rumah dari masjid itu. Wah wah. Rejeki anak sholeh. Bey langsung koar koar.. hzzzz..

Well rumahnya desa sekali. Punya ruang tamu yang luas. Yah, tipikal desa sekali. Beruntungnya lagi, pas itu lagi ada acara di desa, ada semacam KKN tapi cuman 4 hari, namanya P2L ato apa gw  lupa, punyanya anak FIP UNY. Mana lagi, 95% yang ikut cewek semua. Bey tahu sendiri gimana udah bentuknya. Ya udah seperti pucuk dicinta ulam tiba, seperti itulah kemudian hari bergulir.

Selepas isya en makan malam bareng di ruang keluarga, kita disambut apa keluarga si takmir tadi. Karena kita nginep di rumah mbahnya si takmir maka agak awkward awalnya, terlebih lagi karena jebulnya rumah di takmir is not as the same as rumah di embah, jadi beda sekitar 300 meter gitu. Jadilah habis isya si takmir pulang ke rumahnya sendiri. Beruntungnya, di rumah itu ada bapak-bapak yang pulang dari ibukota setelah beberapa tahun pergi mengadu nasib. Gw lupa nama si Bapak ini, tapi enak diajak ngobrol soalnya memang sudah terkontaminasi ibukota, namun perjalannya kembali ke kampung seakan kembali mengulang kenangan masa kecilnya di kampung utara Pantai Timang ini. Trus gak segan-segan menawarkan bantuan guide ke Pantai Timang besok paginya. Sebut saja namanya Pak Joko.

Well, karena kita nginep di rumah di desa ini, beruntungnya kita ketemu ama tiga cewek yang juga nginep di rumah yang sama, namanya Aulia, Winda, ama Arum en kesemuanya dari Fakultas Pendidikan UNY angkatannya gw lupa tapi keknya masih anak baru, sekitar angkatan 2014. Secara first impression sih si Aulia keliatan unyu sekali, putih, en menyenangkan lengkap dengan bahasa jowo kromonya yang keren, tapi seperti anak kecil kebanyakan, fokusnya susah en mungkin tipikal alter egonya yang masih mengotak-kotak. Kalo si Winda, lebih ke sosok emosional yang sakit en gak enak ketika ada impuls negatif ada di sekitarnya, but quite talkative too. Beda lagi ama si Arum, ini anak tipikal anak ibukota tang kewl abis, walo agak banyak alergi jadi bikin penampilan anak ini sangat tertutup including penutup mulutnya itu, I mean, masker.

Kemudian, malem harinya, gw ama Bey bergegas menyaksikan gladi resik orang kampung nari-nari daerah gitu di sebuah tempat pertunjukkan yang memang udah biasa dipakai di kampung ini, sekitar 200 meter dari rumah. Nah, di sini mata si Bey kemana-mana, saking banyaknya cewek cantik pas di acara ini, gw ama Bey jadi kayak melakukan infiltrasi jadi mahasiswa UNY trus dikelilingi ama bidadari-bidadari. Ada semacam senior dari mereka yang talkative gitu pas kita duduk-duduk di bahu jalan. Cerewetnya bukan main, tapi jadi semakin asik untuk membunuh en mencairkan suasana terlebih lagi si Bey yang berusaha menggaet si L.. yeah, ada cewe cakep yang panggilannya L gegara cedal.. Dan begitulah sampai kita ngantuk en merasa lelah untuk kemudian lanjut tidur.

Karena memang tidak ada rencana untu nginep, jadilah gw kaga bawa apa-apa, apalagi baju-bajuan sampe duit duitan, even charger HP. Then, kita harus bangun pagi untuk catch the sun in the beach kalo kata Pak Joko.

***
Pose anak-anak panti.. ama Arum, Winda, en Aulia

Pose di depan rumah.. suasana pedesaan yang fanassssssssssss,, iklim pantai...

Pagi-pagi di keremangan suasana pedesaan, gw udah bangun gitu, cepet-cepet menyesap sepenggal teguk teh hangat demi meningkatkan energi sebelum pergi ke pantai. Sambil nunggu moment, ada bagunya kalo kita foto-foto selfie dulu ama anak-anak housemates. Well, Pak Joko ready, kita ready, dan akhirnya ready untuk JALAN. Well, sebenernya gw paling males ama ide jalan kaki ini, karena gw gak suka naiknya nanti. Then, yang dibilang deket ternyata JAUHHHHH binjit.. Itu coba kalo pake motor gw pasti sanggup. Jalanannya sama kayak jalan yang ada di Pantai Bekah sebelumnya, coarse boulder. Yang menyenangkan dari perjalanan ini adalah Pak Joko banyak cerita kenangan masa kecilnya en sembari demikian, dia kuga ketemu ama orang-orang desa yang pangkling ama dia secara dia udah ama meninggalkan desa itu. Jadi, sambil jalan kita bareng ama banyak petani-petani yang going to work.


Jalan-Jalan Men... Batu-Batu Men!!!
Bertemu ama sodara-sodara Pak Joko di sepanjang perjalanan

Amazing banget jalan yang ditempuh, en lebih amazing lagi ketika sampai di tempatnya. Pantai timang. AMAZZZIIINGGGG. Mengingat pas gw lihat reality show korea, Barefoot Friends yang digawangi oleh Kang Ho Dong, Yo Si Yoon, Uee, ama Kim Hyun Joong, pengambilan gambar di pantai ini emang bagusnya bukan main. Sayangnya gw kaga punya uang buat pake itu gondola buat nyebrang ke pulau karang di seberang kayak yang dilakuin ama orang Korea itu. Lagian, buat nyewa itu harus reservasi dulu karena itu adalah usaha milik enam rekanan yang baru boleh dipakai setelah ada official affidavit dari kesemua rekanan itu. Kalo kata orang setempat shooting acara SBS itu emang membuat sejahtera, karena semua yang terlibat memang dibayar mahal.

Pantai Timang.. a secluded beach right?

Pulau Karang di Pantai Timang yang heboh..

Well, puas foto-foto di tebing itu, lanjut ke pantainya di sebelahnya dan air laut nampaknya cepet banget naik ke permukaan seiring semakin siangnya hari. Bey ama Pak Joko memilih buat eksplorasi sisi sisi pantai yang susah dijamah, gw stay aja di pinggir pantai, berbaring santai beralaskan pasir pantai yang not too rounded. Then, setelah puas main air en ketemu ama beberapa anak UNY lainnya yang selo banget di Jumat pagi itu. Tantangan selanjutnya adalah NAIIKKKK. You know I hate it so much..

Itu lereng naikkan itu bisa dibilang curam banget, napas gw sampai terengal-engal, habis, air minum serasa priority banget kala itu. Untung ada cewe UNY yang juga kesusahan naikm berasa ada temen deh.. Sebut saja, Tiwi en Windy, satu lagi gw lupa namanya. Kerna Pak Joko sibuk jagongan ama temen-temen desanya, maka gw ama Bey jadilah naik sama anak-anak UNY itu, en sepanjang perjalan ketemu banyak rombongan anak UNy lain yang juga pengen liat pantainya. Sebagian nekat karena gak bawa perlengakapan yang memadai kek air minum. Ketemu juga gw ama makhluk yang namanya Dea, well.. gini nih tipe ideal gw, easy going to the max.. anak desa ngapak yang berkebudayaan eropah.. nya ha ha ha ha..

Perjalanan naik lebih lama daripada perjalanan turun. Karena kaga bawa kaos ganti, tau sendiri betapa mambunya diri gw. Gw sempetin mandi tapi kaga ganti baju. Minjem alat-alat mandi punya anak-anak UNY en merasakan boker en mandi di kamar mandi yang ndeso sekali. Kapan lagi mandi tapi setengah badan lo bisa keliatan dari radius beberapa meter.  Tembok kamar mandi lah cuman sekitar 120 cm, menyisakan 50 cm gw kudu menjadi konsumsi publik. Mana airnya juga kudu nimba lagi.. Berasa KKN jilid 2..

Abis mandi saatnya jumatan tapi gw absen en makan bersama lagi di siang hari ama Pak Joko pasca jumatan. Makannya sih desa juga, apa aja deh kita juga udah thankful. Ijo-ijo ama gitu semacam daun singkong yang diapain gitu udah terima aja, enak juga kok. Kebahagiaan itu sederhana kok. Abis chit-chat gitu saatnya santai sembari nunggu waktu buat ngelanjutin perjalanan. Tau sendiri si Bey pas mau pisah gitu.. dia kaga mau kehilangan moment surgawi ketemu cewe-cewe kece itu makanya ngulur-ngulur aja kerjanya. Gw yang udah gerah ama bau badan yang 24 jam kaga mandi ini udah pengen buruan aja ceritanya. Ok, kemudian kita lanjutkan perjalanan ke Pantai Wediombo. Pantai yang hampir ada diujung timur Yogyakarta kalo kaga ada Pantai Sadeng ama Pantai Jungwok.

Dari Pantai Timang gw menuju jalan aspal lagi en ntar kalo ngelewatin Pantai Siung berarti jalan lo bener. Tapi instead of masuk ke pantai Siung, ini lo kudu lurus terus sampai ntar ada plang lagi mengenai pantai Wediombo. Nggak jauh kok, cuman sekitar 1 sampai 5 kilo gitu. Karena basically kita masuk ke zona tanjung gitu, jadilah masuk jalan ke pantainya agak jauh, dan jalanannya semua aspal. So, well.

Satu hal yang gw sukadari Pantai Wediombo adalah kenyataannya sebagai Gunung Api Purba yang lebih recent dari Nglanggran. Bagian inti dari tubuh gunung api purba ini udah meleduk entah di jaman ama en sisanya adalah kaldera mini yang membentuk morfologi teluk di pantai ini. Tubuh gunung api purba ini sampai ke bagian timur pantai Siung yang jadi tempat gw shooting ama anak-anak 2011 dulu, sebagai area distal dari facies gunung api. Facies medial gunung api ini ditemui dalam bentuk sheeting-sheeting dike yang banyak ditemukan di sepanjang pantai wediombo.

Well, Pantai Wediombo juga perfect fit kalo lo lagi pengen liat sunset yang perfect. En ada spot yang asik buat renang. Sayangnya gw kaga bisa en males nyemplung di kolam alami di antara batuan-batuan itu. Di situ gw berantem ama si Bey en yaweslah soalnya dia pengen nyemplung di situ.. Okelah, sambil mbantuin dua orang wisatawan asal Jawa Timur yang lagi berwisata di situ. I envy so much.. Then, gak banyak sih yang bisa dinikmati di pantai ini. Ada sih bebarapa restoran di samping-samping pantai, yah tau sendiri betapa mahalnya biaya makan disini. Yah kalo mau makan sih makan di Pantai Depok aja kalik ya..

Bentukan yang bikin gw envy... Gw mana bisa bikin gaya kek gitu.. hahaha... Sumpah itu kolam bening banget.. A must try kalo lo bisa renang!!!

Sunset Lover

Jam 4 kah jam 5 sore gitu akhirnya selesailah sudah perjalanan gw ama Bey di Pantai Wediombo. Well.. emang sih impulsif itu emang lebih menyenangkan daripada apapun. Banyak pengalaman yang bakal didapat kalo lo impulsif. Well, ini semua adalah pengalaman bulan November 2014, which is enam bulan lebih yang lalu so mungkin banyak hal-hal baru yang mungkin terjadi di beberapa lokasi yang gw sebutkan gitu. Sama tau jalan ke Pantai Timang udah diaspal gitu, atau mungkin udah ada indomaret bercokol di jalan situ. Who Knows?? Hahahaha...

Tempus Fugit

Kalo gw bisa ngerekap perjalanan hidup gw di enam bulan terakhir, err.. delapan bulan kah sudah? Emboh.. gak ngitung... Kalo gw pulang dari laut-laut muara ilo itu bulan september en sekarang udah Juni, means udah lebih dari delapan bulan gaes... Hampir setahun lah...

Jatuhnya harga minyak njuk berujung pada susahnya gw dipanggil ama perusahaan gw kemarin lagi. Dibilang sih karena ada sedikit pemangkasan demi penghematan finansial. Dan emang sih, coba dulu kalo pas ditelpon mereka gw iyain aja ya kan, mungkin bakal jadi berbeda ceritanya. Dus, waktu dan choice itu memang seperti bilah pedang dan dua sisi mata uang..

Shit happens ketika kemarin gw membuang tiga bulan waktu gw untuk berkutat di sebuah tempat penulisan artikel. Well, amazing sih sebenernya ketika gw bisa belajar banyak dari apa-apa yang mungkin gw kaga pernah tau sebelumnya dan for that reason i felt blessed. Gw belajar banyak dari dunia-dunia yang gw gak tau kek arsitektur aama automotif sebelumnya. Dari gw yang kaga tau apa arti backyard string lighting sampai ngerti seluk beluk interior vestibule, soffit, DIY water fountain sampai mabuk ama patio concept di awal bulan Mei. Trus juga gw jadi tau apa maksud engine, displacement, ground clearance, drivetrain, bla bla bla.. tru gw jadi lebih aware ama mobil-mobilan sekarang. But, semua berakhir ketika negara api menyerang ada masalah yang akut menyerang en berakhir pada gw yang dirumahkan.. Pity enough..

Hal yang demikian membuat gw jadi devastated secara mental dan gak tau harus berbuat apa ke depan.. Yeah, jalani hidup aja dengan normal dan efektif belum bisa menjawab pertanyaan gw... Kemudian maren pas gw namatin serial korea 49 days yang kudunya udah ditonton jaman baheula, ternyata ada hikmah yang ada di dalamnya...

Gather your courage and live!

Well, secara finansial emang sih gw lagi hancur-hancuran, devastated, en might be perished. Then, dari hal itu kemudian gw mencoba mencari jawaban dengan banyak cara, dengan temen-temen yang mungkin mengerti, dengan cindil-cindil yang senasib. Seenggaknya gak semua orang sanggup feeling so devastated like i did, then gw terus cari kesempatan untuk bergerak dan mengisi hari-hari yang boring and dull ini. 

***

Di sudut Perpus UGM yang panas.
Di depan pasangan yang tidak punya empati.. err... 

Selasa, Maret 31, 2015

Mind if i Post Something?

It is barely almost for months may be, i am quite busy these days. But, now, after work, i have a small chance to update my blog.

It is not as easy to comeback to the industry (following the prior posting), I've try so many ways but the matter always said the contrary.

I just want to to what i like in this humble life. Not as a backup player in a drama like life. I must be the main player with my own decision.

Do I look like not ready to do something beyond your imagination, even if my imagination. After all perils, let see what'll be happens.

Senin, November 17, 2014

Laut Bekah yang Bikin Trauma

Laut Bekah
Mau tahu jalan jalan galau gw yang paling absurd???? Bikin trauma segala.. Apalagi kalo kaga jalan-jalan nekat sendirian gw ke Laut Bekah.. Kalo lo ahli geografi pasti bertanya?? Mana lagi itu yang namanya Laut Bekah. Karena yang ada di bagian selatan Indonesia pastinya adalah Samudera Hindia, ternyata orang setempat menamai Laut sekitarnya dengan nama Laut Bekah... sangat tidak masuk akal... Diawali dengan melihat-lihat wikimapia di susuran pantai di atasnya Parangtritis, ternyata ada sebuah tebing yang emang pernah gw denger namanya karena ada bangunan yang dibangun di sana, gw pernah liat juga di Jogja TV ato di mana gt, tempatnya emang jadi spot buat rockfishing, semacam memancing gitu.. mungkin lobster.. 

Sekedar tahu lokasinya, cuman kaga tau kapan bakal eksekusinya sampai pada suatu hari yang cerah, minggu yang cerah, sebelum masuk musim penghujan seperti sekarang, bangun tidur gw bingung mau kemana gt, trus keluar aja ngarahin motor ke arah Imogiri, gak tau sebenernya mau kemana, sampai di Indomaret Imogiri, akhirnya terpikir untuk nyoba bisa kaga motor gw ke Laut Bekah... Tentu saja kudu ngelewati tantangan paling ekstrim, Tikungan Irung Petruk.

Irung Petruk Curve (Box), Harap hati-hati aja gaes!
Karena udah ngisi bensin di Pom Bensin Imogiri, gw memberanikan diri naik ke tanjakan Siluk itu, oiya sebelumnya dari Kantor Kecamatan Imogiri ambil kanan trus kiri ke arah Jalan Imogiri-Siluk. Dulu pas mau hunting Selopamioro gw pernah lewat sini, tapi sampai Desa Nawungan, motor gw udah koyo entut gaes. Bau gosong dimana-mana, mungkin kaga kuat nanjak segitu hebatnya. 

Berhasil melewati rekor sebelumnya, di pertigaan selopamioro naik lagi ke atas, ke arah goa crème, terus sampai lo cuman nemu nothing, jejeran perumahan berubah jadi bukit-bukit yang terjal, jalan naik turun selama beberapa kilometer. Dalam hati gw, ini beneran gw serius ini?? Tapi gimana lagi... Kapan lagi jalan di jalan besar halus yang sepi kayak gini.. Kalo lo udah sampai ke prumahan yang tinggal puing-puingnya, itu tandanya lo udah di puncak bukit... hahaha... Gw bingung ama puing-puing itu... kenapa gitu ya? Perasaan dulu ada desa deh di situ. Mungkin suatu hal menyebabkan desa itu hancur. Jauh beraoa kilo lagi, akhirnya sampai ke Kantor Polisi Panggang, artinya lo udah di Panggang kota.

Masuklah gw ke negeri antah-berantah, jadilah google map GPS jadi pegangan. All Hail to teknologi dah. Akhirnya dari pertigaan abis Pos Polisi itu gw ambil kanan, lagian ada plang “Laut Bekah” juga di situ.. keren... apakah itu hasil KKN?? hahaha.. Ikuti jalan aja terus sampai pertigaan lain, yang ini ada plang SMP Purwosari ato apa gitu, ikuti jalan itu aja. Sampai ngelewatin SMPnya, trus sampai ke kelurahan Giripurwo. Ambil kanan apa ye? pokoknya ikutin GPS aja nanti di kiri jalan ada plang lagi. Di balik plang itu sudah menunggu jalan khas dusun. Yaitu dua jalur cor-coran. Oke. Awalnya gw ragu dong ya. Jalur itu aman kaga buat motor gw. Yawdah, udah sampe sini juga mau ngapain lagi, akhirnya gw melangkah naik itu jalan dusun. 

Nama nya jalan dusun (credit to jogja.mblusuk.com)
Dan ternyata Jalan dusunnya PANJAAAANG sekali sodara sodara. Dia kudu lewat sebuah desa gitu, trus lewat desa lagi, baru itu naik ada kuburan di samping kiri, naik terus sampai yang terlihat cuman lading-ladang di kiri kanan jalan, mana jalan dusunnya kadang-kadang rusak-rusak. Sampai desa Temon, desa terakhir sebelum Laut Bekah. Di situ ada pompa ban in case ban lo kempes ato apa soalnya kekuatan bener-bener diuji di lap berikutnya. Naik dari desa Temon masih jauh, sampai nanti lo menemukan fakta ngenes bahwa ternayata jalan dusunnya berakhir di suatu tempat dan Laut Bekahnya masih jauh sekitar 2 kilo lagi lah mungkin. Dan jalannya semuanya BATU gaes! mending kalo batunya hancur kecil kecil atau massif massif sekalian malah enak. lha ini, udah batu karang-karang karbonat yang tajem tajem itu. At that moment, gw mikir lamaaaaa banget. Gw mikir motor gw bisa ngelewati kaga. Pada awalnya gw mikir banyak motor parker di situ buat jalan ke Laut Bekahnya, tapi ketika gw liat GPS en masih jauh, jalan pun kayaknya gak mungkin banget. Motor-motor di samping jalan itu punya petani-petani yang lagi sibuk ngarit en bercocok tanam di sekitar situ. Keren. 

Jalan batunya gak nyantai gaes! (sumber: jogja.blusuk.com)
20 menit mikir, nyoba jalan pelan-pelan.. Akhirnya lama-lama udah jauh aja.. Tapi beneran awful sekali jalannya.. Kaki gw juga ikutan main biar kuat nanjak batu-batunya.. jangan dipikir jalannya lurus, udah bebatuan masih naik turun juga.. so, ketika gw turun gw mikir ntar naiknya gimana coba.. fyuh... udah setengah jam nuntun motor gitu, jalannya gak habis-habis. Pesimis udah. Ada niat mau balik aja sih gitu. Mau nanya orang juga gak ada yang lalu lalang sama sekali.. Yawdah lah.. pacu aja motor ngawur.. ngegas ngegas sampai akhirnya nemu jalanan dengan bebatuan lebih kecil, tikungan, disitu ada tulisan yang bawa mobil agar sampai sini aja. Akhirnya habis itu turunan dengen kabar yang menggembirakan, JALAN DUSUN.

Ea, jalan dusunnya ternyata turun 75 derajat sodara sodara. Gila aja, gw bayangin ntar naiknya gimana, ok, habis itu dari kejauhan gw udah liat horizon laut, en voila beberapa ratus meter kemudian gw sampai di bangunannya YKPN itu. Gw mikir, gila banget yang bangun fasilitas sekeren itu, gimana coba angkut materialnya. Salut.

1,21 km jalan batu... jane mlaku yo iso gaes!
Dan, capek gw hilang ketika disuguhi pemandangan nan biru, laut lepas, lengkap dengan angin yang bertiup semilir khas jam 3 sore. Banyak orang di sini cuman pengan liat sunset sih. En pas gw disana lagi ada sepansang kekasih. Fyuh... Sambil melepas penat, mari berselfie.

KTNA... semacam tempat berteduh.. berpacaran.. hm..

Tebing Timur, itu ada tangga gaes.. buat petani lobsternya turun

Gw gaes, pake tongsis...
Ternyata ada dua tempat gan, yang satu namanya Laut Bekah, satu lagi namanya Tebing Pecis. Pemandangan tebingnya dari Tebing Pecis lebih bagus. Dua pasang kekasih lagi ada di Tebing Pecis. Dari Laut Bekah ke Pecis kudu jalan kaki sekitar 100 meter melewati karang-karang dan semak-semak gitu. 

Anyway, imho, emang sih tempatnya keren, cocok banget buat ngelamun berlama-lama. Pengen juga sebenernya nunggu sunset ato semacamnya. Tapi gw mikir jalan tadi lah.. Kalo kemaleman en ada apa-apa bisa gila saya. Akhirnya jam 4 gitu gw udah cabut dari sini. En memutuskan untuk lewat Parangtritis, which is cuman 12 km dari situ, en pengen nyoba aja gimana rasanya turun dari bukit samping Paris en minimal nyoba ke Paris tanpa bayar restribusi. Hahaha.

***

Akhirnya tertimpa masalah yang lumayan serius, motor gw deh yang kena korbannya, malah bukan bannya, sangar sekali ban ku. Yap, motor gw kaga mau mati, ketika gw isi bensin di Pom Bensin Parangtritis, motor gw kaga mau mati walo kuncinya udah gw matiin. Yah, akhirnya ke bengel di Kretek, nunggu reparasi lama sampe jam 7 malem. Dibuatin kontak darurat, kalo mau matiin kudu kontakin tuh dua kabel yang diambil langsung dari CDI, memang anggapannya kabel di sekitar kunci kontak udah rusak.  Sayangnya HUJAN cuy! Itu kabel jadinya nyetrum-nyetrum gitu... Fyuh.. capek lah.. Laper lagi, mau gak mau kudu makan enak.. hahaha.. Akhirnya mampir HW, trus pulang ke rumah, besoknya di bawa ke bengkel Honda, nginep dua hari di situ. Fine. Tekor.

Sampe sekarang belum berani yang nekat-nekat lagi lah.

Nih peta perjalannya ama penampang morfologi jalur berangkat en pulang gw... hati hati pokoknya di Tikungan Irung Petruk..

Berangkat - 48 km
Pulang - 51 km (gegara hari minggu macet gaes jalan Paris, terpaksa lewat Imogiri Barat)