Jogja Urban Legend (Updated)

Dari kaskus gw dapetin ini.... plus kemarin malem gw nguping @jogjaupdate en dapet juga info tentang yang beginian... ternyata eh ternyata ada toh...




1. Suara drumb-band tengah malam.

Sekitar tahun 80-an akhir, setiap tengah malam, di hari hari tertentu, kita orang jogja pasti mendengar suara drum-band. Kalau yang rumahnya barat, pastilah mengira asal suara itu dari timur, kalau dari selatan pastilah mengira itu asal suara drum-band dari arah utara, begitu pula sebaliknya. Anehnya, suara itu ketika dicari tidak ada satupun yang menemukan. Saya pernah minta kepada bapak untuk nonton itu drumb-band, lantas diantar sama bapak mencari asal suara itu, tapi tetap saja tidak ditemukan. Ini semua orang jogja asli pasti tahu.

Note : Kalo gw bole jujur.. gw pernah denger suara ini.... bener... nyokap gw juga... om gw juga... Keknya udah jadi rahasia umum yaa... itulah... Dulunya gw pikir ada anak MB yang kurang kerjaan main drum band malem-malem, semacam TC atau apa gitu... ternyata bukan..

2. Legenda Yu Darmi.

Tentang legenda hidup ini, beliau adalah legenda dunia malam pinggir kota. Dengan payung hitam dan baju hangat semacam sweater berkerah menutup leher, beliau "bekerja" menjadi PSK senior. Rumahnya kalo ndak salah diselatannya stasiun lempuyangan.

Waktu SD ketika saya berangkat setor koran naik sepeda pagi-pagi dari jalan Diponegoro ke stasiun tugu dan lempuyangan, saya sering berpapasan dengan beliau, bahkan beliau sering menyapa sesiapa yang masih terbangun dini itu di sekitar area lempuyangan kadang di utara Kridosono. Tapi apa yang dilakukannya waktu itu saya ndak mudheng.

Note : Hhmm...... Gw pikir Yu Darmi ini ngapain kek... jebule semacam itu...

3. Gauk (sirine-Jawa) pabrik gula Madukismo

Suara gauk yang meraung raung setiap jam 5.45, 6.00, 21.45, dan pukul 22.00. Suara ini akan terdengar setiap musim tebang tebu atau disebut cembengan, yaitu pada bulan April-Oktober.

Note : Well... gw penasaran ama yang satu ini... kenapa jaraknya cuman 15 menit yaa.. Misteri banget
4. Gauk pitulasan, 1 maret, dan 10 november.

Suara gauk ini berasal dari tower gauk di selatan pasar Gampingan (Serangan) selatan jalan. Dulu disitu ada tower jaman belanda yang selalu dibunyikan pada tanggal tanggal tersebut. Kalau tanggal 1 maret dan 10 November pasti dibunyikan tepat jam 6 pagi. Kalau pas pitulasan pasti jam 10 pagi. Pada saat gauk pitulasan dibunyikan, ada ritual kusus yang dilakukan para mahasiswa Institut Seni Indonesia, yaitu tiarap. Tapi akhir 80-an, tower yang sudah tidak berfungsi sejak awal 90-an itu sudah dirubuhkan karena dibelakangnya dibangun PLN baru. Sebelum PLN, bangunan pabrik anim yang terkenal angker.

Note : Wow..... Anak ISI melakukan ritual di sini.... keren keren... Btw, Serangan itu dimana yak?

5. Air Mancur

Dulu di tengah perempatan Kantor Pos Besar ujung jalan Malioboro ada air mancurnya. Lalu sekitar pertengahan 80-an air mancur itu dihilangkan seiring meningkatnya volume lalu lintas yang melewati perempatan itu. Lantas, lokasi NOL kilometer itu dinamakan Air Mancur. Kalau ndak percaya tanya aja sama kernet bus kota

Note : Oh yaa? kayaknya iya deh, dulu entah di mana, entah di Kraton, atau di Ulen sentalu, gw pernah ngelihat lukisan jalan Malioboro tempo dulu...

6. Suminten Edan

Hahaha tokoh kethoprak ini sangat fenomenal sekali. Siapapun pasti pernah nonton ketoprak ini, enta itu nonton dirumah sendiri atau di tetangga. Ketoprak yang sangat menakutkan bagi anak-anak kecil, hahaha, apalagi suara tangis bayinya Suminten. Tokoh yang memerankan Suminten Edan adalah Marsidah, BSc., dari sanggar ketoprak Sapta Mandala pimpinan pak Widayat. Rumah bu Marsidah dari dulu sampai sekarang di selatan pasar Ngringin di Patangpuluhan.

Note : NIce inpoh... mungkin gw blum tau betul mengenai ini... Ato pas gw blum lahir..
7. Gito-Gati PS Bayu

Tokoh kembar fenomenal dalam bidang perkethoprakan Jogja dan sekitarnya. Anak-anak kecil bisa membedakan keduanya dari "upa atau nasi yang menempel di pipi" salah satu dari keduanya. Anaknya, Bambang Rabies sampai sekarang masih eksis di dunia kesenian.

Note : INi juga gw baru tahu... Hahaha... Bambang Rabies... Emang joga kota seni banget yaa... dulu pas sama si Bey ke pagelaran ISI di Societet, gw baru tahu ada seniman namanya KOPET... so nasty...

8. Kethoprak Sayembara TVRI Jogja

Beberapa judul yang masih saya ingat: Ampak-Ampak Singgelopuro; Kesaput ing Pedhut, Ampak-ampak kaligawe, dll. Terakhir kethoprak sayembara tahun 1994 dengan tokoh Ria Enes yang punya noda "toh" di lengan. Sponsor ketoprak sayembara terakhir adalah majalah Referendum yang terbit dan mati pada tahun-tahun tersebut. Salah satu tokoh yang sangat terkenal adalah Ki Bongol, seorang misterius yang sakti mengenakan caping. Dan ingat ga, kalau yang jadi mbok mban di setiap lakon selalu sama orangya, ibu ibu gemuk pendek, namanya Bu Titik, tapi panjangnya siapa ndak tahu.

Note : Kalo ini dulu gw pernah denger, kayaknya di radio pernah disiarin gitu.. jaman dulu gw punya radio lama bekas jelek jadul gitu... pake ABC yang gede itu... seneng banget bisa tuning-tuning radio... Jadi, kayaknya gw pernah denger mengenai sayembara ini

9. Mbangun Desa

Cerita semacam opera sabun yang digunakan oleh pemerintah sebagai sarana untuk menyalurkan kebijakan-kebijakan yang bertitik pada pembangunan desa. Dikemas lucu dan dengan gaya jogja yang khas. Tokoh-tokoh dalam opera ini adalah: Den Baguse Ngarso (Drs. Susilo), Pak Bina, Bu Bina (Heru Kesawa Murti), Kang Sronto, Yu Sronto (yang aslinya adalah istri dari pemeran Pak Bina), Den Ayune Ngarso (Yati Pesek) Kuriman, dan terakhir ada Yu Beruk.

Note : Ini tontonan wajib dulu pas gw SD, lebih bagus 100% daripada Putri yang Ditukar.. atau apalah namanya sekarang.... Lucu... So down to earth banget... Apalagi Den Baguse Ngarso itu... hahaha... jadi keinget ceritanya....

10. Obrolan Angkring

Sapa kelingan tokoh tokohe, ayo tulis kene. Nek aku masih ingat lagunya loh.
Warung angkring sebutane
Ra ngintelek ning mesti dho dikangeni
Mahasiswa, tukang becak, seniman lan senewen
kabeh ngumpul dadi siji dho gayenge
Ngobrol mrono, ngobrol mene kaya ahli
Wusanane ngrasani nggone tanggane
Aja-aja, aja keladuk sembrono, iso iso diciduk karo pulisi
Mangga-mangga, mangga lenggah wonten mriki
Lenggah nangkring, sego kucing, karo ngopi
Mangga-mangga, sing ra jajan mesti rugiii

Note : Kalo ini sih semua juga tau... bahkan kemarin si @madsomuch aja ngajakin nonton ini... aku suka salah satu pemerannya yang pake salonpas itu sapa namanya??? lupa... persis sama om gw soalnya... hahaha.... Yu Beruk juga biasanya nongol di sini...

11. Basiyo

Dagelan mataram ala Jogja yang digawangi oleh Alm. Basiyo, Alm. Ki Narto Sabdo. Ngabdul,dll. Dagelan yang bersahaja, lugu, cerdas, antisipatif, tidak sarkasme, dan sangat kental dengan kebudayaan dan cara hidup orang kebanyakan di Jogja.

Note : Kalo ini gw baru denger


12. Sujud Sutrisno


Seorang pengamen jalanan jogja yang khas dengan permainan kendang tunggal di selempangkan menyamping di perutnya. Mulai mengamen dengan kendang tunggal ini sejak ibuku belum lahir,,yaitu sebelum tahun 62, dan sampai sekarang mbah sujud masih mengamen dengan cara yang unik ini. Satu frase dalam lagunya yang terkenal adalah

"Tum, dundang mbokmu....."

Note : Hahahaha.... ini frasenya terkenal banget... bahkan untuk tumini (adik kelas gw di geofisika)
13. Puk puk puk, ji walang kaji puk puk beruk dem dem
Masih ingat ga, tahun sekitar 80an pertengahan, ada opera Lebaran yang dibintangi oleh Didik Nini Thowok, Daryadi, Marwoto Kawer, dan Bu Titik (yang biasa jadi mbok mban di ketoprak). Dalam opera itu, Dhidik Nini Thowok dan Marwoto Kawer merapal mantra yang lucu dan masih saya ingat sampai sekarang.

Pok pok pok dem dem dem, ji walangkaji pok pok beruk dem dem dem;
....ora ngalor ora ngidul nunul menuk Dul....

Note : Kalo didik ninik towok sih gw tau... dia rumahnya deket rumah keluarga gw yang lama... di bilangan Jatimulyo sana... Baru kemarin gw tau kalo Jatimulyo itu daerah preman..

14. Ciri-ciri orang Bantul: pipi kanan hitam


Hahaha ini pameo entah siapa yang memulai, yang jelas sejak saya masih kecil, thn 90an saya sudah mendengar tentang hal ini.

Jadi begini, dahulu, orang orang Bantul banyak sekali yang bekerja ke Kota Jogja. Ribuan orang bersepeda bersama memenuhi jalan jalan arteri utama Bantul-Jogja, seperti jalan Bantul, jalan Parangtritis, dan jalan Imogiri, baik pada pagi hari ketika datang maupun sore hari ketika pulang, berjajar 2-3 sepeda di sebelah kiri. Ketika berangkat kerja, mereka berbondong-bondong bersepeda menuju Kota yang berada disebelah utara, menuju arah utara, sehingga matahari pagi di timur lebih banyak menyinari sisi muka sebelah kanan. Begitu pula sebaliknya, ketika pulang, muka mereka sebelah kanan kembali terkena matahari sore di ufuk barat. Begitulah pameo ini berlaku hahahaha.

Note : Hahahahaha.... bagaimana @gamageofis? apakah pipi kanan anda hitam??? hahahaha

15. Legenda LAMPOR

Ketika saya kecil, saya pernah diceritakan sama bapak kalau di malam-malam tertentu, orang orang disepanjang lembah Kali Code mendengar bunyi gemerincing dan derap kaki kuda. Dan ketika mereka mendengar itu, lantas serta merta mereka akan menutup pintu dan jendela. Ya, mereka bilang ada LAMPOR datang. Lampor adalah tentara dari kerajaan Ratu Pantai Selatan. Mereka datang dengan kereta kuda mengantarkan Ratu yang hendak berkunjung dengan kereta kencananya menuju Gunung Merapi melewati sungai Code. Tapi jaman dulu memang mereka benar-benar mendengarkan suara gemerincing itu. Jika suara itu datang, pendudu lantas menutup pintu lantaran takut dibawa serta ke Laut Kidul. Tapi suara itu terdengar benar-benar ada!!! Legenda tentang Lampor ini pernah dituliskan dalam sebuah cerpen oleh seorang tukang becak, tapi ketika tulisannya mendapat juara dalam sebuah kompetisi, dia menolak untuk menulis lagi.

Note : Sebenernya legenda ini enggak cuman di daerah Jetisharjo, karena setau gw dari hasil googling gw, center cerita ini adalag di Jetisharjo, bersanding dengan cerita-cerita kolonial tentang pembunuhan tentara belanda di halaman SMK 3 itu... Anyway, dulu gw juga pernah denger cerita serupa tapi blum tahu kalo namanya Lampor. Pas kemah kelas 6 SD, kalo gak kelas 5 SD gw kok lupa... Karena lokasi kemah itu hanya bersebelahan dengan KaliKuning... beberapa orang ngedenger suara ini.... Entah hoax atau enggak... gw kaga ngerti.. Yang pasti, mungkin tentara kerajaan Ratu Selatan bisa lewat mana aja, Kali Code atau Kali Kuning..

16. JOXZIN JXZ

Joxin, atau ada yang menyebutnya dengan kepanjangannya Pojox Pom Bensin, adalah grup gank tertua dan terkenal di Jogja. Bermula ketika anak anak seputaran malioboro dll, membuat kumpulan gank yang suka nongkrong di Perempatan Sultan Agung (timur Shoping) di depan POM Bensin Senopati yang sekarang sudah dijadikan taman parkir.
Versi lain mengatakan bahwa JOXZIN ini adalah akronim dari Joko Sinting. Selalu berkendara motor RX King. JOXZIN menginpirasi lahirnya gank lain seperti QZR, Qizruh yang jika melakukan tawuran selalu mengendarai motor Jet Colet dengan ciri khas sticker putih di slebor depan. Kemudian muncul gank lain seperti: CNX Conyax, Ardath Aku Rela Ditidurin Asal Tidak Hamil, CAJ Cina Anti Jawa, TRB Trah Budeg, dan yang agak baru ada GMX Gemax yang bermarkas di Kauman.

Note : Istilah Ardath oini udah lama.... gw tau dari temen gw SMP.... ternyata nama gank.... Dari dulu gw pengen tau markasnya QZR ini... ow... begitu toh ceritanya

17. Bioskop-bioskop Legenda kota Jogja

Berikut nama-nama bioskop yang dulu sempat ngetop di kota Jogja.

President dan Senopati (Satu lokasi di Shoping Centre, sekarang Taman Pintar), Soboharsono, Widya (Seputaran timur alun alun utara), Indra, Permata, Arjuna, Empire, Reagent, Ratih, dll

Senopati mbiyen jenenge SERBAGUNA
Rego karcise iseh Rp 100,-
Hawane panas sumuk banget ra nganggo AC 

Note : Ini kalo bioskop lama paling sering dulu ya Mataram.. Senopati itu dulu kayaknya megah kalo dilihat dari luar.. Kalo gw naik bis jalur empat, biasanya lewat situ... menjadi kumuh ketika beradu dengan shopping yang jaman dulu sumpah... ra enak dipandang mata... dulu masih inget sama Nafi nyari-nyari perangko atau uang bekas di sini.... hahahaha.. dulu banyak judul skripsi bisa ditemukan di sini.... sekarang?? Arjuna itu di pingit. Reagent itu musnah terbakar berkeping2 sama Hero yang sekerang berubah jadi XXI. Widya itu keknya pernah lihat, oh, yang deket wijilan itu ya... Permata gw pernah masuk... Indra pernah lewat di depannya.. Empire ini gak tau gw dimana..

18. Muktamar Muhammadiyah ke-42

Muktamar ini diselenggarakan di kota Jogja pada bulan Desember tahun 1990. Ini menjadi fenomenal karena bersamaan dengan acara Visit Asean Year.

Note : Hmmm....

19. Kirab tinggalan dalem Sri Sultan HB IX dan kirab jumenengan Sri Sultan HB X

Setahun setelah meninggalnya Sultan HB IX bulan Oktober 88, tepatnya tanggal 7 Maret 89, diadakan Kirab Ageng Jumenengan Dalem Pangeran Mangkubumi menjadi HB X

20. Mencari kliping di Shoping

Hahaha dulu kalau ada tugas membuat kliping pasti tujuannya ke shoping. Shoping menjadi ramai sekali pada saat tahun ajaran baru. Shoping yang letaknya di sebelah timur Munumen Satu Maret, depan Bank Indonesia, menjadi tempat tujuan bagi ibu ibu membeli buku murah untuk anak-anaknya.

Note : Kayak yang gw bilangin tadi.... Kliping juga dulu jadi tugas gw masa SMP... di shopping...

21. SMA 17-1

Hahaha orang dulu menyebutnya SMA Pitulassiji. SMA swasta yang mirip SMA Negri (karena ada angka 17nya) yang sangat fenomenal karena reputasinya dibidang BERANTEM. Terletak di Pingit, Ujung Selatan Jalan Magelang. Sejak beberapa tahun lalu lembaga yang menaungi SMA ini sudah bubar.

Note : Weh, bukannya masih ada ya? Sempet juga ngerasa kalo SMA di jogja itu ada 17... tapi belakangan gw kaga nemuin SMA 12 di jogja... zzztt............

22. Jagading Lelembutnya Djoko Lodhang

Rubrik di Majalah Bahasa Jawa ini menjadi rubrik paling favorit, setelah rubrik Dhat Nyeng dibagian sampul belakang dan rubrik Pengalamanku. Berisi tentang cerita kisah nyata dari para pembaca mengenai kejadian metafisika dan hantu yang mereka alami. Rubrik ini dikemas seperti rubrik Cerkak dan Cerbung

Note : INI majalah yang dulu paling gw nanti-nanti... Dulu gw seeng banget ama hal-hal cerita hantu gitu... entah pegimana gaya penceritaan di majalah itu bener-bener keren... Walo sebagian besar emang tentang hal-hal mistis.. Tapi, gw jadi tau beberapa spot-spot ngeri dari jagading lelembut ini...

23. Pak Abas CH

Semasa saya kecil, Pak Abas CH selalu mengisi sebuah acara di Radio Retjo Buntung bernama Pembacaan Buku. Acara ini berisi opera radio yang dinarasi oleh beliau. Diputar setiap hari Minggu jam 14.30. Diiringi gesekan rebab dan alunan melodi gender membuat acara ini semakin syahdu.

Note : Hmm... Nice Inpoh..

24. Hari Untarto


Mahasiswa abadi Biologi UGM ini adalah icon atensi dan pecinta radio, terutama UNISI. Hari, sehari harinya menghabiskan waktu untuk melakukan atensi, live phone ke radio radio di Jogja, biasanya mengirim lagu untuk Dian PTN, anak biologi angkatan 2000.

Note : Hahahaha.... hebat... jadi terkenal... tapi emang sih, pendengar radio di jogja itu maniak... nelpon aja kerjaannya sampe penyiarnya hapal sama suaranya, en hebatnya bisa membedakan ini suara siapa... keren....

25. Jamu Gandring


Hahahaha ini tidak ada ditempat lain kecuali di Jogja, dan itupun hanya seorang. Jamu Gandring ini makanan, serupa permen, berasa jahe yang dibentuk bulat bulat kecil berwarna coklat. Simbah almarhum yang menjual jamu gandring ini biasanya meneriakkan "Ndriiinggg,,,Jamu Jamu Gandring" dengan tone rendah sambil membawa pikulan dibahunya. Ciri Khas lain adalah pikulannya ada semacam wayang orang di kedua sisi, tapi bukan tokoh wayang, hanya ciptaan si simbah penjual jamu gandring.
Dahulu, para ibu jika menemukan kesulitan "ndulang" anaknya dan/atau anaknya suka minta jajan, maka ibu itu akan bilang "nek jajanan terus ora gelem maem tak undangke mbah jamu gandring, ben digawa lebokne mbagor"

Note : Dulu pas kecil juga gw digituin.. tapi bukan gandring... entah apa namanya... "dicekoki"...

26. Es Goreng Pak Gathot

Terkenal di Sekolah-sekolah dasar seantero Jogja. Menjual es yang digoreng (dicelupkan) ke dalam kuah coklat, kemudian si pembeli mengambil lotere berupa kertas kosong yang jika dicelupkan ke dalam air, maka dalam kertas ini muncul tulisan. Biasanya menyertakan Horn dalam setiap aksinya.

Note : Dulu di SD juga ada es goreng tapi kaga ada undiannya... undiannya entah untuk jenis makannan apa.. gw lupa... sama... celupin ke air, trus entar keluar tulisannya...

27. Samijaya, Progo dan Toko Ramai
(tambahan: Gardena)

Tempat belanja dan kongkow paling legendaris di Jogja.

Note : Tambahan: kalo Samijaya itu keknya sebelah-sebelahan sama Ramai Mall... Progo di sebelah selatannya... Semuanya menjadi hanya mall kelas menengah ketika Mall Malioboro dibangun... Apalagi sekarang saat Mall Galeria en Mall amplaz udah ada... Di tepi jaman sekali. Padahal dulu gw sering banget ke Ramai.... sampe kata nyokap gw, gw selalu harus dibeliin sepotong pizza hut yang dulu ada stan-nya di depan Ramai....

28. Bah Gemuk


Satu-satunya klinik dan toko obat China yang sejak saya masih bayi sudah melayani pengobatan di ujung selatan perempatan wirobrajan. Tabibnya namanya Bah Gemuk. Pengobatan untuk rakyat.

Note : Dulu gw masih inget, untuk beli obat alternatif itu harus sampe naik bis entah jalur berapa tujuannya kemana... gw waktu itu diajak nenek (eyang) gw...

29. Kerkop (KerkHof)


Tempat nyekoki balita dan anak anak kecil yang susah makan atau sakit dengan jamu jamuan tradisional jogja. Bocah biasanya dicangar supaya membuka mulutnya, kemudian simbah yang nyekoki jamu, memeras jamu yang sudah dibungkus dengan kain putih tepat di atas mulut bocah yang terbuka. Dulu ada pomoe yang biasa dikatakan ibu ibu kalau bayinya susah makan
"Nek emoh maem mengko tak cekokke ning kerkop loh", lantas bayinya mau makan. Terletak di depan THR, THR dulu adalah kuburan yang dalam bahasa belanda adalah KerkHof.

Note : Sama dengan Jamu Gandring

30. Trinil, endi gembungkuuuuu

Pada medio 80-an, ada sebuah sandiwara radio berbahasa jawa yang diputar di Retjo Buntung dan RRI berjudul Trinil. Tokoh utama dalam sandiwara ini juga bernama Trinil, seorang gadis yang kemudian dibunuh dengan cara dimutilasi, kepala dan tubuhnya dipisahkan oleh pacarnya setelah pacarnya mengetahui bahwa trinil ini hamil. Lantas potongan tubuhnya dibuang di jurang oleh dia dan beberapa temannya. Kemudian, hantu trinil berupa kepala ini menghantui orang orang yang terlibat dalam pembunuhannya. Dan setiap dia menghantui, dia selalu bilang "Endi gembungkuuuu (mana tubuhku-Jawa)"
Versi lain menyebutkan, bahwa hantu yang mencari gembung itu adalah hantunya ibu tirinya Trinil yang mencari potongan tubuhnya. Setelah Trinil membunuh dan memutilasi ibu tirinya, lantas, gembungnya disembunyikan dibawah tempat tidur.

Note : Tadi gw ceritakan kalo gw punya radio... dulu... ya.. dulu juga sering diputerin ama eyang gw tentang semacam sandiwara bersambung di radio gitu.... weehhhh.... kalo denger itu sendiri... bisa ketakutan gw... apa ya, efek-efeknya itu kayak beneran... suara angin... suara-suara apa aja gitu nampak beneran...

31. Kuncung dan Bawuk

Opera tivi untuk anak anak yang ditokohi oleh Kuncung dan Bawuk*sambil njembeng lambe*. Setelah itu acara ini ditiadakan sejak jaman saya masih bayi. Jadi saya cuma dengar ke Legenda an nya dari bapak. Hahaha. Yang saya ingat, kemudian muncul majalah Kuncung dan Bawuk.

Note : kalo jaman penulis ini udah kaga ada.. apalagi jaman gw... T____T

32. Ra enak, tur larang, sing dodol ngentutan

Plesetan kata dari nyanyian yang diputar oleh penjual es keliling merk terkenal kala itu.

Note : Hahahahaha.....

33. Montor Duyung


Semasa saya kecil, pernah ada isu tentang mobil box, atau truk, yang suka menculik anak anak dengan cara dimasukkan ke karung, orang-orang menyebutnya, Montor Duyung (mobil Duyung-Jawa). Kadang ibu ibu suka memasukkan ini ketika sedang menyuruh anaknya supaya pulang sekolah langsung pulang kerumah, tidak main jauh jauh dari rumah.
"..Le, aja dolan adoh adoh, mengko ndhak diculik karo Montor Duyung, dilebokne bagor,,,"

Note : Kalo istilah Montor Duyungnya gw kaga pernah tahu, tapi kalo istilah "dilebokke bagor" itu dulu sering banget... ya itu tujuannya.. biar gw kaga pergi main jauh-jauh.. Jaman dulu gw suka banget main sama temen-temen gw di kampung... dari pagi ampe sore... ampe magrib mungkin... hahaha...

34. Sang Legenda: Mbi'ing, Cemul, dan Suprat

Mbi'ing adalah ibu ibu tua tidak waras dengan busana jarikan, kemana mana membawa payung dan nylempangkan jariknya nggembol sesuatu diperutnya. Mbi'ng almarhum rumahnya di daerah Kadipiro, tapi daerah jelajahnya dari Malioboro, ketimur sampai pernah saya temukan dia di daerah Condong Catur. Umpatan khas dari Mbi'ing adalah
",,,malinggg,,,malinggg,,,maling kijing,,,pateni wae!!" sambil mengacungkan payungnya dan mengkaitkan ke leher orang yang dianggapnya telah mengganggunya.

Cemul adalah orang tidak waras yang berbadan gendut. Tidak banyak bicara tapi suka dimintai nomor oleh orang orang. Wilayah jelajahnya dari rumahnya di Ketanggungan, sampai daerah Magelang, karena saya pernah melihat dia.

Suprat adalah orang tidak waras yang selalu bugil, hanya menutupi tubuh bagian depannya dengan bagor usang. Almarhum suka membawa batu, dan memunguti batu batuan yang ditemukan dijalan. Jika marah suka melempar orang. Suprat juga suka ditanya nomor butut oleh orang orang. Wilayah jelajahnya dari rumahnya di Sonosewu sampai ke Klaten. Saya pernah melihat dia sampai di Klaten.

Note : Nice Inpoh gan

35. Ida Gedhang

Saya mungkin sudah agak lupa tentang kejadian ini, baik tahun ataupun detailnya, karena mungkin saya masih kecil sekali. Yaitu ketika ada berita dari mulut ke mulut tentang seorang wanita bernama Ida yang masuk rumah sakit karena pisang yang dia gunakan untuk melakukan "swalayan" patah ditempat. 

 Note : mungkin gw bingung... itu pisang maksudnya apa... kok bisa patah di Lembah UGM.... hoh?? swalayan???? Saya bingung,,,

36. Dolanan Bocah

Gotri legendri

Salah satu dari permainan anak anak Jawa yang sudah punah. Anak anak bermain melingkar, jongkok ditanah. Mereka saling menggilirkan batu ke sebelahnya sambil menyanyikan lagu.
Gotri legendri nogosari
thiwul uwal awul jadah mbantul
dolan awan awan nggolek kodok
titenana besok gedhe dadi apaa
padha mbako enak mbako sedhep
dhempo ewa ewo kaya kodok


Kemudian, yang mendapatkan batu terakhir dia jadi kodok

Permainan anak anak yang lain seperti
Bethet Thing Thong
Bethet thing thong legendar gong
gonge ilang
cam cao gula batu kedhawung ilang


Boy-boynan
Pemain berusaha melemparkan tumpukan pecahan genting, atau kreweng dengan bola kasti atau tenis. Satu orang berusaha mencegahnya.

Udan barat
Permainan menggunakan gacuk, bisa dari pecahan tegel atau kereweng. Dimainkan dengan melemparkan batu ke garis, yang paling dekat dengan garis dia yang mulai main. Gacuk dipasang di kaki, kemudian orang berjalan jingkat jingkat dengan gacuk terpasang disatu kaki. Yang kalah menggendong yang menang, dari garis ke garis.

Benthik
Mungkin sudah banyak dibahas di blog yang lain. Permainan menggunakan dua batang kayu besar dan kecil. Pemain berusaha mencungkil kayu kecil (dengan kayu agak panjang) dari sebuah lubang. Jika pemain lawan tidak bisa menangkapnya, maka lanjut ke level selanjutnya, yaitu Patil Lele.

Tawonan
Permainan berkelompok. Dimainkan dengan membuat lingkaran besar di tanah tempat memenjarakan pemain lawan yang tertangkap.

Jek-jekan

Dimainkan berkelompok. Masing masing pemain berusaha menyentuh tiang milik lawan. Pemain yang baru saja menyentuh tiang sendiri, jika dia menyentuh lawan, maka lawan akan dipenjara ditiang milik dia. Istilahnya, tuwo tuwonan.

Ingkling atau engklek
Ada ingkling gunung, ikling montor mabur, ingkling kates, dll

Jamuran

Dimainkan berkelompok beramai ramai bergandengan tangan melingari seorang di tengah, sambil menyanyikan lagu dibawah rembulan penuh.
Jamuran, yo ge gethok, jamur apa, yo ge gethok, semprat semprit jamur apa?
lalu pemain yang ditengah menyebutkan sesuatu, seperti:
Jamur parut, maka pemain yang melingkar harus mengangkat kakinya untuk dikili kitik dengan kereweng, jika tertawa maka dia jadi yang ditengah
Jamur kendhil borot, semua pemain harus kencing wakakakakkaakakaka marahi kemekelen
dan jamur jamur lainnya

Ancak-ancak alis
Permainan yang juga dimainkan beramai ramai. Dua orang anak menggabungkan kedua tangan mereka dan diangkat tinggi. Anak-anak yang lain membuat rangkaian satu persatu memasuki melewati kedua anak tadi, sambil menyanyikan lagu
Ancak-ancak alis, si alis kabotan kidang
anak-anak kebondungkul si dhungkul...
bla bla bla lupa, ada yang ingat?

Cublak-cubkal suweng

Satu orang diminta melakukan posisi seperti orang bersujud, ndhekem. Kemudian empat atau lima anak lainnya bermain menggilirkan sebuah kerikil ditangan mereka. Setelah selesai, anak yang ndhekem tadi menebak kerikil di tangan siapa.
Cublak cublak suweng, suwenge ting gelenter,
mambu ketundhung gudel
pak gemppng lela legung sapa ngguyu ndhelikake
sirpong dhele kosong sir, sirpong dhele kosong

Sepak Sekong
Permainan yang menggunakan bola, biasanya bola plastik. Satu anak menangkap bola yang disepak oleh satu dari mereka. Setelah bola disepak, anak anak yang lain lalu sembunyi. Pemain yang menangkap bola, lalu mencari mereka dan menjaga supaya bolanya tidak disepak oleh pemain lainnya. Jika bola berhasil disepak lainnya, maka harus diulang lagi dan sibocah penunggu bola harus menunggu bola lagi.

Kempyeng atau cring-crong

Permainan anak-anak putri menggunakan uang receh sebanyak lima buah atau berjumlah ganjil. Uang dibolak balik di telapak tangan luar dan dalam. Uang disebar, setelah disebar, uang ditembakkan satu sama lain atas permintaan lawan. Kenapa harus ganjil? satu koin digunakan sebagai penghalang.

Subyung, bekelan, dll

Note : Mengenai permainan bocah... Permainan yang paling sering gw mainin dulu adalah ingklek, sepak sekong, benthik, jejamuran, gobag sodor... Seru banget deh main mainin itu.. sekarang??? ketika lahan untuk bermain udah dikomersialisasi... permainan ini musnah... paling enggak, KL dulu gw ama anak2 2007 main gobag sodor lagi.... hahahaha... Nice....

37. Nas Ping
Frase ini diucapkan jika kita sedang reserve mengenai sesuatu (ngecim). Nilai hukumnya lebih kuat dari sekedar ngecim saja. Biasanya diucapkan lengkap seperti ini
"Nas ping, nas kali pating sapa ndemok dosa....." didahului dengan menggigit ujung jari dan mengolesi dengan ludah sebelum melakukan gerakan menyilang imaginer pada sesuatu yang akan di cim

Note : Kalo nas ping gw baru tau... apalagi pake gerakan menyilang itu... baru tahu gw... Gw tahunya cuman "Nas" itu istilah pas lagi main ama temen2 gw dulu... Nas artinya berhenti sejenak... PAUSE...

38. Kuyuhan dibawah Kretek Kewek
Jembatan atau Kretek Kewek, berasal dari kata Kerk=Gereja dan Wek=Weg=Jalan. Merupakan serapan dari kata bahasa Belanda. Dahulu kretek kewek ini adalah cikal bakal prostitusi terkenal di Jogja, Sarkem, Pasar Kembang. karena tepat di sebelah atas jembatan selain digunakan untuk mangkal para PSK, juga untuk jualan kembang segar sebelum akhirnya prostitusi ini dipindah ke daerah Sosrowijayan.
Orang jogja, pasti sekali dua kali pernah merasakan kecipratan uyuh ketika melintas di bawah jembatan ini yang notabene adalah jalan atau rel kereta. Kuyuhan dibawah Kretek Kewek ini menjadi fenomena unik di Jojga. Ra ngandel??? takon aku ki sing wis kuyuhan makaping kaping

Note : Emang sih jembatan ini ber-air.. Tapi gw kaga ngerti airnya dari mana... Masak bener2 uyuh??? (= pipis)

39. Wiwitan
Bagi yang tinggal di Jogja pedesaan pasti pernah mengalami ini. Wiwitan adalah pembagian berkat berupa nasi dan lauk pauk, biasanya gudangan sayur diberi teri dan peyek serta buah, mirip dengan bancakan. Dilakukan untuk me-wiwit-i atau memulai panen padi. Begitu terdengar suara "wiwittt,,,wiwitttt,,,," bertalu talu dari mulut ke mulut, anak-anak lantas lari ke sawah untuk meminta sepincuk nasi berkat sambil membawa daun pisang sebagai alas makan.

Note : ditempat gw namanya Bancakan... at least kaga ada sawah... sama seperti itu...

40. Senisono
Gedung disebelah ujung timur selatan kompleks gedung kepresidenan Jogja adalah gedung yang sangat melegenda. Gedung ini dahulu sebelum "dipugar" digunakan untuk kegiatan berkesenian, termasuk pameran. Pada medio 80-an, gedung ini pernah digunakan untuk pameran OSHIN. Di situ dipamerkan barang-barang, pernak-pernik syuting film OSHIN.

Note : Baru kemarin gw denger istilah OSHIN ini.... semacam kartun gitu... terkenal sekali... dua om gw ngikutin banget sampe punya sebutan sendiri untuk bude gw di desa sana sebagai eyangnya OSHIN, gara-gara mukaknya mirip.... Namanya Kumi di kartun tersebut...

41. Legenda Manuk Bence dan Culi
Manuk atau burung Bence, kedatangannya yang ditandai dengan suara ocehannya pada tengah malam, dijadikan tanda akan adanya bahaya, kematian, bencana, dll. Sedangkan manuk atau burung Culi, dijadikan tanda bahwa ada jenazah yang tali kain kafannya belum dilepas, sehingga minta diculi, di-uculi (dilepas-Jawa).

Note : Ini legenda paling bikin takut... Sampe dulu gw kaga bisa tidur dibuatnya... bahkan sampe sekarang mungkin... yang buat gw akag takut sama pocong ya legenda ini.... gara-gara pas main sama anak tetangga... zzzttt...........

42. Mitos dilarang nuding kuburan
Dahulu semasa saya kecil, jika kita tidak atau dengan sengaja menudingkan jari kita ke arah kuburan, maka kita harus menggigit ujung jari (nggeget-nggeget) yang digunakan untuk menuding, jika bisa sampai berdarah, lantas ujung jari tersebut disentuhkan ke tanah dan bilang "amit-amit ora ndulit." Tanah yang menempel di ujung jari, baru boleh dibersihkan setelah sampai kerumah. Kalau tidak dibegitukan namanya nuding setan, jarinya bisa punther.

Note : Yap, selalu begitu... tapi kalo gw kaga sampe berdarah.. cuman gigit aja... entah apa maknanya, gw baru tahu...

43. Bu abu abu abu abuuuuu, abune moasss
Frase ini diucapkan oleh seorang simbah tua yang sudah almarhum sejak saya kecil. Kalau tidak salah namanya mbah Krama. Menawarkan abu gosok yang digendongnya dipunggung dari Ambar binangun, tempat dia mengambil dan membungkusi abu bekas pembakaran tobong batu bata sampai ke pasar Gede. Harga satu plastik abu gosok berukuran 1 Kg seharga 25,-. Beliau selalu memanggil langganannya dengan sebutan Mas, either itu laki atau perempuan, karena mas di sini artinya nakmas, anak mas.

44. Loh, tapi kuda kan binatang.
Fragmen iklan layanan masyarakat di radio paling terkenal. Muncul pada awal tahun 80-an dan bertahan hingga akhir 80-an. Percakapan yang mengambil setting di atas andhong tersebut biasa disiarkan oleh RRI, Arma Sebelas, dan Retjo Buntung. Dialog dalam fragmen tersebut kurang lebih sbb:
Wanita1: Pak, tolong antarkan kami ke kota ya, Pak
[derap langkah kuda]
Kusir : Tapi, di kota nanti, tidak boleh membuang sampah sembarangan di jalan ya, Den.
Wanita2: Loh, Pak, itu tadi kudanya membuang kotoran di jalan?
[ringkikan kuda]
Wanita1: [bergumam] hmmm, betul juga ya,,,,[kaget] loh, tapi kuda kan binatang,,,,,
[ditutup dengan suara derap dan ringkikan kuda]

Note : Agak jayus... hhahaha... Tapi emang iklan radio itu lebih lucu daripada iklan tivi yang dominasinya iklan rokok..

45. Ndemok silit kopeten
adalah lelagon dolanan anak anak yang agak vulgar. biasanya dilagukan untuk saling mengejek

"Ndemok silitttt kopeten ayo ten
tendangono ayo no, nogosari ayo ri, rina wengi ayo ngi, ngidul ngetan ayo tan, taun baru ayo ru, rujak degan ayo gan, gandul keyong ayo yong, yongo ngemis ayo mis, mesam mesem ayo sem, semar mendem ayo ndem,,,,,,ndemok siliiiiittt kopeten" dst dst 

Note : Kayaknya pernah denger istilah ini dari tetangga jaman suka main dulu.. lagunya aja gw masih bisa

46. Mbah Atin


Mbah Atin adalah seorang ibu tua yang agak waras. Berbusana jarik-kebaya dan mengempit tas berwarna hitam, mbah Atin selalu saja tahu dan selalu ada jika ada sripah atau lelayu atau orang meninggal. Hingga, mbah Atin selalu dikait-kaitkan membawa kematian pada setiap daerah yang didatanginya.

Note : matabelo:

47. Rumor tentang adanya hantu biyung tulung di njeron beteng

Dahulu, pernah sekali terjadi rumor tentang hantu biyung tulung di seputaran kadipaten ke arah ngasem (masih area njeron beteng). Hantu biyung tulung ini selalu tidak pernah menampakkan wujud, hanya suara yang mengaduh memanggil ibunya minta tolong "aduh biyung, tulung"

48. Dhingklik oglak-aglik

Salah satu jenis permainan tradisional anak-anak yang cara memainkannya meniru suatu bentuk bangku (dhingklik ) yang digunakan untuk duduk, yang keadaannya tidak stabil sehingga akan mudah goyah ( oglak-aglik). Permainan ini dimainkan oleh tiga, empat, atau lima anak dalam satu kelompok, yang sebaiknya seusia, sama besar, dan sama tinggi, agar dapat menjaga keseimbangan suatu bentuk dhingklik yan oglak –aglik...

Note : Ini permainan yang juga pernah gw mainin sama temen-temen gw di rumah... Tenanan, jadi pengen main semua hal ini lagi...

==================Tambahan dari siapa aja boleh===============================

49. Cerita Hantu di warung rokok deket Tugu
Dari ujung rel kereta api, muncul wanita cantik nan sensual. Di tengah malam yang sunyi sepi itu, ia datang dengan bibir merekah basah dan tubuh wangi semerbak. Dia datang untuk menjerat seratus laki-laki. Arkian, wanita itu ternyata bukan manusia biasa. Setiap pukul 24.00 Herman menutup tokonya. Malam Selasa Pon bulan Agustus l982 itu, toko Herman tutup agak cepat. Pukul 23.l5 WIB. Selain sangat mengantuk, usaha dagang rokok dan minuman dekat stasiun Tugu Yogya itu sudah sepi menjelang tengah malam. Tak ada kereta api yang masuk juga tak ada lagi pejalan kaki yang lalu lalang. Hanya beberapa tukang beca yang mangkal. Abang beca biasa tidur di becanya sampai pagi. Subuh hari bergerak lagi mengangkut penumpang yang turun dari kereta subuh.Tidak seperti biasanya, malam itu Herman sangat lelah. Rasa kantuk tak mampu dilawannya walau sudah dua kaleng bir ditenggak. Sebab Herman mengantuk dapat dipahami, siang hari tadi Herman sama sekali tidak tidur. Dia ikut pertandingan sepakbola di stadion Kridosono. Timnya berhadapan dengan tim tangguh dari Klaten. Sebagai kapten, Herman bermain habis-habisan dan membawa timnya pada kemenangan. Kemenangan itu harus dibayar mahal. Rasa capek dan lelah membuat Herman terpaksa menenggak bir dan obat-obatan. Bila tidak, pria umur 30 tahun yang masih lajang ini bisa sakit. Kalau sakit, omzet penjualan Rp l00.000,- per hari akan hilang. Sebab jika Herman menutup toko, tak ada pengganti yang bisa mengurus toko itu. Setelah menutup toko dengan rapih, Herman melihat sosok gadis mendekat dari rel kereta sebelah Barat. Herman terpaku melihat gadis jelita yang nampak jelas dibias sinar merkuri. Gadis itu memakai busana bekles dan celana pendek ketat. Tubuhnya sangat sintal dan seksi. Rambut terurai sebahu dengan kulit kuning langsat. Lebih dari itu, dari tubuh wanita itu mencuat bau harum. Wangi seperti parfum Paris poison dan possesion. "Busyet, bodinya mirip gitar akustik!" desis Herman, nyaris tak terdengar. Gadis itu mendekati Herman. "Saya masih bisa beli rokok, Mas?" tanya Si Gadis, kalem. Herman gagap. Jantungnya berdetak kencang. Selain terkesima oleh kecantikan Sang Gadis, dia juga tertegun melihat keseksian gadis itu. Matanya terpanah pada dua buah dada yang sintal dan putih. Menyembul sombong dari balik bekles warna biru laut tanpa bra. Walau pintu toko sudah dikunci rapat, akibat pesona kecantikan wanita itu, Herman bersedia membuka lagi tokonya. "Bisa, bisa Mbak. Semua jenis rokok saya jual. Mbak mau rokok apa?" berondong Herman, sambil dag-dig-dug. Herman berbasa basi tapi polos, menyebut bahwa, sebenarnya toko itu sudah tutup. "Tapi demi Mbak yang ayu yang datang bersusah payah malam ini, maka saya bersedia membuka toko ini kembali," dalih Herman. Wanita itu hanya tersenyum. Senyumnya manis dan sensual sekali. Bibir yang merah jambu yang estetis itu merekah basah. Seperti mengundang untuk dikecup. Ah! Rasa kantuk dan lelah Herman, tiba-tiba lenyap mendadak. Kecantikan dan keindahan tubuh wanita itu membiusnya hingga dia jadi segar lagi. "Saya minta rokok Dunhill Hijau!" sergah gadis itu. Suaranya renyah tetapi merdu. Sambil membuka gembok toko, Herman bertanya banyak hal. Di antaranya tentang nama Sang Gadis. Dengan lantang gadis itu memberi tahu, namanya Sinta. Lebih dari itu, Herman yang bertubuh kurus tinggi dan tampan itu juga tanya dari mana dan mau ke mana pada Si Nona. Dengan lembut dan lirih, Sinta menjawab pertanyaan itu. Dikatakan, bahwa Sinta dari Bumijo dan akan pergi ke Malioboro. Bumijo itu adalah kampung sebelah utara stasiun Tugu sedang Malioboro adalah nama jalanan sebelah selatan toko Herman. Jalanan besar kota Yogyakarta yang tak pernah tidur di malam hari. Suatu daerah penting kota di mana tempat kehidupan malam yang tak pernah sepi. "Malam ini saya tidak dapat tidur. Perut saya sakit karena lapar. Di tempat kost saya tidak ada makanan. Maka itu saya menyeberang rel kereta api mau pergi ke Malioboro," sorongnya. "Anda begitu cantik dan seksi. Jalan sendirian di rel kereta api yang sepi begini, apa tidak takut bahaya? Beberapa minggu lalu ada tiga mayat mati secara misterius di rel kereta. Ada yang bilang bahwa mayat itu mati ditembak Pembunuh Misterius, ada pula yang bilang tiga mayat laki-laki itu digigit genderuwo. Sebelum itu, ada pula mayat perempuan di gerbong kereta. Sebelum dibunuh, perempuan itu diperkosa. Salah-salah, Anda nantinya diperkosa seperti itu. Tapi, saya berdoa mudah-mudahan Mbak tidak mengalami nasib tragis semacam. Hati-hati lho Mbak?" bujuk Herman, memberi perhatian. "Saya tidak pernah takut pada ancaman perkosaan kok. Soalnya saya sudah terbiasa diperkosa!" balasnya, enteng. Herman tersentak mendengar kata-kata terakhir. Tapi setelah berfikir panjang, Herman jatuh pada kesimpulan, Sinta sedang bergurau. Pikirnya, wanita itu doyan bercanda. Maka itu Herman jadi tertawa. Sambil memberikan rokok dan menerima uang, Herman berkomentar. ÒMbak rupanya punya sens of humor yang tinggi. Kata-kata Mbak yang mengandung keberanian itu, seru juga. Lucu!" celetuk Herman. Mendengar omongan Herman, Sinta tidak mengendurkan tekanan kata-katanya. Lebih dari itu, Sinta malah menantang. "Kenapa, Mas tidak percaya kalau saya biasa diperkosa?" desaknya. Melihat muka Sinta serius, Herman malah makin tertawa. Walau tawanya itu dibuat-buat. Sebelum Herman ngomong lagi, Sinta menawarkan sesuatu. "Kenapa, Mas berminat mau memperkosa saya? Kalau minat, saya bersedia diperkosa di toko ini. Kunci toko ini dari dalam, lalu saya terlentang dan siap diperkosa. Mau?" Herman tersentak. Logika rasionalnya tiba-tiba menusuk rongga batin dan emosinya dengan kencang. Perempuan itu tidak lagi bergurau. Bahasa yang dikeluarkan bukanlah sinyal canda. Cus! Dada Herman bukan saja berdegup kencang, tapi keringat dingin mengucur keluar dari jidatnya. Sementara Sinta merangsek masuk ke dalam toko, lalu duduk di sofa yang ada di toko itu. Pikir Herman "Ayolah Mas, perkosalah saya. Kebetulan, saya lagi kepingin diperkosa malam ini!" tantang Sinta. Herman tiba-tiba terangsang. Pikirannya bukan cuma kalap tapi juga jadi kacau balau. Sinta membuka blus bekles dan memperlihatkan bagian sensitif tubuhnya. Setelah itu dia buka pula celana pendeknya dan meninggalkan celana dalam berwarna pink yang bersih. Sekonyong-konyong pemandangan indah semakin indah. Tubuh molek itu semakin molek dan mengundang sejuta birahi. Dengan logika matematik, Herman lantas memperkirakan, bahwa Sinta itu pelacur malam. Memang, daerah pinggir stasiun, Pasar Kembang, adalah daerah pelacuran tersohor di Yogya. Jauh sebelum pihak Pemda DIY melokalisir daerah prostitusi itu di Pesanggrahan, Kota Gede. Perkiraan Herman, Sinta yang supercantik itu adalah primadona Pasar Kembang yang luput dari perhatiannya selama ini. Satu yang tercantik dari ratusan jumlah WTS yang ada di Pasar Kembang. "Persetan siapa dia. Kesempatan emas ini tak boleh dilewatkan!" batin Herman. Dengan langkah pasti Herman memburu sofa, di mana gadis itu telah terlentang di sana. Mata Herman menyala-nyala. Rangsangan bertubi-tubi merasuk di bagian paling sensitif tubuhnya. Dengan l00 persen libido seksualitas kejantanan, Herman memeluk Sinta. Sinta membalasnya dengan hangat. Herman makin galak. Dengan tangkas dan cepat dia melucuti celana dan kemejanya sendiri. Sebelum kenikmatan puncak tercapai, Sinta menggigit lehernya. Gigi Sinta mengeluarkan taring panjang dan tajam. Sinta ternyata bukan wanita biasa. Perempuan itu ternyata Iblis Wanita yang ganas. Tiga laki-laki yang tergeletak di rel seminggu sebelumnya, rupanya juga jadi korban Sinta. Modus operandi yang dilakukan sama. Sinta mengundang untuk diperkosa lalu menggigit leher korban dengan taringnya. Keesokan harinya, tengah Agustus l982 pada Selasa Pon, Herman mati mengenaskan di tokonya. Korban terbujur kaku dalam keadaan telanjang bulat. Sementara lehernya memerah bekas hisapan dua taring drakula. Keadaan mayat Herman sama persis dengan tiga mayat laki-laki terdahulu. Mayat-mayat yang tergeletak di rel kereta api dan ditemukan beberapa pengemis. Sinta diduga sebagai iblis yang menyerupai manusia cantik. Iblis itu diutus oleh raja iblis untuk mengacaukan dunia. Tapi untunglah, kematian demi kematian misterius itu tidak menimbulkan kehebohan. Banyak kematian laki-laki tak wajar ditutup oleh kasus-kasus lain, hingga tidak mencuat keras ke permukaan. Tapi, banyak orang yang tahu, kematian Herman akibat mahluk halus. Hantu wanita jelita yang haus darah. Maka itu, hingga sekarang, orang-orang sekitar stasiun tak berani macam-macam jika melihat wanita cantik kelayapan tengah malam. Apalagi wanita itu memakai bekles tanpa BH dan celana pendek yang ketat. Hingga kini, toko Herman yang biasa buka hingga pukul 24.00 itu terus tertutup. Omzet Rp l00.000 per-hari, lenyap sudah. Lenyap bersama matinya Sang Pedagang, Hermanto Suromenggolo yang kelam. (dari Inyong - komen di web amaltia gunawan)

Note : Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii........... kayak mbaca Djaka Lodang versi Indonesia

50. Toponim
Keraton Yogyakarta secara kosmis diapit oleh empat anasir kiblat, yaitu Kampung Gandamanan (Timur), Kampung Krapyak (selatan), Barat (Wirabrajan), Utara (Jetis). Makna filosofi Kampung Gandamanan ini jika ditarik ke utara lurus, simetris dengan Kampung Gandalayu (timur Tugu). Adapun Kampung Wirabrajan jika ditarik lurus ke utara muncul Kampung Pingit, sebelah barat Tugu. Jadi garis imajiner keraton ke Tugu menandai bahwa keraton itu diapit oleh dua nama kampung yang melambangkan hidup (Pingit, berarti suci) dan mati (Gandalayu, artinya bau bangkai). Hal ini ditandai pula, bahwa Kampung Pingit itu dialiri sungai Winanga dan Kampung Gandalayu dialiri Sungai Code. Winanga, berasal dari bahasa Jawa winong, artinya paham, ketahuilah, dekatkanlah dengan Hyang Winong yaitu Tuhan. Sebaliknya, jauhilah yang jelek, berbau bangkai, yang dilambangkan Sungai Code (dalam bahasa Jawa, cocode, kejelekan). (dari Ohtrie - komen juga di web amaltia gunawan). 

Di sebelah timur pasar Kotagede, kampung Pandeyan (Pande berati pande besi), kampung Boharen (Buchari nama pendiri kampung), kampung Selokraman (Selokromo berarti sepasang batu), di sebelah selatan dan tenggara pasar Kotagede, kampung Alun-alun, kampung Kedaton, dan kampung nDalem menunjukkan peninggalan arkeologis istana, di sebelah utara pasar  Kotagede, kampung Lor Pasar (rumah peninggalan Panembahan Senopati menjadi raja dan memiliki panggilan Hangabehi Loring Pasar yang berarti Pangeran Utara Pasar, kampung Prenggan (P. Pringgalaya). Di sebelah barat pasar terdapat kampung Sayangan (Sayang berarti pengrajin tembaga), kampung Jagalan (Jagal berarti : tempat untuk penjagalan). (Sumber : kotagede online)

Tambahan dari gw...

51. Crazy Horse
Siapa sangka ini nama diskotik sebelum bermana Jogja Jogja.... Trus entah apa namanya sekarang....

52. Jangan tidur di mesjid di saf pertama 
Ini dulu jadi pameo banget pas jaman gw kecil.... apa-apa pokoknya jangan tidur di mesjid di saf pertama, atau tidur di mesjid kakiknya menghadap kiblat.... ntar koe dipindah neng kuburan, nek ra neng njero bedug... Ini ngebuat gw dulu kaga pernah melakukan hal-hal serupa.... tenanan....

53. Padhang Bulan
Ini permainan palingsering juga.. sekali dalam sebulan... pas bulan lagi bener-bener bagus... cahanya udah kayak lampu sendiri... biasanya gw ama temen-temen rumah gw berkumpul di lapangan untuk main-main semacvam gobag sodor.. sampe jejamuran.. sampe ular tangga... pokoknya.... sampe jam 10an gitu baru pulang.... Rasanya gw rindu banget masa-masa ini... Jaman adik gw udah kaga ada yang beginian... di tempat gw udah musnah kira-kira tahun 2000an..

54. Hantu di UGM
Ini kaga usah diceritain... mungkin kalo googling kalian juga dapet banyak info... gw juga pernah ngepos di blog ini... plus coba cari di google gamba, kalian bisa dapet peta hantunya sekalian...

55. Gereja Sayidan
Ini juga pernah jadi bahan pembicaraan yang nggak pernah hilang... di luar misterinya  yang sering ada penampakan di depan gang-gang sempitnya.. Yang blum tahu, Gereja ini letaknya di bangjo pertigaan yang kalo ke kanan dari arah utara itu ke alun-alun utara.. Deket Jogjatronik.. Sekarang malah bagian depan gereja ini udah dibongkar entah mau dijadiin apa.. Coba buka kaskus dengan keyword "Gereja Setan", kalian akan menemukan kaitan antara gereja ini dengan museum kraton, Ullen Sentalu.. Ullating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku... Tenanan.... Bahkan ada cerita tentang mbak-mbak yang penasaran sampe dia diikutin sama hantu dua anak di gereja itu... Btw, gereja ini pernah jadi tempat shooting lagunya Ari Lasso... 



55. Lorong misterius di SMP 5 Yogyakarta
Pas gw SMP... paling seru adalah ngebahasa tentang lorong mistrius ini. Lorong ini katanya nyambung ke SMA 3... Pas jaman jepang/belanda dulu... Katanya ada yang pernah nyoba nelusurin ternyata mati di dalemnya... Tragis sekali... makanya lorong ini kemudian di tutup.. en sampe sekarang kaga ada yang tau di mana... Katanya sih di 2D lama...

56. Anak Mas, Krip-Krip
Pengen banget gw makan ini lagi... entah dimana pabriknya.... Sensainya beda banget

Ada info lain???????

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.