Cerpen : Bagaimana Sejatinya Merayakan Kehilangan



Bagaimana sejatinya merayakan kehilangan? Karena bagian dariku tak pernah bisa hilang.

Namun, seluruh hatiku sublim dalam kehilangan itu sendiri.

Pertanyaan berikutnya, apa itu kehilangan?

Kehilangan itu adalah proses tiada yang mendadak–tanpa  pemberitahuan  sebelumnya. Ia bukan seperti seorang anak yang berpamitan kepada orangtuanya pada saat bepergian. Namun, ia juga bukan durjana yang seenaknya menghilang begitu saja. Dalam kehilangan ada sebuah proses, ada sebuah dinamika yang garib di dalamnya.

Intinya, bagaimana mengikhlaskan kehilangan? Mengikhlaskan kehilangan berarti mengembalikan hal yang memang semesta tidak memberi izin pada kita untuk memiliki. Dengan begini, pada hakikatnya kita niscaya sebuah ponsel yang rampung diberi daya. Bukan seratus persen, namun dua ratus persen.  Sesuai dengan hukum ketiga Einstein, kehilangan dan menjadi penuh adalah sebuah aksi dan reaksi.

Dengan kehilangan, kita melengkapi dan memenuhi diri dengan berdamai dengan kehilangan itu sendiri.

Begitulah cara semesta bekerja.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.