Gigi Dua : Dualisme

Copyright by KJ from GYMBJ Comic 2015
Dualisme itu mendua, bercabang dua. Dalam artian lain, tak lagi satu. Dalam teori bilangan, satu saja sudah dianggap sesat, apalagi dua yang secara kuantitas bertambah satu dari satu. Ah, sudahlah, abaikan kalimat barusan. Mungkin terdengar gumpil seperti pikiranku.

Udah mau tujuhbelasan ini, oh, no, nanti tujuhbelasan haram bukannya? Katanya Islame mbahmu itu nggak mengakui nasionalisme. Oh, nasionalisme yang bener itu nasionalisme berbendera palestina yang menurut foto di media sosial (yang busuk itu) biasanya berdarah-darah, terus timbul chauvinisme tingkat tinggi di dalam dada. Bergemuruh penuh emosi tak tertahankan, kemudian mencoba membuat serangkaian mind propaganda untuk membodohi umat yang sudah debil (nantinya mereka semakin pandir). 

Di saat mereka mengkafir-kafirkan orang lain, sesungguhnya agama Muhammad di bumi Indonesia ini tercerai kepada dua pihak yang suka berdebat kusir. Wahabi dan ahlu sunnah. Malahan dua aliran besar Muhammadiyah dan NU saja santai-santai saja. Selalu dualisme. Selalu kafirkan yang satu lainnya. Tuhan bereplikasi menjadi banyak ya. 

Apa mereka tidak kembali ke tuhannya? ke Allah-nya dan ke Muhammad-nya? Oh, mungkin karena dua tokoh itu sekarang sudah menjadi sosok yang lain. Oh iya, Allah-nya telah dikerdilkan menjadi Al-Qur’an. Muhammad-nya telah dipasung menjadi Al-Hadist. Mereka membela sesuatu yang tidak butuh dibela. Mereka bahkan tidak kenal siapa Ilah-nya dan siapa nabinya, siapa Rabb dan Maliknya, siapa juga rasulnya. Dus, dengan pengetahuan yang nihil mereka berdalilih ingin membela islam. Islam tidak perlu dibela. Kasian Sang Penciptamu itu, Dia sudah memberikan kitab mujarabnya, namun kau kerdilkan namaNya. Kau sebut Dia tanpa kenal Dia. Kau sebut Dia lantang ketika membabat kepala orang yang tak sependapat bagimu. Kau sebut nama besarNya ketika menjarah toko-toko milik orang yang kau anggap tak berislam dan berdagang babi apalagi berjualan di hari puasa. 

Sudah dikerdilkan, kau pakai ayat-ayat itu (yang kamu sendiri hanya membaca arti luarnya) di pelbagai media sosial. Kau pakai ayat-ayat itu untuk melegitimasi setiap aksimu. Kau gunakan ayat-ayat itu agar terlihat suci dan memiliki hubungan vertikal yang lebih dari orang lain. Kau nisbatkan ayat-ayat itu untuk menyalah-salahkan orang lain kemudian dibayar jutaan dengan dalih membayar tim manajemen. Kau terjemahkan ayat itu kedalam pemikiran dangkalmu mengikuti tafsir dangkal yang kau temukan kemudian membuat orang lain masuk kedalam gravitasi pemikiranmu dan kamu senang melihat itu. Kamu pikir ini bisnis multilevel? Kamu pikir itu bisa menempatkan kamu di surga? 

Sebentar, Apakah surga itu tujuanmu? Oh, pasti dengan tambahan fasilitas bidadari surga. Oh, mesum juga akalmu. Bisakah kau melihat Tuhanmu di lagu ini?

If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I'll never know what the future brings 
But I know you're here with me now
We’ll make it through 
And I hope you are the one I share my life with

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away 
But I know that this much is true
We’ll make it through 
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I could stay in your arms

***

Kesimpulannya adalah, menjadi kelompok-kelompok yang sudah diramalkan entah dimana itu, itu adalah skenariomu yang harusnya kamu baca (iqro). Even ayat pertama surat yang turun dari Tuhanmu saja kau dustakan kan? Intinya, banyak sekali ilmu yang tak terlihat di sekitar kita dan perjalanan hidup itu tidak untuk menumpuk-numpuk segala yang berkuantitas kemewahan. Tujuan hidup bukan untuk masuk surga. Tujuan hidup adalah menemukan sirathal mustaqim untuk kembali ke baitul-allah. Untuk menemukan bilangan ke tigabelas dalam sistem bilangan duabelas, menurut Ayu Utami. Hanya dan hanya dengan hal itu hidup ini dibuat, dan Tuhanmu akan tersenyum dengan caranya  sendiri. Dia akan tertidur dari mengurusmu. 

Itulah sindrom monoteisme. Sindrom ke-satu-an. Gandrung dualisme.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.