Bulan dalam Jelaga


Malam bulan kesidi menjadikanmu sebuah mambang nan kenes,
Cahayamu membuka tabirmu sendiri dan aku terpana.
Malam bulan sidi mengacaukan desaumu,
Cahayamu terlalu silau dan aku limbung dibuatnya.
Malam bulan ketilam menjelaskan padaku arti jentera kehidupan,
Cahayamu berangsur tiada dan aku berbangkis dalam dengusan napas yang debil.
Malam bulan tilam membuatku iri dengki padamu,
Cahayamu berjelaga namun ada setitik harap dan ribuan tamsil kepadamu.
Aku nampaknya menggilaimu sepanjang perjalanan bulan.
Aku berusaha menggilaimu hanya di setengah hidupku.

Faz,
14 Sept 2016

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.