Pills

SURABAYA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur secara resmi menolak diselenggarakannya Konferensi Regional International lesbian, gay, bisexual, transgender dan intersex association (ILGA) di Surabaya pada 26-28 Maret 2010.

"Konferensi ini tidak ada manfaatnya. Sebaliknya, justru bakal memancing kerusuhan sosial di masyarakat. Bahkan, saya sendiri sudah dapat telepon dan SMS dari banyak kyai dan kolega saya seharian ini tentang acara itu," ujar Ketua MUI Jatim Abdussomad Buchori saat dikonfirmasi, Selasa (23/3/2010).

Ia menuturkan, masyarakat sudah terlalu banyak terbebani masalah. Dengan adanya konferensi ini, bakal menambah lagi masalah baru. Selain karena posisi lesbian dan gay tidak termuat di agama manapun, keberadaannya sangat mengganggu dari segi etika dan moral.

Ia menegaskan, jika mau bicara tentang Hak Asasi Manusia (HAM), seharusnya dilihat juga bagaimana tatanan etika dan moral yang berlaku di Surabaya. Untuk itu, ia mengimbau polisi dan pemerintahan untuk menolak diselenggarakannya konferensi ini.

Atas imbauan itu, akhirnya Polwiltabes Surabaya tidak mengeluarkan rekomendasi keamanan penyelenggaraan konferensi gay dan lesbian tersebut.

"Konferensi yang diikuti gay dan lesbian se-Asia ini rawan menimbulkan gangguan Kamtibmas. Selain itu, sudah banyak kelompok masyarakat yang secara tegas menolaknya," kata Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setyo Rahayu.

Ia mengakui, panitia konferensi ini sudah menyampaikan izin penyelenggaraan ke Mabes Polri. Oleh Mabes Polri, permohonan itu dikonfirmasikan ke Polda Jatim dan Polwiltabes Surabaya.

"Jawaban kami, Polwiltabes Surabaya keberatan dengan diselenggarakannya acara ini. Keberatan kami itu juga sudah disampaikan ke panitia dan mereka bisa menerimanya," pungkasnya.

Rencananya, konferensi regional ILGA ke-4 Asia di Surabaya ini akan dihadiri 100 peserta yang berasal dari 20 negara Asia. Usai konferensi, mereka akan menggelar pawai budaya di Surabaya untuk menunjukkan keragamaan budaya seluruh Asia.

Your word is :
HYO
Diberdayakan oleh Blogger.