Canto I

Bulan pun berjelaga di haribaan matamu,
Menganyam bayang-bayangmu yang terlampau indah untuk dinikmati...
Terbangun dari lamunanku di sisi sungai yang mengalir ini..

Bulan tidak salah walau dia berjelaga,
Bayang-bayangmu pun tak bersalah walau kini berubah menjadi candu yang hamartia di tubuhku..
Tak ayal aku pun terus melamun..

Bulan tak pernah bertanya kenapa ia berjelaga..
Tapi alu bertanya mengapa bayang-bayangmu terlalu menyilaukan?
Oh... aku sadar, lamunanku menyihir kesadaranku..

Aku terlalu lelah mencintai bayanganmu..

Faz,
2014, Juli.
Diberdayakan oleh Blogger.