Jogja Under Siege

Erupsi Merapi meluluhlantahkan desa Balerante. (Sumber: Google Earth)
Ledakan Merapi sungguh-sungguh dahsyat pada Kamis hingga Jumat dinihari hingga menewaskan sedikitnya 54 orang. Bahkan letusan ini disebut terdahsyat sejak 1870.

Berikut ini kronologi musibah yang terus mengancam hingga hari-hari ke depan ini:

Rabu malam 3 November

Badan Geologi tidak bisa lagi bisa menghitung jumlah kegempaan Merapi saking meningkatnya aktivitas. Frekuensi kegempaan, termasuk awan panas, ditulis 'berentetan'.

Kamis 4 November

Kegempaan dan awan panas masih terjadi berentetan.

22.30 WIB

Gemuruh kencang terdengar dari Merapi. Gemuruh didengar hingga jarak 40 km dari Gunung Merapi. Warga mulai panik, terutama yang tinggal di pengungsian.

23.00 WIB

Suara gemuruh terus terdengar dari lereng Gunung Merapi di perbatasan Magelang-Yogyakarta. Gemuruh tersebut diduga berasal dari guguran material dan lahar dingin Merapi.

23.40 WIB

Gemuruh dari dari Gunung Merapi terdengar sangat keras. Setelah bunyi itu, Camat Pakem Budiharjo menginstruksikan pengungsi direlokasi. Pengungsi dari tiga kecamatan langsung dipindahkan.

Jumat 5 Oktober 00.30 WIB

Ratusan pengungsi dari Desa Krinjing yang mengungsi di Kecamatan Dukun, Magelang, yang mengungsi di balai Desa Tlatar, Kecamatan Sawangan, Magelang malam ini dievakuasi menuju balai Desa Deyangan, Kecamatan Mungkit, Magelang yang berjarak 30 km dari puncak merapi.

00.45 WIB

Hujan kerikil mulai dirasakan warga. Setelah gemuruh keras disertai getaran cukup keras dari Gunung Merapi di perbatasan Magelang-Yogyakarta, lereng Merapi dijatuhi hujan kerikil. Ribuan pengungsi berbondong-bondong turun Gunung menuju tempat yang aman.

01.00 WIB

Zona bahaya lereng Gunung Merapi diperluas menjadi 20 Km. Zona bahaya diperluas setelah terjadi gemuruh keras dan hujan kerikil di lereng Merapi. Staff Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana, Andi Arief mendapat laporan dari Kepala Pusat Vulkanolodi dan Mitigasi Bencana Dr Surono soal itu.

01.30 WIB

Hujan kerikil terjadi hingga kawasan UGM yang berjarak sekitar 25 km dari Merapi. Hujan kerikil bahkan dirasakan hingga selatan Yogyakarta yakni Taman Siswa, Sorosutan bahkan hingga Bantul.

02.00 WIB

Puluhan ribu pengungsi letusan Gunung Merapi memadati Stadion Maguwoharjo di Sleman, Yogyakarta. Sementara itu ribuan pengungsi lain tengah berbondong-bondong turun pos pengungsian menuju tempat relokasi pengungsian yang lebih jauh, mendekati pusat kota.

02.30 WIB

Kota Yogyakarta gelap gulita penuh abu vulkanik. Sebagian warga terjaga karena takut terjadi apa-apa. Tebalnya abu membuat proses evakuasi terhambat karena abu menutup kaca-kaca mobil. Jalur evakuasi juga gelap.

03.37 WIB

Korban luka mulai masuk ke RS Sardjito, Yogyakarta. Tak lama kemudian, sejumlah jenazah tiba di rumah sakit.

05.59 WIB

Korban tewas Merapi jadi 40 orang, puluhan lainnya luka-luka bakar sangat gawat. Korban kebanyakan bertempat tinggal di jarak 17 km dari Merapi yang sebelumnya masuk zona aman. Rumah-rumah di Cangkringan terbakar.

07.47 WIB

Bandara Adi Sutjipto ditutup mulai pukul 06.00 WIB - 09.00 WIB. Namun ternyata hingga pukul 11.00 WIB, bandara masih ditutup. Suasana gelap dan hujan abu serta pasir juga terasa di kota-kota selain Sleman seperti Purworejo, Magelang, Kulonprogo, Klaten, Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Ciamis. Kampus dan sekolah di Yogya libur.

08.38 WIB

SBY akan menggelar rapat khusus soal bencana Merapi pukul 13.30 WIB. Rakor bencana digelar di kantor Menko Kesra Agung Laksono.

09.00 WIB

Situasi di Yogyakarta masih kisruh. Abu vulkanik masih berlanjut. Pengungsi berpindah ke tempat yang lebih jauh dari Merapi seperti GOR Maguwaharjo, UGM, dan Pogung. Pengungsian di kampus UII di Jl Kaliurang yang semula dinyatakan aman, dipindah ke GOR Sleman. Asrama mahasiswa UII juga dikosongkan. Pengungsi semakin merangsek ke pusat Yogyakarta, 30 km dari Merapi.

09.06 WIB

RS Soeradji Klaten merawat 20 korban luka bakar akibat letusan Merapi. 

10.00 WIB

Walhi minta SBY menetapkan status bencana nasional untuk Merapi. Korban jiwa hingga saat ini mencapai 54 orang dan 66 orang luka bakar berat.

11.21 WIB

Bandara Adisutjipto memutuskan menutup bandara hingga jam kantor berakhir pada pukul 21.00 WIB. Kapan bandara dibuka lagi, menunggu perkembangan nanti malam hingga besok pagi. (ken/nrl) www.detik.com

Mengerikannnn..................

VIVAnews - Pengungsi yang ada barak-barak di lereng Merapi mengalir ke kota Yogyakarta. Selain di stadion sepak bola Maguwoharjo, pengungsi juga berdatangan ke kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut pantauan VIVAnews.com, seribu lebih pengungsi kini ditampung di lapangan basket di aula mahasiswa UGM. Mereka rata-rata adalah pengungsi pindahan yang sebelumnya ditampung di kampus Universitas Islam Indonesia (UII), yang terletak 14 kilometer dari puncak Merapi.

Kelelahan tampak di wajah para pengungsi. Suara sirine yang meraung-meraung membuat mereka makin ketakutan. Anton, warga Dusun Sudimoro yang letaknya 12 kilometer dari puncak Merapi menceritakan, situasi dari kampus UII sampai ke arah lereng Merapi bagai kota mati.

"Di sana tak ada aktivitas kecuali evakuasi dan ronda. Semua mengungsi," kata Anton, Jumat, 5 November 2010.
Rumah-rumah kos di dekat kampus UII juga kosong melompong. Pemandangan didominasi warna putih. Kabut tebal membuat jarak pandang hanya sekitar 10 meter, membuat kawasan itu susah ditembus sepeda motor. Hanya mobil dan truk yang mampu menembus dengan relatif mudah.

Sementara itu, seorang pengungsi yang lain, Mardi (70), warga Pakem Binangun, mengaku ini kali pertama ia mengungsi. Pada letusan sebelumnya, desanya tak pernah dinyatakan bahaya.

Tadi malam adalah malam yang panjang bagi Mardi dan pengungsi lainnya. Ia dan 10 tetangganya panik mengungsi ke kampus UII. Baru istirahat sejenak, pada pukul 00.00 WIB mereka dipindahkan ke UGM. "Saya terpisah dari anak dan istri. Sampai sekarang saya tidak tahu di mana mereka."

Menurut informasi, pengungsi di Maguwoharjo sudah mencapai 20 ribu orang. Hampir semua warga di barak pengungsi di lereng Merapi dialihkan ke sana. (Laporan: Juna Sanbawa, Yogyakarta | kd) www.vivanews.com
Sekali lagi...... Innalillahi Wa Inna 'ilaihi Raji'un.....

Nggak bisa gw membayangkan wajah-wajah penuh debu vulkanik itu.....

Udah gitu diberitakan Sungai Code bakal meluap...

Lahar dingin Merapi yang mengalir ke Kali Code yang membelah pusat kota Yogyakarta, telah meluap. Berdasarkan informasi dari warga yang tinggal di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, ketinggian air pukul 12.30 WIB sudah hampir melampaui tanggul. -www.detik.com
Semoga Jogja dalam damai....

Gw pengen exodus ke Singapura ini....

1 komentar

Anonim mengatakan...

sik son, bar merapi rampung wae le nang singapura.

Diberdayakan oleh Blogger.