Geolistrik Survei I



Oke... sebenernya ini postingan udah agak basi.. tapi, yo ben lah, daripada dibuang sayang, mendingan dipost aja. Woke, beberapa saat yang lalu, kelompok 2 yang terdiri dari 12 mahasiswa sableng berNIM mulai dari 11449 hingga 11650 melakukan suatu kegiatan yang tebak-tebak buah manggis gitu deh, pasalnya, blum bener-bener mahfum tentang gimana cara survei geolistrik dengan baik dan benar.. TORnya blum ada, langsung disuru ngukur, pastinya dengan alat sendiri yang maknyuss gila gitu.. Well, tanggal 11 Oktober kemaren Gw yang selalu ontime (* hoekk *), Bey yang gak bisa bangun pagi, Radit yang sibuk SDAMF masa-masa kritis, Kris yang penuh pesona en menebar benih.. (* manut Radit iki *), Priyo yang gak jauh-jauh dari rangkaian dipol-dipol, Hilmi yang bulu kakinya dipol-dipol, Nohan yang bertenaga kuli, Galih yang pulang tak diantar datang tak dijemput, Mita yang selalu siap mencatat, Siwi yang penuh desibel en noise, Indah yang kalem, en Rudi yang cuman ikut setengah hari, semuanya jadi satu... khayalan.. dan tawa mesra riang canda... walahh malah jadi nyanyi era 80 gitu... Oh Maaii Gooodd..

Well, praktikum dilakukan di timur Gedung Kimia, dengan konfigurasi yang dipake adalah Dipol-Dipol ama Schlumberger. Konfigurasi dipole-dipol dengan spasi 3 meter dan N bervariasi mulai dari 1 hingga 3, dengan target kedalaman semu sedalam 7,5 meter. Sedang, konfigurasi Schlumberger dengan eksentrisitas 1/5 dan spasi AB/2 maksimal adalah 100 meter dengan 8 segmen/dekade.

Wahhh.. awalnya sih agak ragu gitu, wong nge-rangkainya aja gak bener.. awal-awalnya.. ya.. tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya dalam waktu yang relatif agak lama, kita berhasil menyelesaikan pengambilan data ini. Hufff... untung dulu gak panas-panas banget, coba hari ini tadi... modar wae...

En, setelah konfirm ke Pak Eddy, ternyata masi salah, bahkan grafik kurva log-log untuk Schlumbergernya jelek banget... en data dipole-dipole lupa dibalik tegangannya.. Yaa.. namanya juga masih latihan bagian I kan?? Salah itu wajar... Hehehe....


2 komentar

nahdhi mengatakan...

Sampeyan survei jam berapa? Beda jam udah beda hasilnya lho. Soalnya resistivity bahan juga ditentukan suhunya (tentu tanah yang sampeyan injak juga termasuk).

Anonim mengatakan...

Nah itu dia... tapi mbuhlah..

Diberdayakan oleh Blogger.