Flat Earth vs Globe Earth, So What?

Is it real? 
Okay, nggak tahu datang darimana, namun tiba-tiba paham Flat Earth bermunculan secara sporadis di media internet. Gw yang dari zaman sekolah dasar udah dibekali ilmu alam tentang luar angkasa memang sangat skeptis. Kabar ini pertama kali gw terima sewaktu gw berada di site tempat gw bekerja di Sumatera Selatan tahun lalu. Seorang rapper membuat pernyataan yang kemudian jadi bahan tertawaan dunia sampai banyak meme-meme beterbaran menertawakan kebodohan si rapper. Termasuk gw. 

Setengah tahun lewat dan kemudian teman gw rajin sekali membombardir gw dengan teori bumi datarnya. Gw pikir sih teori ini sudah mati suri karena memang nggak ada kabarnya setelah rapper itu berhenti tenar. Dia memberikan sebuah link yang setelah gw tonton, bagus juga, http://flatearth101.wordpress.com. Situs ini merupakan kumpulan riset yang dilakukan oleh dikontributor. Gw yang memang suka hal-hal yang berbau konspirasi langsung serta-merta mengamini saja semua perkataannya. Setelah dilihat semua videonya, entah kenapa penjelasan FE melalui video ini sangat masuk akal. Namun ada beberapa juga yang masih perlu dijelaskan, dan sampai sekarang pun gw masih belum bisa menemukan penjelasan itu dari sumber manapun. 

Dan, kini, baik paham bumi bulat maupun bumi datar sudah seperti kepercayaan agama. Lama-lama nanti ada perang suci deh, paling enggak perang analisis, perang pendapat, dan tentu saja tidak lepas dari konspirasi itu sendiri. Lama-lama juga nanti bakal ada status di KTP di bawah kolom “Agama”, yakni “Pandangan Bumi”. Lol banget kalo sampe hal ini terjadi. 

Mungkin gw memang bodoh sebagai lulusan ilmu pengetahuan alam, sarjana pula, kemudian percaya kepada hal yang orang bilang bodoh, hal yang biblical even, dongeng, rajelas, gak mutu. Tapi sebagai orang yang berpemikiran terbuka, gw harus mengubur semua pelajaran sains gw mulai dari SD. Gw harus menyayangkan kenapa gw ngajar sains kemarin di SMP walo sebenernya apa-apa yang gw ajarkan mungkin bisa menimbulkan bias di kemudian hari. 

Well, mungkin gw belum 100% FE-ers, karena masih ada beberapa pertanyaan yang belum bisa dijelaskan di teori FE. Kalao bisa dikatakan dalam angka mungkin proporsi gw ke FE daripada GE (Globe Earth) adalah 85% berbanding 15%. Berikut akan gw jelaskan apa-apa saja yang menjadi ihwal perdebatan antara FE dan GE dan bagaimana pemikiran mereka. 

Model bumi datar harus dipahami secara berbeda. Model ini bukan kemudian dunia itu datar tar tar tarrr... Bumi tidak mempunyai ujunglah, bumi semacam tanah lapang luas. BUKAN seperti itu. Ndlogok banget. Kalau meu menyangkal model FE, lo kudu belajar juga, nggak cuman berasumsi. Ini masalah utamanya, orang nggak tau model FE kayak gimana. Pertama-tama ini nih peta FE:

FE Model
Jadi dalam teori FE/peta FE yang disembuyikan selama 500 tahun ini memang bumi datar namun punya batas, yakni benua paling selatan, antartika. Kutub Utara ada di tengah bulatan bumi dengan gaya magnetnya. So, dimanapun kita magnet akan selalu menunjuk ke utara, artinya selalu ke tengah/pusat dari bumi ini sendiri. Dan dengan adanya arah utara tersebut, maka terjadi arah yang lain, mengikuti arah relatif tergantung posisi berdiri lo. Peta ini menjadi peta resmi yang digunakan untuk penerbangan karena koordinatnya masuk akal dan presisi daripada peta yang sudah diproyeksikan ke dalam bumi bulat. 

Masalah penerbangan

Banyak orang yang gak percaya FE terus bertanya, “Lha kenapa itu pesawat bisa bolak balik keliling dunia. Berarti kan bumi bulat?”. Nah, ini pertanyaan yang gak ngerti model FE dan dimana letak arah utara tadi. Menurut pilot pesawat Jerman sendiri pun yang berkata bahwa memang sistem koordinat yang digunakan adalah koordinat peta FE. Sehingga jangan heran kalau semakin ke belahan dunia selatan, sistem transit semakin tidak masuk akal. Mungkin kita akan segera mengamini bahwa pesawat menempuh jarak yang lebih jauh untuk sekedar transit, namun jangan-jangan sebenernya nggak tahu kalau dalam peta bumi datar segala tempat transit itu biasanya diambil yang segaris-lurus dengan apa yang dilewati. 

Selama penerbangan pun, gw juga tidak pernah mengalami penyaksian akan lengkungan bumi di balik jendela yang biasanya emang gw tempati. Sepanjang mata memandang sampai ke horizon bumi memang datar. Kecuali lo pake kamera gopro atau xiaomi yi yang memang melengkungkan segalanya. 

Kenapa ke atas dulu? Kenapa gak langsung aja? Direct gini kok di peta bumi bulat?

Kenapa harus vvia Taipei? Kenapa gak via Manila? Atau Hawai?



Kesimpulan : Flat

***

Horizon

Ini juga menarik, GE berpendapat bahwa munculnya kapal dari horizon laut yang awalnya bagian atasnya dahulu, kemudian lambat laun tampak bagian bawahnya dikarenakan oleh lengkungan bumi. Lengkungan bumi menurut teori memang baru berasa setelah lebih dari beberapa kilometer. Dan pembuktian masalah ini sudah dilakukan dengan menembakkan sinar laser secara level dari pemancar dan receiver yang berjarak lima kilometer dan hasilnya sinar laser masih berada pada ketinggian yang sama dengan ketinggian receiver. 

Adapun mengapa kita melihat bagian atas kapal terlebih dahulu pada fenomena kapal laut adalah karena perspektif kita tidak sampai sejauh itu. Dengan bantuan alat teknologi yang lebih bagus hari ini, misal karena yang daya zoom-nya bisa sampai berkilo-kilo meter, dapat dibuktikan bahwa ketika di zoom dengan keadaan level, ya memang semua bagian kapal masih bisa terlihat, tidak tenggelam oleh kurvatur bumi. Even hal ini bisa diamati hanya dengan teodolit. 


Kesimpulan : Flat

***

Bulan dan Matahari

Fenomena FE otomatis membawa pemahaman kita beralih dari heliosentris menjadi geosentris. Dengan drama terbaik Galileo di jaman pencerahan eropa, kita percaya bahwa jarak matahari dan bulan itu jauh sedemikian rupa, kemudian seperti pernah mengunjungi matahari, tiba-tiba jarak dan diameter matahari tiba-tiba menjadi bilangan konstan yang selalu dipergunakan dalam matematika fisika astronomi. Sejatinya kalao lo hitung pake trigonometri sederhana aja deh dengan memanfaatkan bayangan matahari en tongkat sederhana, lo bakal menemukan bahwa matahari is not that far

Teori FE menunjukkan bahwa matahari dan bulan mempunyai dimensi yang sama dan berputar secara mendatar di atas bumi itu sendiri. Seperti logo yin dan ying ala kebudayaan timur. Itulah versi mini dari matahari dan bulan dan sistematikanya mereka berputar melalui garis edarnya. Jaraknya dari bumi juga sewajarnya aja nggak yang ekstrim besar en kecil tapi tau-tau secara galatic concidence, dimensi kedua benda ini jadi sama persis tidak ada yang lebih besar dan tidak ada yang lebih kecil ketika fenomena gerhana. 

Tidak jauhnya matahari dari bumi menyebabkan fenomena bayangan matahari yang terasa sangat lokal. Di balik awan sekalipun, matahari akan menunjukkan sinar lokalnya. Begitu juga ketika sunset di lautan lepas, aka nada garis lurus perspektif dari matahati yang terbayang di permukaan air laut, dan ini menunjukkan bahwa cahaya matahari itu lokal, tidak sama. Kalau sinar matahari sejauh itu, harusnya semua sinarnya parallel sunrise seharusnya satu globe ini intensitasnya sama. Kemudian dengan jarak matahari sejauh itu, kenapa sewaktu malam hari suhunya tidak freezing karena tidak mendapat pasokan cahaya yang banyak. Dengan jarak matahari yang lebih dekat, seenggaknya hal ini lebih memungkinkan. 

Kesimpulan : Flat

***

Gerhana Matahari

Nah, setelah tau kalau jarak matahari dan bulan tidak seperti yang digambarkan di teori heliosentris, maka yang harus dipelajari selanjutnya adalah arah edar si bulan dan matahari dalam teori FE. Kalau garis edar dua benda langit ini seperti yin yang, maka TIDAK akan pernah mereka bersinggungan. Dengan kata lain jika teori edar yinyang ini benar, maka ada sesuatu yang lain yang menutupi matahari. Ini yang masih menjadi perdebatan. 

Dulu pada jaman dahulu kala sebelum sejarah nabi-nabi berlangsung, orang jaman purba sudah mengamati langit dan segala gejalanya. Even semua landmark yang ada dibentuk sebagai bentuk pengejewantahan dari posisi rasi tertentu epetri Piramida Giza misalnya. Ini artinya orang jaman dulu sudah akrab dengan perbintangan dan TIDAK ada sama sekali teori bumi bulat pada saat itu. Langit menunjukkan siklus. Maka mereka membuat astrolabe yang sangat presisi. Mereka membuat candi yang baru bisa berfungsi ketika matahari berada di posisi equinox atau lain sebagainya. Hari ini astrolabe seperti tidak digunakan kecuali pada penggiat astrologi. Silakan cari astrolabe online jika ingin mengetahui bagaimana posisi benda-benda langit ketika kamu lahir yang menurut mereka sedikit banyak mempengaruhi kepribadian anak yang terlahir di waktu tersebut.  Yang pasti, sampai saat ini pun NASA saja masih menggunakan siklus yang dibuat secara statistik pada jaman purbakala untuk memprediksi semua jenis gerhana. Kenapa tidak secara matematis? Bukankah sudah ada segala bilangan yang imajiner itu? 

Kesimpulan : Flat 80%, kecuali ada perhitungan matematis dari FE menggunakan konstanta asli dari pengukuran trigonometri yang asli juga. Dan, kecuali ada penjelasan rute edar matahari dan bulan atau sesuatu yang misterius itu, semoga bukan nibiru yang digadang-gadang. 


***

Gerhana Bulan

Gerhana bulan ini kalau disesuaikan dengan teori GE memang agak tidak logis. Bulan berada pada daerah umbra, harusnya TIDAK ada sedikitpun sinar yang tampak karena bulan ada di belakang matahari. Namun kenyataannya, dia bersinar dengan cahaya yang unik, kemerahan redup. Darimana datangnya sinar? 

Menurut FE, bulan adalah planet independen yang TIDAK menerima sinar pantulan matahari (ini dibuktikan dengan pengukuran suhu sinar bulan yang lebih dingin dari tempat yang tidak menerima sinar bulan). Bulan adalah benda transparan sehingga masih bisa menampakkan bintang yang ada di belakangnya dan menjadi lambang agama islam, bulan bintang, even menjadi lambang parpol. 

Badan bulan menyala secara otomatis menurut fase bulan, kadang berupa sabit, setengah, maupun gibbous. Karena menyala dengan otomatis pasti ada fase redup, fase booting, yang ditengarai adalah fenomena gerhana bulan itu sendiri. Mungkin penjelasan ini absurd, ilmu kita terbatas untuk menentukan bagaimana mekanisme bulan. 

Kesimpulan : Flat 70%

***

Bintang 

Bintang gemintang di bumi ini teramati selama ribuan tahun dan tidak ada perubahan sedikit pun. Bahkan orang jaman dulu membuat chart pergerakan bintang supaya mereka bisa mengikuti konstelasi-konstelasi itu sebagai acuan berlayar maupun menyembah dewa (secara dewa mereka turun dari rasi bintang tertentu). Sedang menurut ilmu yang sekarang beredar, jarak bintang satu dengan bintang yang lain sangatlah jauh dan mempunyai orbit masing-masing. Bagaimana hal ini asih akurat hingga kini padahal sudah berjalan ribuan tahun? 

Teori FE berpendapat bahwa bintang itu tetap dan berputar mengelilingi bumi. Itu yang dapat menjelaskan fenomena star lapse yang indah itu. Bagaimana bumi bulat bisa menjelaskan fenomena yang terpampang nyata itu? Kalau alasannya “ah itu kan galactic coincidence” itu mah jawaban yang sama dengan kenapa ukuran matahari dan bulan terilihat sama dari bumi. Simply nada!

***

Gravitasi

Ini adalah topik pembicaraan FE yang paling bersinggungan dengan gw sebagai pengajar sains. Hehe. Gravitasi ditemukan oleh Newton, yang juga anggota Illuminati pada jaman pertengahan. Nah diluar keikutsertaannya dalam kelompok sangar anti gereja ini, mungkin ada benarnya kalau kita menebak-nebak bahwa pada dasarnya gravitasi awalnya merupakan asumsi. Asumsi karena memang belum dapat dibuktikan keberadaannya. Eksperimen Cavendish jadi semacam coba-coba utak atik gatuk (https://en.wikipedia.org/wiki/Cavendish_experiment) yang kemudian melahirkan specific gravity

Dari SMA gw berpikiran, apakah kalau ada yang pergi meninggalkan bumi (baca: tidak tertarik bumi) itu dapat diartikan sebagai antigravitasi? Apakah fenomena balon yang terbang keatas adalah bukti bahwa balon merupakan produk antigravitasi? Menurut teori FE, gravitasi itu tidak ada. Yang ada hanyalah densitas. Densitas yang membuat besi jatuh ke bumi, dan balon bisa melayang-layang. Even dalam akuarium penuh air, kalau gravitasi berlaku di semua medium, harusnya nggak mungkin ada peristiwa melayang dan mengapung, semuanya akan tenggelam. 

Dan bagaimana benda bisa mengapung seperti matahari dan bulan? Itu lebih dikarenakan gaya elektromagnetik, bukan gravitasi. Seandainya ilmuwan bisa memeri bagaimana cara enhance gaya elektromagnetik ini, maka mungkin manusia bisa memecahkan rahasia pembangunan piramid dan candi-candi di dunia ini. Mekanisme ini belum dieksplorasi lebih lanjut setlah Tesla dikebiri oleh kelompok konspirasi setelah membuat replika teknologi piramid dalam hal generator listrik bebas. Penemuan itu dihancurkan oleh kelompok ini karena memberikan pasokan listrik tak terbatas untuk semua orang.

Makanya, gw perhatiin video sanggahan di youtube itu yang bilang kalau di model bumi datar, gravitasi ke arah antartika akan semakin besar, ya enggak lah. wong nggak ada gravitasi. Aneh. Bumi kan stasioner. 


Revealing Corrupt Science – P.S.J (Peet) Schutte

Kemarin sempet debat dengan seorang lulusan teknik penerbangan ketika eyel-eyelan mengenai gaya angkat yang bekerja dalam sistem penerbangan mekanik. Intinya dia menyebutkan pasti ada gravitasi yang mempengaruhi. Nah, selama semua teori yang diambil masih didasarkan oleh teorema klasik Newtonian, ya pasti bakal masih menyertakan gravitasi, even hukum Archimedes aja dia gak bisa bedakan. Intinya dalam sebuah pesawat ya gaya angkat harus lebih besar dari massa pesawat tersebut untuk bisa terangkat, selanjutnya mekanisme dipegang oleh hukum Bernoulli untuk mengatur mekanisme udara pada sayap ketika takeoff maupun landing.


Kesimpulan : Flat

***

Foucault Pendulum

This pendulum, modern scientists tell us, affords a visible proof that we are living on a whirling globe, which, according to a ‘work on science’ now before me, is spinning upon its so-called axis at the rate of over 1,000 miles an hour at the equator; and, in addition to other motions, is rushing on an everlasting tour round the sun (the diameter of which is said to be 813,000 miles, and its weight 354,936 times greater than the earth from which it is said to be about 93,000,000 miles distant,) at the rate of over 1,000 miles per minute. Now to prove that the earth really has these motions a pendulum is suspended at the show; the showman sets motion, and bids the gaping world of thoughtless men and women to ‘behold a proof’ that we are living on a whirling globe which is rushing away through space!” -Lady Blount, “The Romance of Science”

Intinya, kita hidup di bumi yang sebenernya berputar lebih dari 1000 mil per jam plus berputar juga terhadap matahari dan segala bilangan fisika lainnya. Tapi kok yang merasakan itu cuman sebuah pendulum? Even pesawat terbang aja enggak merasakan, padahal landasan pacu buat mendarat aja bergerak dengan kecepatan yang sama, keren dong ya bisa mendarat dengan presisi. 

Pertanyaan tentang pendulum ini, apakah ada koreksi angin? Atau getaran seismik?



Kesimpulan : Flat

***

Satelit

Then, mengenai satelit yang dilontarkan oleh roket yang banyak berhamburan semenjak era moon lainding yang kemudian diketahui hoax. Semenjak itu, sudah banyak sekali, even kalau memang semua satelit masih ada di atas sana, semuanya hampir sangat dense sekali. Space junk banyak bertebaran di angkasa, NAMUN entah kenapa di malam hari semua satelit yang terbuat dari metal itu kok tidak ada yang memantulkan cahaya matahari? Ketika di siang hari, kenapa tidak ada satupun yang menghalagi sinar matahari? 

Kita mungkin tahu bahwa konspirasi global ini membuat pada pebisnis satelit untung besar-besaran padahal tidak pernah ada satu satelit pun. Even GPS pun semuanya dipantulkan melalui lapisan atmosfer. Sistem satelit telekomunikasi semuanya dikontrol oleh agen-agen militer amerika maupun melalui kabel-kabel bawah laut. Terus gimana google mengambil foto satelit? Gampang aja, google mempunyai balon udara khusus foto satelit untuk ini, namun kita tidak pernah tahu. 


Kesimpulan : Flat

***

Firmament (Kubah Langit)

Apa itu firmament? Oke, ini yang sering disebut dengan kubah langit. It sounds so dongeng ya, cuman itulah teori FE. Memang FE ini lebih mencampurkan antara sains dengan agama, dan ini yang ditolak oleh Illuminati saat itu. Menurut kepercayaan agama samawi, Tuhan berkedudukan  di langit yang tertinggi, dan langit dibuat berlapis-lapis, dan ada lapisan langit yang seperti kaca dengan densitasnya yang amat tebal bahkan kuat nuklir seberapapun panasnya. Di atas langit impermeable ini ada air seperti yang termaktub dalam surat-surat kitab suci baik Injil maupun Quran. Kata Al-ma’ ini tidak dapat diterjemahkan even sampai ranah hakikat. Kecuali memang ada air secara harfiah. 

Tahun 1958 – 1959 hanya Amerika serikat dan Russia yang mengetahui bahwa bumi mempunyai selubung tak dapat ditembus. Maka mereka beramai-ramai membombardir atmosfer dengan dalih space travel atau percobaan bom nuklir, padahal misi utamanya adalah menghancurkan lapisan ini. Lapisan yang sejatinya memantulkan gelombang transmisi segala frekuensi yang dipakai untuk semua piranti elektronik sekarang. 

Dalam eksperimen bombardir dua negara ini, semua bom atom nampak tertahan di sebuah lapisan ionosfer yang memang impenetrable. Nama-nama roket mereka pun menggunakan nama-nama yang menantang kekuasaan Tuhan, seperti Challenger, Apollo, dll. 

Kalau memang benar kita hidup dalam akuarium raksasa? Dimana dong batas akhir kubah ini? Pasti di antartika, namun karena limitasi eksplorasi ya oleh negara-negara raksasa ini, maka tidak ada orang yang dapat menemukan batas kubah ini sendiri. 

Kalao begitu, tidak pernah ada asteroid yang masuk ke bumi dong ya? Teori pemusnahan dinosaurus by meteor 65 juta tahun itu menjadi pertanyaan sekarang. Apalagi dibuktikan bahwa lapisan tanah 65 juta tahun yang lalu itu penuh dengan unsur Iridium (lupa sumbernya mana, cuman pernah liat aja di film dokumenter). Kalau bintang jatuh sing mungkin, karena bintang letaknya masih di dalam firmament menurut gw, dan dia tidak juga memiliki ukuran bodi yang besar. Ukuran bintang harusnya kecil dan dia memancarkan bio-illuminating light dengan frekuensi tertentu sehingga tampak kelap-kelip. Ini adalah teori Tesla. Tesla percaya dengan mengamati fenomena bio-illuminating yang ada di darat dan di laut (banyak sekali fenomena ini), dia dapat memecahkan rahasia Tuhan di langit juga. Sayangnya dia harus dikebiri oleh perkumpulan kapitalis itu. 


Kesimpulan : Flat

***

NASA

NASA adalah organisasi bentukan elit global untuk bidang sains. Kalao dilihat dari sejarahnya, organisasi ini didirikan setelah adanya Antarctics Treaty tahun 1959. Entah benar atau tidak, selama ini NASA sudah banyak melakukan kebohongan yang terorganisasi. Mereka menyiapkan scenario bahwa penjelajahan antariksa sudah sekeren itu padahal nyatanya belum pernah ada satu pun armada yang pernah menjelajah antariksa. Semua astronot yang sudah dikirim ke luar angkasa semacam sudah dijanjikan dengan kehidupan kedua di negeri yang asling dengan nama baru sembari menunggu perintah untuk kembali muncul ke muka publik.  Banyak pengakuan karyawan NASA yang memang mengungkapkan kebohongan NASA itu sendiri. Seperti ikut dalam organisasi satanis, ketika ia membocorkan rahasia perusahaan maka konsekuensinya adalah mati. Semoga para pengungkap kebenaran ini selamat adanya. 

Seperti dituturkan, bahwa sejatinya memang segala atraksi jungkir balik antigravitasi memang tidak pernah ada. Semua itu dapat dibuktikan dengan animasi green screen atau shooting di dalam kolam renang. Sayangnya sejak tahun 1900an, film mengenai penjelajahan antariksa, Star Trek dan segala yang lain sudah dipopulerkan dan sudah menjadi anggapan bahwa segala space related itu memang ada. Seenggaknya, coba perlihatkan foto bumi dari luar angkasa yang memang benar-benar sahih, kenapa setiap tahun selalu berganti warna tone. Kenapa tidak ada foto satelit sama sekali padahal banyak sekali satelit seharusnya. Kenapa gambar awannya diulang-ulang seperti hasil rekayasa photoshop? 

Sudah jadi bahan pembicaraan lama bahwa moon landing itu hoax, tapi orang tidak serta merta mempercayainya karena memang NASA menyiapkan strategi di segala lini, dibantu oleh Hollywood, dibantu oleh PBB, dibantu oleh IMF, dibantu oleh elit global itu sendiri. Yang paling bikin ngakak itu adalah. Bukankah ukuran bulan itu lebih kecil dibandingkan bumi? Dan jaraknya juga gak jauh-jauh banget. Tapi kenapa dari foto moon landing, bumi jadi kecil sekali? Nggak make sense!


Kesimpulan : Flat, en NASA hoax

***

Benua Antartika

Sekarang kita berbicara mengenai benua keenam yang ada di dunia ini versi bumi bulat. Yakni ada sejumput dataran yang berupa es abadi bernama Antartika. Menurut gw dari jaman dulu kenapa tidak ada eksplorasi ke benua ini? Eksplorasi benua ini sudah dimulai pada era Nazi jaman Hitler yang obsesinya menemukan kota di bawah antartika itu sendiri. Bayangkan, obsesi Hitler aja jaman segitu udah absurd sekali. Namun, pada tahap selanjutnya, Amerika yang ambil alih di tambah rusia segera mengeksplorasi benua ini. Dalam ekspedisi salah satu admiral Amerika, ia menemukan bahwa jauh di dalam benua antartika ini terdapat dataran-dataran yang tidak dilapisi oleh es, dataran ini mempunyai vegetasi yang berbeda dan juga melimpah kaya akan batubara dan segala barang tambang lainnya. Hal ini yang membuat adanya Treaty tahun 1959 itu sendiri. Intinya, tidak boleh ada penerbangan komersil yang boleh melintasi benua ini dan juga hanya negara-negara terdaftar yang boleh melakukan ekspedisi di benua ekstrim ini. 

Dalam terori bumi datar, antartika adalah dinding batas semua benua yang ada di tengah. Ini berarti di dalam benua antartika adalah tabir. Teori GE menjelaskan bahwa kita tidak mungkin menengah ke atas kutub karena magnetiknya akan mengacaukan penerbangan. Nah, kutub utara aja bebas-bebas aja perasaan. Menurut peta yang ditemukan di sebuah gua di Jepang, yang tidak tau didapat dari mana – mungkin saja itu vision – anugerah Tuhan kepada orang yang terpilih, peta ini menyatakan bahwa banyak benua-benua lain yang ada jauh di dalam buenua antartika itu sendiri. Nah, perwakilan militer Amerika dan Rusia menegaskan bahwa ancaman sesungguhnya bukan berasal dari luar bumi, namun dari antartika karena kita tidak tau makhluk apa yang mendiami benua-benua yang jauh dari antartika itu. 

Well, jangan-jangan dinding yang ada di Games of Throne juga terinspirasi dari dinding Antartika ini.. haha.. 

Statement mantan karyawan NASA, Matthew Boylan, former NASA operational graphics manager, worked for years creating photo-realistic computer graphics for NASA. Now a vocal Flat-Earther, Boylan claims that NASA’s sole reason for existence is to propagandize the public and promote this false ball-Earth heliocentric worldview. Originally recruited because of his skills and reputation as a hyper-realist multi-media artist, he started doing projects like photoshopping various lighting and atmospheric effects onto images of Earth, the Moon, Jupiter, Europa, etc. Having proved himself, and wanting to promote him to do more classified work, a room of NASA higher-ups during a party, as a type of initiatory-rite, explained to him and a few others in detail the reality of the Geocentric Flat-Earth model and how they have fooled the entire world! Refusing to be a part of their deception, Boylan cut his ties to NASA, began researching the Flat-Earth for himself, and has recently become a powerful voice on the lecture circuit and the internet exposing NASA and their heliocentric hoax. In his comedic lectures he speaks candidly and eloquently about how simple it is using nothing more than Adobe Photoshop and a video editor to create any and every type of image NASA purports to be “receiving from the Hubble telescope.” He points out how in most ball-Earth videos lazy NASA graphics workers don’t even bother changing cloud structures in ordinary or time-lapse footage; the same shape, color and condition cloud cover often stays completely unchanged for 24 hour periods and longer! Boylan states unequivocally that every picture and video of the ball-Earth, all the Moon/Mars landings, the existence of orbiting satellites, space stations, and all Hubble images are hoaxed. He even quips anecdotes about how NASA officials and astro-nots privy to the Flat-Earth truth would laugh hysterically at the brain-washed zombie public who unquestioningly believe their televisions...


Kesimpulan : Flat, we need to explore this continent beyond Antarctic wall, but we can't

***

Gempa Bumi & Seismologi

Then, satu yang masih mengganjal mengenai teori bumi datar ini adalah adanya teori penjalaran gelombang di interior bumi. Sebenernya teori ini juga diperoleh dengan eksperimen pada awalnya. Menjalarkan gelombang kemudian karena berbeda karakteristik antara gelombang P dan S maka disimpulkan bahwa inti bumi berupa cairan. Padahal astenosfer juga bukannya juga cairan ya? Yang pasti penjelajahan bawah bumi juga paling banter berapa dalam sih? 12 km? Kita nggak ada yang tau di kedalaman yang paling dalam itu ada apa? Apakah benar-benar molten rock yang berpijar-pijar? Apakah mungkin malah air laut yang bisa saja exist di dalam sana karena pernah ada temuan seperti itu. Dan jika begitu maka hal ini mendukung teori Hollow Earth. Tapi dengan adanya teori bumi datar ini, rupanya jalan masuk ke Agartha atau Shambala yang berada di bawah tanah ini bisa jadi dimungkinkan dari benua yang kita tidak tahu itu, Antartika. Persis seperti film Journey to the Center of the Earth. Cuman dunia yang ada di bawah sana sudah memiliki teknologi yang jauh lebih advance dari penduduk bumi di atasnya. 

Jadi balik lagi ke penjalaran gelombang yang berakibat shadow zone, kita tidak bisa menjustifikasi bahwa yang void itu adalah cairan, bisa jadi juga void itu karena kosong. Mengenai gempa bumi sih, teori lempeng gw pikir sih bener-bener aja, agar bumi menjadi dinamis dan gunung-gunung menjadi hidup. Gempa disini lebih menunjukkan kekuasan Tuhan yang tiada tara sebagai tanda dan ayat bagi mereka yang berpikir. 

Sebenernya kita nggak tau ada apa di LVZ (Low Velocity Zone) ini..
Barusan dapet link ke hasil pengeboran oil superdeep, dan diketahui bahwa rupanya earth interior banyak mengejutkan para ilmuwan di sana, dari kenyataan ocean floor yang tidak semestinya, hingga adanya air yang memancar di kedalaman 12 km (the deepest point manmade drill hole) yang ditutupi dari pengetahuan publik. Earth scientist kudu memeras otak mereka karena asumsi awalnya saja sudah salah. 


Kesimpulan: 55% Flat, 45%  Round

***

Teori Apungan Benua

Nah, ini bagian yang paling tricky. Model bumi apungan benua purba membuat asumsi semuanya berdasarkan pada bumi bulat. Paleotectonic menjadi perdebatan yang serius khususnya untuk ahli bumi sebab mereka pada umumnya meyakini bahwa teori Pangea itu benar. Pada awalnya semua benua menjadi satu termasuk antartika yang sekarang kita simpulkan adalah batas dari bumi datar. Nah, bagaimana menjelaskan ini?

Kalau kita anggap memang teori ini benar lengkap dengan statistik pergerakkan lempeng per tahun setiap lempeng. Yang bisa gw imajinasikan adalah tetap saja pada waktu itu bumi datar juga namun mereka tidak tahu bahwa benua yang lain mungkin saja dulu melekat pada dinding es antartika sekarang yang dengan begitu mengindikasikan bahwa jarak dinding es dengan dataran benua terdekat adalah sangat dekat. Atau bilamana teori Pangea ini salah? Karena asumsinya sendiri salah? Who knows. Ini sebenernya tantangan bagi para ahli bumi. 

Dari David Pratt: Far from being a simple, elegant, all-embracing global theory, plate tectonics is confronted with a multitude of observational anomalies, and has had to be patched up with a complex variety of ad-hoc modifications and auxiliary assumptions. The hypotheses of large-scale continental drift, seafloor spreading and subduction, and the relative youth of the oceanic crust are contradicted by a considerable volume of data. Mounting evidence for significant amounts of submerged, ancient continental crust in the present oceans poses a particularly serious challenge to plate tectonics


Kesimpulan: Masih bingung, 60% Flat

***

Memang, karena pengkebirian teori bumi datar oleh sekumpulan penguasa pada 500 tahun yang lalu, hal ini menyebabkan pembuktian-pembuktian dari turunan-turunan ilmu yang besinggungan dengan teori ini masih belum banyak pembuktiannya. Intinya teori bumi datar ini masih mengakar pada pemahaman tidak adanya kurvatur bumi dan bagaimana model peta bumi datar ini bisa diterima oleh khalayak ramai. Seperti saintis pada jaman 500 tahun yang lalu menyakinkan pada awam dengan dalih gravitasi, nah ketika gravitasi tidak ada, harusnya gampang aja dong. 

Memang mungkin perlu keberanian untuk memposting hal ini. Keyakinan seseorang yang bergantung kepada hijab/penutup yang menutupi dirinya sendiri. Memang harusnya gw nggak usah deh peduli-peduli amat sama bentuk bumi, mau bumi itu bulat, oval, segitiga, atau bentuk kayak tai lincung aja so what efeknya buat hidup gw. Nah, seenggaknya jika memang benar elit global ini merekayasa seluruh lini kehidupan sampai segitunya en menjadikan bisnis satelit yang nggak pernah ada itu sebagai bisnis jutaan dollar. Apakah kita masih bisa berdiam diri saja? Jawabannya pasti, yowes arep piye meneh. Tujuan elit global ini adalah membangun tatanan dunia baru dengan agenda-agenda di semua bidang. Paling gampang adalah membiayai perang. Karena hampir semua bank di dunia ini dikuasi oleh elit global maka negara mana saja yang berperang, maka dipastikan elit global selalu untung. Bisa dibayangkan berapa keuntungan Perang Salib, Perang Dunia I dan II, Perang Korea, Perang Vietnam, dan semua serangan militer ke negara-negara Arab sekarang. Inti tujuan mereka adalah menghancurkan segala negara dan agama. Menjadi satu negara hebat yang populasinya sedikit. Maka jangan heran kalau mereka juga berencana mengadakan Perang Nuklir, dan agenda depopulasi lainnya dengan virus Ebola ciptaan mereka sendiri yang disebarkan di Africa, virus H5N1 hasil rekayasa mereka sendiri disebarkan ke Asia. Begitulah. 

Saking mereka sudah menginfiltrasi kehidupan dunia ini semenjak 500 tahun yang lalu, maka dengan gampang mereka membuat penduduk dunia hidup dalam kebencian. Padahal jika semua rakyat di dunia ini mau saling bantu membantu aja, gw yakin deh, mereka yang cuman 1% dari penduduk dunia ini bisa dikalahkan. Lakukan revitalisasi bank swasta menjadi negeri, bentuk lembaga dunia sekaliber PBB yang benar-benar pro dunia tanpa hak veto. Tolak neokolonisasi seperti jaman Presiden Pertama kita yang tau sejarah dunia yang penuh konspirasi ini dan dengan garangnya beliau menyatakan Indonesia keluar dari PBB pada tahun 1965. Tentunya elit global tidak suka dengan sikap Presiden kita ini sehingga dengan bantuan CIA, pemberontakan PKI digalakkan dan Presiden hebat kita dikebiri digantikan boneka mereka. Sebenernya gw malah kasian sama rakyat Amerika sendiri karena setiap uang yang dicetak di negara itu adalah utang rakyat Amerika sendiri kepada Bank swatsa yang menerbitkan uang itu sendiri. Saran gw sih untuk menghancurkan kelompok ini, kita harus bikin kelompok saingan yang bisa mendekati raja-raja atau presiden-presiden dunia ini.  

So far gw sih Pro Flat Earth, tapi bukan berarti gw memaksakan ide ini ke setiap orang. Biarlah pengetahuan itu didapatkan dengan pencariannya sendiri. Suatu kebenaran akan lebih berasa hadir dalam diri jika disaksikan dan dialami langsung oleh dirinya sendiri. Kalau merasa nggak penting ya nggak usah emosi en nggak usah memaksakan kehendak. Saya pro namun tidak menutup kemungkinan anti juga suatu saat jika memang bukti-bukti berkata demikian. Yang penting selalu terbuka terhadap segala informasi. Jangan menutup kemungkinan terhadap hal yang absurd sekalipun. Ilmu bumi datar ini sama dengan ilmu Nabi Yunus yang dimakan Ikan Hiu daln bisa bertahan tiga hari di dalamnya. Seandainya kitab suci menyebutkan bahwa Nabi Yunus dimakan ikan teri pun orang akan percaya. 

***

Bacaan lebih lengkap mengenai Zetetic Astronomy dengan banyak eksperiment pembuktian ilmiah, walopun belum menyentuh sisi yang lebih berat seperti seismik maupun electromagnet, namun, ini bisa menjadi Physics 101 buat pada pencinta teori bumi datar. So far, entah bumi datar entah bumi bulat, balik lagi ke sisi acuh kita, so what? Bukan begitu? Aku juga nggak digaji kalo ternyata emang bumi datar, bulat, atau kayak tai sekalipun.. Simak komik Gigi Dua mengenai bentuk bumi di bawah ini :

Geo-SCATOLOGY Model... mungkin yang ini aki 100% yes deh.. Hahahaha... 
http://www.sacred-texts.com/earth/za/pageidx.htm

14 komentar

Anonim mengatakan...

Wah niat amat nulis blognya mas. Ini tulisan top sekali, bukan cuma tulisan iseng pengisi waktu luang. Masnya full time writer? Pekerjaan utamanya apa mas?

Anonim mengatakan...

http://adibbarbarossa.xyz/hoax/mematahkan-propaganda-flat-earth/

Army ardiyantoro mengatakan...

Super sekali mas. Mereka yg terlalu yakin dengan suatu hal pdhal sendirinya jg tidak tau pasti nya (kecuali agama). Saya hanya bisa menghela nafas panjang, bak katak dalam tempurung. Kasian sekali sungguh kecil dunia mereka.
Terlepas saya flater atau tidak. Sebenar nya saya hanya ragu pada semua hal yg dipaparkan oleh elit global, hollywood dan para organisasi bawah tanah yg mengendalikan politik serta ekonomi dunia.
Memang benar masyarakat itu bodoh, paradoks sekali rasanya mengetahui pola pikir manusia. Alexander grahambell pun sempat di anggap gila sebelum dia berhasil dengan penemuan nya.

sara lisya mengatakan...

Ayat alquran 7 lapis langit dan 7 lapis bumi. Masuk akal dgn flat earth.
Dan tdk masuk akal dgn dglobe earth katanya intibumi besi cair panas.

Yakjuj makjuj yang dikurunh di gua tembok besi dan jumlahnya 1000x manusia yg ada di atas ga mungkin bisa mendiami dalam bumi yang suhunya panas.
Kecuali jika bumi itu datar. Dan antartika adalah sebuah dunia lain.
Itu masuk akal.

Suatu saat yakjuj makjuj telah membunuh semua penduduj bumi atas. Lalu memanah langit (logikanya ngapain manah langit kalo memang ga ada kubahnya)


Percaya alquran hadist atau yg lain. Bebas lah keyakinan masing2.

Nopit Jjjj mengatakan...

Mendalam sekali bacanya.

Jumardi bahri mengatakan...

Keren mas, saya juga sering bingung soal penerbangan pesawat, saya dari susel terbang ke papua, klo balik dari papua ke sulsel ko waktu yg di tempuh sama, padahal itu melawan arus perputaran rotasi bumi yg katanya 1000 mil perjam dan jika kecepatan rata rata pesawat 500 km perjam kan mustahil waktu tempuhnya bisa sama

Pugman mengatakan...

Ga usah mikir satelit, ga usah mikir nasa. Terlalu sulit untuk dibuktikan. Ini cara paling mudah dimengerti dan hampir semua orang (yang cukup secara ekonomi) bisa buktikan. Buka peta versi bumi bulat dan buka peta versi bumi datar. Lihat dan ingat posisi kutub utara dimana, Indonesia dimana lalu kutub selatan dimana? Okelah penganut bumi datar tidak percaya kutub selatan itu ada, coba ke utara sedikit dan lihat new Zealand!
Bagaimana pembuktiannya?

1. Pergilah ke kutub utara atau eropa utara pada musim panas. Saat itu siang akan lebih panjang dari malam bahkan matahari tidak terbenam di beberapa lokasi, berdiamlah selama beberapa hari. Setelah itu anda terbang ke New Zealand dan Apa yang terjadi di New Zealand? Mereka mengalami musim dingin dan malam lebih panjang. Bagaimana Indonesia? Tetap, siang malam 12jam.

2.Berikutnya pergilah Saat benua selatan khatulistiwa musim panas ke New Zealand, anda akan dapati siang lebih panjang dari malam berdiamlah disana selama beberapa hari kemudian silakan terbang ke eropa, maka anda mengalami sebaliknya musim dingin dengan malam lebih panjang dari siang.

Lalu cek peta bumi datar, lihat bahwa new Zealand ada pada radius lebih luar dan lebih jauh dari Indonesia terhadap kutub utara jadi walaupun matahari dekat ke selatan maka tetap tidak akan mungkin new Zealand akan mengalami siang hari lebih panjang dari malam. Karena kalau negara yang ada di radius lebih jauh dari kutub utara bisa siang lebih lama maka kita di Indonesia juga ngalami hal serupa. Silakan buat simulasinya, bukannya para flat earth selalu menantang. Pembuktian dengan simulasi ilmiah?

Mengenai satelit komunikasi, dengan segala teori flat earth mengenai pantulan gelombang elektromagnetik untuk komunikasi tanpa satelit, coba buktikan dan buat tandingan teknologi komunikasi yang bisa melakukan komunikasi suara, data atau video dari eropa utara ke New Zealand.

Apa iya waktu matahari diatas new Zealand gerakannya melambat? Lalu cepat lagi waktu diatas samudera?

Lalu soal langit berbentuk kubah, maka hal tersebut akan bertentangan dengan ayat yang mengatakan "Allah meninggikan langit tanpa tiang". Ini ga pernah dibahas.

Kalau langitnya berbentuk kubah berarti ada bagian langit yang pendek karena bersentuhan dengan bagian tertentu di bumi, dan bagian yang bersandar/bersentuhan dengan bumi itu secara makna akan juga berfungsi sebagai tiang.

Lalu kalau langit tak bisa ditembus, kenapa ada meteor bisa jatuh? Bahkan ada beberapa ulama yang yakin kiamat akan diawali oleh jatuhnya meteor. Meteor yang bisa menghasilkan dukhan dan menghapus semua teknologi.

Menurut saya teori bumi datar justru seolah mengecilkan ciptaan Allah. Karena langit nan luas diluar bumi sana dianggap tipu muslihat.

Anonim mengatakan...

skrg dah gmpang bro mbuktiinnya... tnggl ikut tur liburan luar angkasa klo gak jadi aj astronot trus liat sendiri ...

ferry agusta mengatakan...

jarak dari tanah yg kita pijak di bumi sampai ke langit berbeda di setiap zona di bumi. Jika Anda pernah ke daerah utara bumi atau selatan bumi pasti Anda Tau beda jarak nya hanya dengan kasat mata saja. saya sudah membuktikan nya karna saya tinggal di belahan bumi utara yang mengalami 4 musim. di Jakarta contohnya jarak dari tanah ke langit jauh. berbeda dengan di belahan bumi yg memiliki 4 musim. langit terlihat lebih dekat. ini membuktikan kubah langit itu melengkung. sedangkan mereka yg memahami bumi itu datar dan ditelan mentah2 tanpa manalarkan kembali pasti berasumsi : 1. Langitnya datar juga 2. tidak ada perbedaan waktu karna bumi datar jadi matahari dapat menyinari semua lokasi di bumi 3. bumi ada ujungnya dan klo jalan lurus terus bisa jatuh ( ini lucu lho klo ada yg sampe egosentris ), pemahaman ke 2 saya adalah apabila bumi bulat dimana benua Antartika itu kumpulan es abadi mengapa luas es di benua Antartika tidak sama dengan luas es di kutub utara , kenapa saya mengutarakan pendapat seperti itu karena apabila bumi berputar mengelilingi matahari dan belahan bumi utara serta belahan bumi selatan menerima porsi sinar matahari yang sama setiap hari nya, sebagai contoh musim dingin di belahan bumi utara musim panas di belahan bumi selatan , begitu juga sebaliknya belahan bumi selatan dan belahan bumi utara mempunyai 4 musim yg sama tidak ada yg beda TETAPI mengapa es di Antartika tidak sama Dengan porsi es di kutub utara ? ini pertanyaan sederhana namun tak bisa dijawab jika bumi bulat. tapi terjawab jika bumi datar. Mengapa ? karena di bumi datar pinggiran bumi yang berbentuk hampir lingkaran itu adalah antartika sehingga ketika matahari mengitari bumi yang paling banyak terkena sinar matahari adalah kutub utara ( bayangkan kue donat yang bolong di tengah , anggap bolong tengah itu adalah kutub utara dan pinggir donat antartika , matahari berputar di atas donat mengelilingi kutub utara ) ini teori yg memungkinkan es di Antartika akan lebih banyak dari es di kutub utara. Saya rasa ini terjawab. mungkin masih banyak lagi pertanyaan dan tabir yg belum terungkap. tapi ini pendapat saya semoga yang membaca dapat memahami nya tidak degan sumbu yang pendek tapi di pahami dulu. kalau belum paham ya jangan di imani. Karena kepercayaan dengan pemahaman berbeda. agama ya agama sain ya sains.

Anugrah Annaim mengatakan...

Flatter terlalu mengimani konspirasi..
Gampang aja kok
Suruh yg buat video FE101 yg di youtube itu ketemu sama kepala LAPAN terus diskusi bukannya cuma sembunyi komentar dinonaktifkan dan mempropaganda monyet2 dungu dan fanatik seperti kalian..
Ilmuwan siap kok menjelaskan semua dibanding tukang propaganda yang unggah FE101 itu..
Kalo mau bahas konspirasi jangan ke ilmuwan hahah tolol

Unknown mengatakan...

Mendalam banget bro gw jd semakin yakin klau bumi ngga seperti globe

Unknown mengatakan...

Mendalam banget bro gw jd semakin yakin klau bumi ngga seperti globe

Unknown mengatakan...

Mendalam banget bro gw jd semakin yakin klau bumi ngga seperti globe

ini blognya uge mengatakan...

Wes meluo tur luar angkasa ben kowe ngerti dewe. Jan ojo dadi wong dungu mung isoe melu melu

Diberdayakan oleh Blogger.